@ Wildan Hakim
Surah Al-‘Ashr hanya tiga ayat, tetapi para ulama menyebutnya sebagai ringkasan manhaj keselamatan.
Imam Syafi’i bahkan berkata;
"لو تدبر الناس هذه السورة لوسعتهم"
“Seandainya manusia mentadabburi surah ini, niscaya ia akan mencukupi mereka.”
Atau dalam riwayat lain;
لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم
“Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah (argumentasi/petunjuk) kepada makhluk-Nya selain surah ini saja, niscaya surah ini telah mencukupi mereka.”
Dalam konteks Ramadhan, surah ini bukan sekadar nasihat spiritual—ia adalah peta kerja gerakan dan evaluasi total atas umur, amal, dan komitmen jama‘i.
🍁“Demi Masa” — Ramadhan adalah Momentum, Bukan Rutinitas
Allah bersumpah dengan waktu. Sumpah ini menunjukkan bahwa waktu adalah modal utama manusia.
Ramadhan adalah:
🌴Momentum percepatan ruhiyah
🌴Bulan pengkaderan kesabaran
🌴Madrasah pembentukan disiplin
🌴Waktu emas restrukturisasi niat dan arah perjuangan
Dalam perspektif haraki, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah personal, tetapi:
Bulan recharging visi dakwah dan penguatan barisan.
Jika waktu berlalu tanpa peningkatan iman dan kontribusi, maka kita masuk dalam kategori: “Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.”
Kerugian bukan hanya maksiat. Kerugian adalah stagnasi. Kerugian adalah tidak bertumbuh.
🍁Empat Pilar “Matriks Kemenangan” dalam Ramadhan
Surah ini menyebut empat syarat keselamatan. Dalam konteks Ramadhan dan dakwah, ia membentuk matriks kader ideal:
🔹 A. Iman — Fondasi Ruhiyah
Ramadhan menguji kualitas iman, bukan sekadar kuantitas ibadah.
Iman yang dimaksud bukan hanya pengakuan, tetapi:
🌴Keyakinan terhadap visi Islam
🌴Kepercayaan penuh pada janji kemenangan Allah
🌴Loyalitas terhadap manhaj
Ramadhan adalah bulan tatsbitul iman (peneguhan iman). Jika setelah Ramadhan semangat dakwah melemah, berarti ada yang salah pada fondasi iman.
🔹 B. Amal Shalih — Produktivitas, Bukan Seremonial
Iman harus terkonversi menjadi amal nyata.
Dalam konteks gerakan:
🌴Amal adalah kontribusi.
🌴Amal adalah pelayanan.
🌴Amal adalah pengorbanan.
Ramadhan melatih produktivitas dalam keterbatasan (lapar, lelah, kurang tidur). Ini simulasi ketahanan kader.
Jika kita bisa tetap produktif dalam kondisi puasa, berarti kita sedang dilatih untuk tetap istiqamah dalam tekanan.
🔹 C. Saling Menasihati dalam Kebenaran — Budaya Korektif
Kata “tawāshau” menunjukkan proses timbal balik.
Ramadhan harus menghidupkan:
🌴Budaya saling mengingatkan
🌴Evaluasi jama‘i
🌴Muhasabah struktural
Gerakan yang berhenti menasihati akan digerogoti ego. Ramadhan adalah momentum memperbaiki komunikasi, menghilangkan prasangka, dan menyatukan visi.
Tanpa budaya tawāshau, amal akan melemah dan iman akan terfragmentasi.
🔹 D. Saling Menasihati dalam Kesabaran — Ketahanan Ideologis
Sabar dalam dakwah berarti:
🌴Sabar terhadap tekanan eksternal
🌴Sabar menghadapi dinamika internal
🌴Sabar dalam proses panjang kemenangan
Ramadhan melatih sabar secara praktis:
🌴Menahan lapar
🌴Menahan emosi
🌴Menahan keinginan
Jika kita gagal menjaga lisan saat puasa, bagaimana menjaga konsistensi perjuangan saat tekanan datang?
Sabar bukan pasif. Sabar adalah stabilitas dalam badai.
🍁Ramadhan: Evaluasi Total Kader dan Gerakan
Surah Al-‘Ashr memberi pesan tegas:
Kerugian adalah default manusia. Kemenangan harus diperjuangkan.
Ramadhan adalah:
🌴Audit iman
🌴Audit amal
🌴Audit kontribusi
🌴Audit kesabaran
Pertanyaan haraki yang harus kita jawab di bulan ini:
🌴Apakah iman kita meningkat atau hanya ritual bertambah?
🌴Apakah amal kita berdampak atau hanya simbolik?
🌴Apakah kita membangun budaya nasihat atau memperkuat kubu?
🌴Apakah kita sabar dalam visi atau mudah lelah oleh opini?
🍁Karakter Kader “Al-‘Ashr” di Bulan Ramadhan
Kader Al-‘Ashr adalah:
🌴Menghargai waktu lebih dari harta
🌴Menjadikan Ramadhan sebagai akselerator perubahan
🌴Memahami bahwa keselamatan bersifat kolektif
🌴Menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan
Ramadhan bukan akhir perjalanan. Ia adalah titik loncat menuju 11 bulan berikutnya.
Jika setelah Ramadhan:
🌴Disiplin meningkat
🌴Komitmen menguat
🌴Ukhuwah membaik
🌴Produktivitas dakwah bertambah
Maka kita telah lulus dari madrasah Al-‘Ashr.
🍁Penutup: Ramadhan dan Janji Kemenangan
Surah Al-‘Ashr mengajarkan bahwa keselamatan bukan kebetulan. Ia hasil dari iman yang kokoh, amal yang nyata, nasihat yang hidup, dan sabar yang panjang.
Ramadhan adalah laboratorium empat nilai itu.
Jangan biarkan bulan ini berlalu hanya dengan rasa lapar. Biarkan ia berlalu dengan perubahan struktur jiwa dan arah gerakan.
Karena waktu terus berjalan. Dan demi masa — kita tidak punya kemewahan untuk kalah.







0 komentar:
Posting Komentar