Selasa, 03 Oktober 2023

Berupaya Membangun Kerjasama Lintas Sosial,Budaya & Politik

 




Kemajuan dan kemunduran umat Islam berkaitan erat

dengan kegiatan dakwah yang dilakukan. Apabila aktivitas dakwah

yang dilakukan semakin profesional, terencana, gencar, aktual,

tepat dan kreatif, maka tercapilah tujuan dari dakwah. Moh. Ali

Aziz dalam bukunya Ilmu Dakwah menyebutkan bahwa ketepatan

dan keberhasilan dakwah akan dapat terwujud dengan baik apabila

komponen-komponen dakwah terpenuhi. (Aziz, 2004 : 75).

 

Islam merupakan agama yang terbaik dan mendapatkan

tempat di sisi Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya :

Sesungguhnya agama yang paling mulia di sisi Allah adalah agama Islam”

(QS. Ali Imran : 19). A

 

Pandangan Islam Terhadap Sosial Budaya Masyarakat

Islam merupakan ajaran yang diturunkan untuk manusia

agar bersosialisasi kepada masyarakat lainnya. Kemudian melahirkan

suatu keSosial Budayaan dalam masyarakat tersebut. Sebagai ajaran yang

datang dari Allah, Islam tidak bertentangan dengan manusia karena

Allah merupakan sumber ajaran dan pencipta manusia dan alam

seisinya. Islam memandang masyarakat sebagai komunitas social

dan wahana aktualisasi amal saleh. Banyak ayat al-Qur’an yang

membahas peranan manusia di tengah manusia lain menempatkan

Islam sebagai agama yang paling manusiawi di bandingkan agama

lainnya (Aripudin, 2012:55).

 

Pada tradisi saling menghormati dan menghormati pada

masyarakat, ucapan salam, permisi, kulo nuwun, punten, campurrasun

dan merendahkan badan terkadang dipraktikan silih berganti dan

saling mengisi satu sama lain, itu semua merupakan kearifan lokal yang

selama ini kita lakukan dalam kehidupan kita. Bentuk penghormatan

tersebut dipandang masyarakat yang mempunyai perilaku dan tatanan

Sosial Budaya yang luhur, dan dalam hal ini Islam juga mengajarkan Sosial Budaya

yang saling menghormati, Sosial Budaya toleransi, Sosial Budaya saling tegur sapa

serta Sosial Budaya silaturrahmi saling mengunjungi diantara kita. Dengan

demikian Islam juga memandang kehidupan yang baik ini selalu kita

tingkatkan untuk menuju suatu kehidupan yang baik, aman tentram

dan selalu harmoni.

 

Pandangan Islam tentang kehidupan BerSosial Budaya

Untuk memahami Islam sebagai system nilai diperlukan

pengetahuan dan pemahaman yang memadai perihal keyakinan

dan pandangan dasar Islam mengenai kehidupan. Tujuan utama

diturunkan al-Qur’an adalah mempengaruhi dan member pedoman

bagi tingkah laku manusia. Senada dengan itu menurut Fazlur

Rahman, tidak heran kalau al-Qur’an berulang-ulang mengecam

tindakan menyembah selain Allah atau menyekutukan Allah. Empat

hal utama yang berkenaan dengan sifat Allah, terutama penciptaan,

rezeki, petunjuk dan penilaian. Penciptaan alam merupakan

pagelaran kasih sayang Allah karena alam semesta tidak mungkin ada

dengan sendirinya. Tanpa kasih sayang Allah alam semesta hanyalah

kehampaan murni tanpa keanekaragaman makhluk di dalamnya.

Keberadaan manusia di muka bumi juga membuktikan terwujudnya

kehidupan dimana manusia juga membutuhkan interaksi sesama

manusia untuk membangun peradaban antar Sosial Budaya.

 

Mewujudkan Dakwah Antar Sosial Budaya

Seiring berjalannya waktu dengan berbagai perkembangan

manusia, maka komunikasi yang sebelumnya menjadi alat bantu

bagi manusia untuk menyampaikan gagasan dan keinginan, mulai

berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang bersifat multi-disipliner.

Komunikasi yang efektif menjadi keinginan semua orang. dengan

komunikasi efektif tersebut, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya

memperoleh manfaat sesuai yang diinginkan sebagaimana firman

Allah (QS.An-Nahl, 6 :125) yang artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan

Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan

cara yang bijaksana. Sesungguhnya Allah dialah yang lebih baik mengetahui

tentang siap yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah y

ang lebih mengetahui dari

orang-orang yang mendapat petunjuk ”(Aang, 2009:5).

 

Sebagai makhluk yang berSosial Budaya, maka misi dakwah melalui

pendekatan dakwah antar Sosial Budaya manusia selalu hidup bersama

dan tidak dapat hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhannya. Sejak

lahir manusia selalu berinteraksi dengan orang lain. ini dapat dilihat

dalam kehidupan kita sehari-hari, semua kegiatan yang dilakukan

manusia selalu berhubungan dengan orang lain. Bayi yang baru lahir

perlu interaksi dengan ibu, begitu juga dalam perkembangannya

selalu dibantu oleh anggota keluarga lain. Interaksi manusia dengan

manusia tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial

yang punya Sosial Budaya dan selalu hidup bersama serta tidak dapat hidup

sendiri dalam memenuhi kebutuhannya.

 

Kekuatan nilai-nilai dakwah antar Sosial Budaya maupun segala

sumber daya Sosial Budaya yang ada akan membentuk dan mempengaruhi

pula tingkah laku. Oleh karena setiap individu memiliki lingkungan

sosial antar Sosial Budaya yang saling berbeda dengan yang lain, maka

situasi ini menghasilkan karakter sosial Sosial Budaya setiap individu

bersifat unik, khusus, dan berbeda dengan orang lain dan itu yang

kita sebut Dakwah dalam perspektif dakwah antar Sosial Budaya, meskipun

berasal dari keluarga yang sama, karakter seseorang tidaklah

sama persis dengan anggota keluarga lainnya karena lingkungan

Sosial Budayanya tidak terbatas pada keluarga, melainkan mencakup teman

sebaya, masyarakat, sekolah, media massa, dan sebagainya. Para ahli

antropologi memiliki kesamaan pendapat mengenai tiga karakteristik

Sosial Budaya: Pertama, Sosial Budaya bukan pembawaan sejak lahir melainkan

dipelajari. Kedua, berbagai bentuk Sosial Budaya saling berhubungan kalau

salah satu aspek Sosial Budaya tersentuh, yang lain ikut berpengaruh. Ketiga,

dimiliki bersama oleh anggota kelompok dan menjadi pembatas

antara kelompok yang berbeda.

 

Untuk mewariskan Sosial Budaya tersebut, proses dakwah dilakukan

melalui tiga upaya yang saling kait mengait, yaitu:

(1) pembiasaan (habit formation),

(2)  proses dakwah dan nasihat baik, dan

(3)  keteladanan (role model).

 

Manusia adalah pengemban Sosial Budaya (culture bearer), dan dia

akan mewariskan keSosial Budayaan tersebut kepada keturunannya. Proses

dakwah tidak lain merupakan proses transformasi nilai-nilai sosial

Sosial Budaya, yakni proses untuk mewariskan keSosial Budayaan kepada generasi

muda. Pengertian berdakwah jauh lebih luas dari pengertian nasehat.

Proses dakwah bukan hanya sebagai pengalihan pengetahuan dan

keterampilan kepada masyarakat dakwah tetapi juga pengalihan

nilai-nilai sosial dan Sosial Budaya (transmission of social and culture values and

norms).

 

Bagaimana Cara Kita Supaya Bisa Bemasyarakat Sama Dalam Keberagaman

Keberagaman di lingkungan masyarakat mencakup perbedaan jenis kelamin, agama, ras, etika, nilai-nilai, latar belakang Sosial Budaya, kemampuan, dan pendidikan. Termasuk bagaimana seseorang mengidentifikasi diri sendiri, cara pandang orang lain terhadap masyarakatnya, . 

Keberagaman akan mendorong kita lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang cepat berubah. kita juga tidak akan kesulitan menjalin komunikasi dengan masyarakat, a maupun kolega. Mengingat pentingnya keberagaman, kamu harus bisa menyesuaikan diri dan berbaur dengan kita lainnya. Adapun cara agar kamu bisa bemasyarakat sama dalam keberagaman, antara lain sebagai berikut.

1. Menghargai Perbedaan 

Di dunia, kamu akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah dan latar belakang. Bukan hal mudah untuk menghargai perbedaan. Bahkan, perbedaan dapat menjadi salah satu alasan terbesar terjadinya konflik di tempat masyarakat. Namun, hal ini harus dilakukan agar kamu bisa berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Sikap saling menghargai di lingkungan masyarakat akan menghindarkan kamu dari konflik ketika memiliki perbedaan pendapat dengan masyarakat lain. Tak hanya itu saja, menghargai perbedaan juga membantu kamu melancarkan komunikasi untuk mengopmasyarakatalkan kinerja

2. Menghormati Orang Lain 

Menghormati orang lain sama dengan menghormati diri sendiri. Kamu bisa menunjukkan rasa hormat dengan menjaga sikap dan bertutur kata sopan. Ketika masyarakat masyarakat mengalami kesulitan, jangan ragu untuk memberikan dukungan dan bantuan sesuai kemampuan. Hal kecil ini akan membuat orang lain menilai kamu sebagai sosok yang menyenangkan. 

Menanamkan rasa hormat kepada orang lain di lingkungan  akan menumbuhkan profesionalitas. Kamu juga akan dikenal sebagai pribadi yang baik, beretika, dan bersimpati terhadap orang lain.

3. Menumbuhkan Toleransi 

Menumbuhkan toleransi adalah bagaimana cara kita supaya bisa bemasyarakat sama dalam keberagaman. Tak jarang, perbedaan jabatan, sikap, cara pandang, dan pola pikir kerap memicu pertengkaran kecil. Meskipun tampak sepele, hal ini menyebabkan ketidaknyamanan yang berdampak buruk pada produktivitas. Namun, hal ini dapat dihindari apabila kamu memiliki rasa toleransi. Toleransi yang tinggi dapat menurunkan risiko terjadinya permusuhan sesama masyarakat masyarakat.

Pada dasarnya, toleransi merupakan gambaran mengenai cara kamu memperlakukan orang lain, menjaga pikiran tetap terbuka ketika berinteraksi, menerima perbedaan, dan bagaimana sikap kamu terhadap kebiasaan orang lain. Toleransi tidak hanya mendorong rasa hormat, melainkan juga menciptakan komunikasi terbuka, sikap jujur, kepercayaan, dan loyalitas. Seluruh hal tersebut merupakan poin penting untuk menciptakan ikatan kekeluargaan yang erat. 

Rasa toleransi yang tinggi akan membuat kamu lebih menghargai keberadaan masyarakat masyarakat dan atasan. Ketika orang lain menyukai sesuatu yang tidak kamu sukai, kamu akan bersikap biasa dan menghargai perbedaan tersebut. Kamu juga akan menghormati pemeluk agama lain untuk melakukan ibadah atau merayakan hari besar keagamaan. Bahkan, kamu tak segan memberikan ucapan dan turut bersukacita. 

4. Berkomitmen Untuk Satu Tujuan 

Untuk bertahan di lingkungan  dibutuhkan lebih dari sekadar kemampuan beradaptasi. Kamu harus memiliki tekad kuat dan belajar mencintai pemasyarakatan. Kamu juga harus bisa bemasyarakat sama dengan masyarakat lain. Namun, hal ini bukan perkara mudah. Pasalnya, setiap orang memiliki gaya masyarakat dan cara pandang yang berbeda. Tak jarang, perbedaan ini menyebabkan sedikit gesekan yang membuat hubungan merenggang. 

Supaya hal tersebut dapat dihindari, mulailah menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Pegang teguh komitmen untuk mengerahkan seluruh kemampuan demi kemajuan dakwah. Berfokus pada komitmen yang sama mampu meleburkan segala perbedaan. Hal ini akan memudahkan kamu berbaur dan bemasyarakat dengan masyarakat lainnya. Suasana di lingkungan pun akan makin nyaman. 

5. Berkomunikasi Dengan Baik 

Komunikasi di lingkungan masyarakat bertujuan untuk membangun solidaritas dan masyarakat . Komunikasi yang baik akan memudahkan kamu melakukan koordinasi dengan lainnya. Ketika terjadi masalah mendesak, kamu dan masyarakat mampu menyelesaikannya dengan tepat dan cepat.

Mengingat menjalin hubungan baik sangat diperlukan di lingkungan masyarakat, mulailah mencari teman sebanyak-banyaknya. Kamu bisa mengasah kemampuan berkomunikasi dengan membuka obrolan ringan. Bicaralah dengan santai menggunakan bahasa yang sopan dan berikan senyum tulus. Ketika kamu melakukan kesalahan, jangan takut untuk berkata jujur. Mengakui kesalahan memang sulit, tetapi hal ini akan membuat orang lain lebih menghargai kamu.