Sabtu, 25 Juli 2026

Untukmu Kader Dakwah : At Tho'ah


Oleh : KH Rahmat Abdullah

 
Yang dimaksud dengan at tho’ah disini adalah
Melaksanakan  sekaligus menjalankan perintah tanpa reserve (menunda) baik dalam kelapangan maupun dalam kesempitan, dalam suka maupun duka

(Hasan Al Bana)

Di negeri yang malang ini, sikap ekstrem terdiri atas ifrath (keras berlebihan) dan tafrith (lunak berlebihan). Ada orang yang meletakkan akal teronggok begitu saja tanpa kerja. Karenanya seringkali kita temui para pemimpin yang ingin mengambil keuntungan besar, harus menyemai benih-benih kebodohan dan menyikapi langkah pencerahan seseorang sebagai hama yang akan menggagalkan panen mereka.
Sementara sudut ekstrem lawannya membayangkan taat dengan dalil “La tha’ata limakhluqin fi ma’shiyatil Khaliq” (Tidak boleh taat kepada makhluk yang bermaksiat kepada Al Khaliq). Dengan sarat beban duka, kepedihan dan trauma otoriter mereka gunakan dalil tersebut mereka gunakan untuk menolak keputusan syuro jamaah karena tak sejalan dengan persepsi atau ambisi pribadi. Atau mengecam dengan keras perintah seorang pemimpin yang sah karena kesalahan atau maksiat pribadinya.
Betapa selamat umat, komunitas, atau bangsa yang mau berlapang hati untuk mengorbankan kemauan, pandangan dan persepsi pribadinya saat mereka bertentangan dengan sang pemimpin. Lebih beruntung mereka yang tunduk dalam keputusan syura, bahkan sekedar menjalankan perintah seorang pemimpin.
Bangga dalam Taat
Kalaulah mereka tahu kelezatan sebuah ketaatan, sebagaimana seorang Abu Ubaidah Amir bin Jarrah. Sepanjang karirnya sebagai da’i dan panglima tak satupun perintah atasan ditentangnya baik kepada Rasulullah, khalifah Abu Bakar ataupun Umar. Tak satu kata protes disimpannya di hati apalagi di ungkapkan kepada Rasulullah.  Bahkan ketika Rasul menugaskan Abu Ubaidah membawa pasukan ke medan berat hanya dengan bekal sekantung makanan, yang dihitung-hitung setiap prajurit hanya mendapat sebutir sehari untuk makan pagi, siang dan malam.
Berapa Ibnu Atban memenuhi panggilan jihad ketika dia sedang bersama istrinya. Sampai-sampai Rasulullah mengatakan :”Saya telah membuatmu tergesa-gesa wahai saudaraku”.  Taat sebagai sebuah Wala’ (loyalitas) dalam Tarbiyah yang akan memunculkan thaqatu’t taghyir (kekuatan daya ubah) yang  luar biasa. Salah satu pengakuan Rasulullah atas ketaatan perempuan Madinah ialah sikap mereka spontan menyambar apa saja untuk menutupi aurat karena turunnya ayat hijab. Begitupula ketika para penduduk Madinah menerima informasi larangan tuntas meminum khamar, mereka langsung menumpahkan khamr-khamr.



Banyak orang yang mengira, ketaatan hanya ada kepada Rasulullah SAW dan belum tentu untuk masa para sahabat, tabiin atau pemimpin muslim biasa. Ternyata sampai zaman Umar, seorang Abu Ubaidah tetap setia seperti gelar yang diberikan Rasulullah. Sabda beliau : “Setiap umat punya orang kepercayaan (amiin) dan orang kepercayaan umat ini Abu Ubaidah”. Ali tetap mengutus putera-puteranya untuk menjaga khalifah Ustman dari serangan kaum bughat. Hakim (qadhi) Cordova tetap meminta syarat kepada Sultan bila ia tetap ingin menjadi khatib jumat.
Sultan menangis oleh pesan-pesan yang mendalam, ikhlas, dan berani. “Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyiksa maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku” (Q.S. Asy Syuara : 128-131)
Pemerintahan Abu Bakar yang singkat adalah pembuktian ketaatan Islami, bukan sekedar suatu pergantian kekuasaan menyusul wafatnya sang Rasul SAW. Alangkah sadarnya generasi hari ini untuk seimbang kepada daya kritis yang tidak menafikan ketaatan dan loyalitas yang tetap memelihara kesuburan daya kritis.


Ketaatan dan Daya Sambut (Istijabah)
Hakikat ketaatan ialah kepada Allah, Rasul-Nya dan sesama orang beriman. Bila ketaatan itu terwujud dalam hubungan antara makhluk berupa rakyat dengan pemimpin, maka keikhlasan adalah hal yang paling dominan sehingga ketaatan itu dapat bernas. Sahabat Saad bin Abi Waqash telah memerankan hal tersebut dengan baik. Kecintaannya kepada ibunya tak membuat imannya luluh sekalipun sang ibu telah mogok makan (dan akhirnya berhasil menyadarkan dan membuatnya beriman kepada Allah).
Sudah sepatutnya doa mustajab Rasulullah menjadi haknya. “ Ya Allah, tetapkanlah bidikannya dan kabulkan doanya”, demikian doa beliau. Sampai-sampai menahan diri dari menyumpahi orang karena fitnah yang dilancarkannya. “Ya Allah, jika hamba-Mu ini dusta, maka panjangkanlah umurnya dan panjangkanlah miskinnya”.
Seorang Umar Tilmisani pengacara muda yang necis dan lembut berusaha menjadi murid yang taat dan menyesuaikan diri dengan gurunya Al Bana dalam berkorban, hidup sederhana dan berani. Tak ada kekuatan pemerintahan yang membuatnya takut berkata benar dan tak ada penghinaan yang membuatnya kehilangan kesantunan.
Suatu hari disebuah acara resmi yang disiarkan di media cetak dan elektronik Presiden Anwar Sadat menyerang jamaahnya dengan tuduhan keji dan tak mendasar; separatis dan berbagai tuduhan batil. Dengan tenang syaikh Tilmisani menjawab: “ Hal yang lumrah bila aku dizalimi oleh siapapun untuk mengadukanmu kepada Allah sebagai tempat bernaung kaum tertindas. Sekarang aku mendapatkan kezaliman darimu, karenanya tak ada kemampuan bagiku selain mengadukanmu kepada Allah.”
Spontan Sadat gemetar, ngeri dan mengiba-ngiba agar Syaikh menarik pengaduannya kepada Allah. Dengan tegas, tenang dan kuat Syaikh menjawab: “Aku tak mengadukanmu kepada (penguasa) yang zalim. Aku mengadukanmu hanya kepada Tuhan yang adil yang mengetahui apa yang kukatakan”. Itulah pengalaman dihari-hari terakhir hayatnya. Sadat menyerang seorang pemimpin dan mursyid jamaah, sebelum kematian yang perih membungkamnya.
Mustahilkah jaman kini dari istijabah yang menyuburkan hidup para kader dan aktifis dari kucuran doa para masyaikh dan pemimpin atas pribadi-pribadi ataupun kelompok? Ataukah para pembangkang dan kaum arogan telah siap menerima limpahan yang akan menenggelamkan mereka karena kerontang ketaatan di hati mereka? Sebagai pewaris nabi, para ulama dan masyaikh tak akan mengutuki pengikutnya.

DAKWAH KULTURAL DAN STRUKTURAL NABI SAW

 


Rasulullah Saw adalah da'i pertama dan utama. Beliau menjadi contoh yang tidak akan pernah mengecewakan dalam berbagai bentuk atau metode dakwah. Apakah itu dakwah siriyah, jahriyah  dan pembentukan negara, atau dakwah bil lisan, bil hal, bil qolam dan bil hikmah, maupun dakwah struktural dan dakwah kultural. Bahkan berjihad mengangkat senjata karena dakwah dihambat dan ditantang.

Semuanya pernah dilakukan dan dicontohkan oleh beliau Saw. 


Kita tinggal mencontoh dan menerapkannya sesuai dengan situasi dan kondisi kekinian dan kedisinian yang kita hadapi. Tanpa menegasikan yang satu dengan yang lainnya.


1). Pada suatu kesempatan Utbah bin Rabi'ah diutus para pemuka Quraisy memberikan tawaran kepada nabi Saw untuk menjadi raja, asalkan nabi menghentikan dakwahnya. Tapi 

Nabi Muhammad menolak dengan tegas tawaran tersebut dan bersumpah tidak akan pernah menghentikan dakwah tauhidnya, bahkan jika kaum Quraisy meletakkan matahari di tangan kanannya dan bulan di tangan kirinya. 


Kemudian membacakan ayat suci Al-Qur'an (Surat Fushilat ayat 1-5).


Padahal dalam perspektif dakwah struktural, menjadi raja adalah peluang besar. Menjadi penguasa bukan tidak penting, tetapi memahami  dengan benar relasi kekuasaan dengan dakwah jauh lebih penting.


2). Dakwah struktural adalah metode dakwah yang memanfaatkan jalur formal, struktur organisasi, lembaga pemerintahan, atau kekuasaan politik untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dan menegakkan kemaslahatan umat.


Dakwah struktural mengandalkan jalur kekuasaan, birokrasi, dan politik.  Bergerak secara top down, dari "atas ke bawah" menggunakan kekuasaan. Contoh nya, saat kekuasaan Islam telah kokoh di Madinah.

Di-era kini, Wahabi salafi dengan KSA.


3). Dakwah kultural adalah pendekatan dakwah melalui dialog, mengadaptasi, dan memanfaatkan tradisi serta kebiasaan lokal. Strategi ini memasukkan nilai-nilai islami ke dalam budaya yang sudah ada agar pesan agama lebih mudah diterima dan tidak bertentangan dengan tatanan masyarakat. 


Pada fase Mekah maupun Madinah, Nabi tidak terhitung banyaknya melakukan metode dakwah ini. Berdialog dengan para tokoh, mendatangi kafilah haji, menampilakan keindahan akhlak islami dlsb. Apa yang dilakukan Muhammad Salah di di liga primer Inggris juga bentuk dakwah kultural.



4).  Karakteristik dakwah kultural:


a). Akomodasi terhadap kearifan lokal. 

Mengembangkan ajaran Islam tanpa harus menghapus tradisi asli.  


Contohnya Nabi Saw memperkuat budaya perlindungan, melindungi kaum yang lemah dari penindasan dan ketidak adilan, seperti hifdul fudhul.


b). Dakwah kultural lebih mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan partisipatoris.


c). Media penyampaian dakwah sangat beragam. Memanfaatkan sarana kultural seperti kesenian (tari, musik), sastra, upacara adat, pendidikan, perdagangan, perkawinan hingga lembaga sosial. Saat ini termasuk pemanfaatan platform digital modern sebagai bagian dari kebudayaan kontemporer.


5). Strategi dakwah kultural.


Nabi Saw melakukan berbagai strategi diantaranya:


a). Advokasi. 

Yaitu upaya membela, mendampingi, atau memperjuangkan hak-hak kelompok yang tertindas atau rentan. Contohnya, pembebasan dan penghapusan budak, perjuangkan hak pekerja, membela orang tertindas.


b). Charity.


Yaitu tindakan sukarela memberikan bantuan kepada pihak yang membutuhkan.


Bentuk charity (sedekah dan filantropi) yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sangat luas, tidak hanya berupa materi tetapi juga tindakan non-materi. Seperti menampung ahlus sufah, menyantuni para janda, anak yatim dan fakir miskin.


c). Empowerment (pemberdayaan).


Nabi Muhammad SAW berusaha mengubah masyarakat dari kondisi ketergantungan menjadi mandiri. Beliau tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek (charity), tetapi membekali umatnya dengan keahlian, modal, dan mentalitas kerja agar bisa berdaya secara berkelanjutan seperti, 


(1). Membangun etos kerja dalam kisah sahabat yang meminta minta,  agar menjual barangnya dirumah untuk membeli kampak (alat produksi) dan mencari kayu bakar.


(2).Membangun pasar Madinah yang bebas dari monopoli dan  riba dari kaum Yahudi.


(3). Tidak membiarkan para migrant (Muhajirin) menjadi beban Anshar tetapi mengerjasamakan keahlian dagang muhajirin dengan keahlian bertaninya Anshar dengan sistem muzara'ah, bagi hasil.


(4). Pemberdayaan edukasi dan literasi (pendidikan) dengan cara memberikan syarat kebebasan tawanan perang Badar untuk mengajari calistung 10 orang penduduk Madinah.


6). Dakwah Islam hadir bukan sebagai problem maker tetapi menjadi problem solver. Seperti yang dilakukan nabi Saw dengan solusi konflik Hajar Aswad, Piagam Madinah yang mengakhiri konflik di Madinah, keharusan mengajar calistung bagi tawanan Badar untuk mengurangi angka buta huruf dlsb.


7). Dakwah kultural adalah bottom up oleh karena itu da'i dituntut untuk ada dan membersamai masyarakat. Sesuai dengan kaidah "nahnu minhum, nahnu ma'ahum dan nahnu lahum."


8). Membangun lembaga pendidikan, LAZ-BMT, Bank Sampah, menjadi ketua masjid atau rukun kematian, klub olahraga dan sebagainya adalah beberapa bentuk dakwah kultural. Hanya kurang disadari dan diseriusi, terutama bila tidak memberikan imbal hasil materi. Wallahu a'lam bi shawab

Kamis, 23 Juli 2026

Nafi'un Li Ghoirihi: Menjadi Manusia yang Bermanfaat bagi Orang Lain

 


Pengertian Nafi'un Li Ghoirihi


Nafi'un Li Ghoirihi adalah istilah dalam bahasa Arab yang berarti "bermanfaat bagi orang lain." Konsep ini menekankan pentingnya keberadaan seseorang yang tidak hanya baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dalam berbagai ajaran agama dan nilai moral, menjadi pribadi yang bermanfaat merupakan salah satu kunci kebahagiaan dan keberkahan hidup.



Makna dan Pentingnya Nafi'un Li Ghoirihi


1. Membangun Kepedulian Sosial : a) Seseorang yang bermanfaat akan selalu berusaha membantu dan peduli terhadap kebutuhan orang lain; b) Sikap ini menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan penuh kasih sayang.


2. Meningkatkan Kualitas Hidup Bersama : a) Ketika seseorang berbagi ilmu, tenaga, atau rezeki, kehidupan bersama menjadi lebih baik; b) Masyarakat yang saling menolong akan tumbuh lebih maju dan kuat.



3. Menjadi Investasi Amal Jariyah : a) Segala kebaikan yang diberikan kepada orang lain dapat menjadi amal yang terus mengalir pahalanya; b) Ilmu yang diajarkan, bantuan yang diberikan, dan inspirasi yang ditanamkan akan terus dikenang dan berdampak.


Cara Menjadi Nafi'un Li Ghoirihi


1. Berbagi Ilmu dan Wawasan : a) Mengajarkan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal; b) Memberikan motivasi dan inspirasi kepada orang-orang di sekitar.

2. Membantu Sesama dengan Ikhlas : a) Membantu tanpa mengharapkan imbalan, baik dalam bentuk materi maupun tenaga; b) Menolong orang yang sedang kesulitan agar hidup mereka lebih mudah.


3. Menjadi Pribadi yang Positif dan Inspiratif : a) Menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan tindakan; b) Menyebarkan kebaikan melalui perbuatan nyata dan bukan sekadar kata-kata.


4. Menyebarkan Kebahagiaan dan Kebaikan : a) Tersenyum, memberikan semangat, dan menjadi pendengar yang baik bagi orang lain; b) Memberikan dukungan moral dan emosional bagi mereka yang membutuhkan.

Kesimpulan

Nafi'un Li Ghoirihi adalah konsep hidup yang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain. Dengan berbagi kebaikan, membantu sesama, dan menyebarkan manfaat, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup sendiri tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mari kita jadikan hidup ini lebih bermakna dengan selalu berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain!


Selasa, 21 Juli 2026

FISIK BOLEH MENUA, TAPI SEMANGAT TIDAK

 


USIA adala ketentuan Allah. Tidak ada seorang pun yang mampu menghentikan rambut memutih, kulit yang mulai berkerut, atau tenaga yang tidak lagi sekuat masa muda. Namun, seorang mukmin tidak boleh membiarkan semangat beribadah, belajar, berdakwah, dan berbuat kebaikan ikut menua.


Islam tidak pernah mengukur kemuliaan seseorang dari kekuatan fisiknya, tetapi dari ketakwaan, keikhlasan, dan amal salehnya.


"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu al-yaqin (kematian)." (QS. Al-Hijr: 99)


Ayat ini mengajarkan bahwa pengabdian kepada Allah tidak mengenal kata pensiun. Selama hayat masih dikandung badan, selama itu pula seorang mukmin diperintahkan untuk terus beribadah dan berkarya. Rasulullah saw bersabda:


"Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)


Artinya, usia yang panjang baru menjadi nikmat apabila diisi dengan amal yang semakin baik, bukan sekadar bertambah angka.


Nabi Nuh a.s. berdakwah dengan penuh kesabaran selama ratusan tahun. Beliau tidak berhenti hanya karena usia yang terus bertambah.


Nabi Zakaria a.s. tetap berdoa, beribadah, dan mengemban risalah meskipun telah memasuki usia senja. Allah bahkan mengaruniainya putra, Nabi Yahya a.s., sebagai bukti bahwa usia tua bukan penghalang untuk terus berharap dan beramal.


Abu Ayyub Al-Anshari r.a. tetap ikut berjihad hingga usia sangat lanjut. Beliau wafat dalam ekspedisi menuju Konstantinopel karena tetap ingin berjuang di jalan Allah.


Abdullah bin Abbas r.a. menghabiskan masa tuanya dengan mengajar dan menyebarkan ilmu. Hingga akhir hayatnya, beliau tetap menjadi rujukan umat dalam tafsir Al-Qur'an.


Demikian pula banyak ulama besar. Imam Ath-Thabari terus menulis kitab-kitab monumental hingga usia lanjut. Imam An-Nawawi, meskipun wafat pada usia muda, menunjukkan bahwa produktivitas dalam Islam diukur dari kualitas amal, bukan sekadar lamanya usia.


Tubuh boleh melemah, tetapi hati harus semakin kuat.

Langkah boleh melambat, tetapi dzikir harus semakin banyak.

Penglihatan boleh berkurang, tetapi pandangan menuju akhirat harus semakin jelas.

Suara boleh tidak lagi lantang, tetapi doa-doa kepada Allah harus semakin panjang.


Jangan pernah berkata, "Saya sudah tua, biarlah generasi muda saja yang bergerak." Selama masih mampu berpikir, berbicara, menulis, mengajar, membina, mendoakan, menasihati, membimbing keluarga, menebarkan manfaat kepada masyarakat, maka pintu amal masih terbuka lebar.


Karena sejatinya, bertambahnya usia bukanlah akhir produktivitas, melainkan justru puncak kematangan iman.


Semoga Allah menjadikan usia kita semakin berkah, amal semakin ikhlas, ilmu semakin luas, dan semangat beribadah tetap menyala hingga akhir hayat.


"Fisik boleh menua, tetapi semangat untuk taat kepada Allah tidak boleh pernah padam."[]


Rabu, 15 Juli 2026

CARA KONSISTEN DENGAN SABAR

 


1. Fokus pada jangka panjang

tidak tergoda hasil cepat. Dia percaya hasil besar datang dari waktu dan kesabaran.

➡️ Prinsipnya: “Sedikit demi sedikit, tapi terus jalan.”


2. Disiplin dengan keputusan

Sekali dia punya strategi, dia tidak mudah berubah hanya karena tren atau tekanan orang lain.

➡️ Konsisten bukan berarti keras kepala, tapi punya alasan kuat di balik keputusan.


3. Kebiasaan membaca & belajar setiap hari

Belajar dan membaca berjam-jam setiap hari. Itu yang bikin dia terus berkembang.

➡️ Konsistensi = upgrade diri tiap hari, walau kecil.


4. Hindari distraksi

tidak ikut-ikutan hal yang tidak dia pahami. Fokusnya sempit tapi dalam.

➡️ Lebih baik jago di satu hal daripada setengah-setengah di banyak hal.


5. Compound effect (efek bunga majemuk)

Konsistensi kecil → hasil besar dalam waktu lama.

Contoh: nabung, belajar, atau bangun skill setiap hari.


Rabu, 08 Juli 2026

Jiwa Murobbi – Kebiasaan Para Nabi yang Hidup di Dunia Kekinian

 


Ada sesuatu yang sangat penting dari kehadiran seorang aktivis dakwah di tengah masyarakat. Yaitu membuat kebaikan terlihat normal.


Bayangkan seorang karyawan yang setiap pagi datang tepat waktu. Ia bekerja dengan sungguh-sungguh. Ia tidak ikut membicarakan keburukan orang lain. Ia menjaga salatnya. Ia membantu rekan kerjanya. 


Ia berani berkata benar. Ia tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya. Ia tetap santun ketika berbeda pendapat. Ia membaca Al-Qur’an ketika memiliki waktu luang. Ia menjaga lisannya. Ia tersenyum. Ia mudah menolong.


Ia tidak merasa perlu mengumumkan bahwa dirinya adalah seorang aktivis dakwah. Tetapi orang-orang melihatnya. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun.

Perlahan-lahan orang-orang di sekitarnya memahami bahwa ternyata ada cara hidup seperti itu. Ternyata seseorang bisa menjadi profesional tanpa kehilangan spiritualitasnya. Ternyata seseorang bisa mengejar target tanpa menghalalkan segala cara.


Ternyata seseorang bisa menjadi pemimpin tanpa menjadi sombong. Ternyata seseorang bisa tegas tanpa kasar. Ternyata seseorang bisa religius tanpa kehilangan kompetensi. Ternyata seseorang bisa hidup di dunia modern tanpa kehilangan hubungannya dengan Allah.


Di sinilah dakwah bekerja dengan cara yang sangat halus. Tanpa podium. Tanpa mikrofon. Tanpa spanduk. Tanpa acara besar. Kebaikan menjadi terlihat. Kebaikan menjadi dekat. Kebaikan menjadi mungkin.


Dan bukankah manusia sering kali membutuhkan contoh sebelum mampu melakukan sesuatu? Ketika satu orang menjaga salat di tengah kesibukan, orang lain mulai merasa bahwa menjaga salat itu mungkin.


Ketika satu orang berani jujur di tengah lingkungan yang permisif, orang lain mulai percaya bahwa kejujuran masih bisa dipertahankan.


Ketika satu orang menggunakan waktu menunggu untuk membaca Al-Qur’an, orang lain mulai berpikir bahwa waktu luang ternyata bisa digunakan dengan cara yang berbeda.


Begitulah kebiasaan tarbawi menular. Satu kehidupan memengaruhi kehidupan yang lain.


****


Sesungguhnya kehidupan seperti ini bukanlah kehidupan yang aneh. Inilah kehidupan para nabi. Inilah kehidupan para ulama. Inilah kehidupan orang-orang saleh sepanjang sejarah.


Mereka tidak pernah memisahkan antara kehidupan dan dakwah. Ketika berdagang, mereka berdakwah. Ketika memimpin, mereka berdakwah. Ketika melakukan perjalanan, mereka berdakwah. Ketika duduk bersama keluarga, mereka berdakwah. Ketika berinteraksi dengan masyarakat, mereka berdakwah.


Tentu bentuknya berbeda dengan kehidupan kita hari ini. Hari ini kita hidup di tengah gedung perkantoran. Kita menggunakan laptop. Kita menghadiri rapat melalui layar. Kita naik pesawat.


Kita berbicara tentang target, KPI, produksi, anggaran, proyek, teknologi, dan organisasi.  tetapi jiwa yang dibutuhkan tetaplah jiwa yang sama. Jiwa yang selalu bertanya, “Kebaikan apa yang bisa saya hadirkan di sini?” “Nilai apa yang bisa saya tanamkan melalui pekerjaan ini?” 


“Siapa yang bisa saya kuatkan hari ini?” “Apa yang bisa saya lakukan agar orang lain menjadi sedikit lebih dekat kepada kebaikan?” Inilah jiwa seorang murobbi.



𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗮𝗹 𝗔𝗺𝗽𝗲𝗻𝗮𝗻 𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘗𝘦𝘭𝘢𝘣𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘳𝘴𝘦𝘫𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘔𝘦𝘯𝘶𝘫𝘶 𝘋𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢𝘴𝘪 𝘞𝘪𝘴𝘢𝘵𝘢 𝘏𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘨𝘦 𝘥𝘢𝘯 𝘌𝘬𝘰𝘯𝘰𝘮𝘪 𝘒𝘳𝘦𝘢𝘵𝘪𝘧



Pendahuluan


Ampenan merupakan salah satu kawasan bersejarah paling penting di Pulau Lombok yang kini menjadi bagian dari Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam perjalanan sejarahnya, Ampenan pernah menjadi pelabuhan utama, pusat perdagangan internasional, sekaligus salah satu gerbang masuk berbagai bangsa ke Pulau Lombok. Posisi strategisnya di pesisir barat Pulau Lombok menjadikan kawasan ini sebagai simpul perdagangan maritim yang mempertemukan pedagang dari Nusantara, Timur Tengah, India, hingga Tiongkok.


Lebih dari sekadar kawasan pelabuhan, Ampenan berkembang menjadi ruang interaksi sosial dan budaya yang melahirkan masyarakat multikultural. Jejak sejarah tersebut masih dapat disaksikan melalui kawasan Kota Tua Ampenan yang mempertahankan bangunan-bangunan kolonial, permukiman etnis, serta berbagai situs bersejarah yang kini menjadi bagian dari identitas Kota Mataram.


Asal Usul Nama Ampenan


Salah satu pendapat yang banyak dikutip menyebutkan bahwa nama "𝗔𝗺𝗽𝗲𝗻𝗮𝗻" berasal dari kata 𝙖𝙢𝙗𝙚𝙣 dalam bahasa Sasak yang bermakna 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝘀𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗵 atau 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝘀𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗵𝗮𝗻. Namun, asal-usul nama tersebut masih menjadi bagian dari kajian sejarah lokal dan belum terdapat kesepakatan yang sepenuhnya baku di kalangan sejarawan.


Terlepas dari berbagai pandangan mengenai etimologinya, makna tersebut selaras dengan fungsi historis Ampenan sebagai kawasan persinggahan kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Lombok. Berkat letaknya yang strategis di pesisir barat Pulau Lombok, Ampenan berkembang menjadi salah satu pelabuhan penting di kawasan Nusa Tenggara sejak sekitar pertengahan abad ke-18. Dari pelabuhan inilah berlangsung aktivitas perdagangan, pelayaran, serta interaksi sosial yang mempertemukan berbagai komunitas dari Nusantara maupun mancanegara, sehingga meletakkan dasar bagi tumbuhnya Ampenan sebagai kota pelabuhan yang multikultural.


Awal Perkembangan Kota Pelabuhan


Menurut sejumlah sumber sejarah lokal, perkembangan Ampenan sebagai bandar dagang mulai menguat sekitar pertengahan abad ke-18 seiring menguatnya pengaruh Kerajaan Karangasem di wilayah Lombok Barat. Pada masa tersebut dibangun fasilitas pelabuhan di kawasan Tanjung Karang untuk mendukung aktivitas perdagangan antarpulau dan antarnegeri. Pemerintah kerajaan membangun dermaga di kawasan Tanjung Karang sebagai pusat aktivitas perdagangan berbagai komoditas pertanian dan hasil bumi.


Seiring meningkatnya aktivitas pelayaran, Ampenan berkembang menjadi bandar dagang internasional yang menghubungkan Lombok dengan berbagai wilayah di Nusantara maupun mancanegara. Komoditas seperti beras, kapas, hasil hutan, ternak, serta rempah-rempah diperdagangkan melalui pelabuhan ini.


Terbentuknya Kota Multikultural


Aktivitas perdagangan mendorong masuknya berbagai komunitas etnis yang kemudian menetap di Ampenan. Masyarakat Sasak hidup berdampingan dengan komunitas Bugis, Arab, Tionghoa, Melayu, Jawa, Bali, dan etnis lainnya.


Keberagaman tersebut membentuk karakter sosial Ampenan sebagai kota pelabuhan multikultural. Kampung Arab, Kampung Bugis, Kampung Tionghoa, serta berbagai kawasan permukiman bersejarah menjadi bukti nyata interaksi antarkelompok masyarakat selama ratusan tahun. Tradisi perdagangan, arsitektur, kuliner, hingga kehidupan keagamaan berkembang melalui proses akulturasi yang berlangsung secara alami.


Ampenan pada Masa Hindia Belanda


Setelah berakhirnya Perang Lombok pada tahun 1894, pemerintah Hindia Belanda mulai membangun sistem pemerintahan kolonial di Pulau Lombok. Dalam perkembangan selanjutnya, Ampenan tumbuh sebagai salah satu pusat administrasi dan perdagangan kolonial. Berdasarkan Staatblad Nomor 181 Tahun 1895, kawasan ini ditetapkan sebagai wilayah administratif pemerintah kolonial.


Pada dekade 1920-an dilakukan pembangunan besar-besaran terhadap infrastruktur pelabuhan, jaringan jalan, gudang perdagangan, kantor pemerintahan, hingga fasilitas perbankan. Berbagai bangunan bergaya Art Deco dan arsitektur kolonial yang masih berdiri hingga saat ini merupakan peninggalan periode tersebut.


Ampenan menjadi salah satu kota pelabuhan modern di kawasan timur Hindia Belanda yang memiliki hubungan perdagangan dengan Singapura, Surabaya, Makassar, Bali, dan berbagai pelabuhan lainnya.


Kemunduran Fungsi Pelabuhan


Pendudukan Jepang pada tahun 1942 menyebabkan aktivitas perdagangan mengalami penurunan. Setelah Indonesia merdeka, fungsi pelabuhan masih bertahan beberapa dekade sebelum akhirnya mengalami kemunduran akibat perubahan sistem transportasi laut dan kondisi geografis Selat Lombok.


Pada tahun 1977, pemerintah secara resmi memindahkan seluruh aktivitas bongkar muat ke Pelabuhan Lembar yang memiliki fasilitas lebih memadai. Sejak saat itu, Pelabuhan Ampenan tidak lagi berfungsi sebagai pelabuhan utama, namun tetap menjadi kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi.


Revitalisasi Kota Tua dan Eks Pelabuhan Ampenan


Memasuki dekade 2020-an, Pemerintah Kota Mataram bersama pemerintah pusat melakukan revitalisasi kawasan Kota Tua dan Eks Pelabuhan Ampenan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan destinasi wisata perkotaan (urban tourism). Program ini bertujuan menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut tanpa menghilangkan karakter dan nilai historis yang telah terbentuk selama berabad-abad.


Eks Pelabuhan Ampenan atau Pantai Boom Ampenan kini bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih modern, tertata, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan. Kawasan pesisir dilengkapi dengan jalur pedestrian, ruang terbuka hijau, gazebo atau berugak khas Sasak, musala, area olahraga, pagar pengaman di sepanjang bibir pantai, serta sentra kuliner yang tertata lebih rapi.


Salah satu fasilitas yang menjadi ikon kawasan adalah 𝗺𝗶𝗻𝗶 𝗮𝗺𝗽𝗵𝗶𝘁𝗵𝗲𝗮𝘁𝗲𝗿 yang, menurut informasi Pemerintah Kota Mataram, memiliki kapasitas sekitar 1.000 orang. Fasilitas ini dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk penyelenggaraan pertunjukan seni, kegiatan budaya, festival, serta berbagai aktivitas komunitas.


Revitalisasi tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Penataan stan kuliner yang lebih seragam, bersih, dan higienis memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL), sekaligus meningkatkan kenyamanan dan pengalaman berkunjung bagi wisatawan.


Pelestarian Kawasan Kota Tua


Selain revitalisasi kawasan pantai, Pemerintah Kota Mataram juga melakukan penataan kawasan Kota Tua Ampenan dengan mempertahankan karakter arsitektur kolonial yang menjadi identitas kawasan.


Berbagai rumah toko tua dicat kembali menggunakan warna-warna yang selaras dengan konsep heritage tanpa mengubah bentuk bangunannya. Lampu jalan bergaya klasik dipasang di sepanjang koridor utama sehingga menciptakan suasana kota tempo dulu, terutama pada malam hari.


Pemerintah juga merencanakan pengembangan museum sejarah Kota Ampenan dengan memanfaatkan salah satu bangunan kolonial bersejarah sebagai pusat edukasi mengenai sejarah maritim dan perkembangan Kota Mataram.


Pusat Pariwisata Budaya dan Ekonomi Kreatif


Kini Kota Tua Ampenan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan bersejarah, tetapi juga berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif.


Berbagai agenda budaya secara rutin diselenggarakan, seperti Ampenan Heritage Walk, yaitu tur sejarah yang memperkenalkan perjalanan multikultural Kota Ampenan kepada masyarakat dan wisatawan.


Festival Kota Toea Ampenan juga menjadi agenda tahunan yang menampilkan kuliner tradisional, pameran seni, pertunjukan musik, budaya lokal, hingga aktivitas komunitas kreatif. Kehadiran ruang kreatif seperti Ampenan Huis semakin memperkuat posisi kawasan ini sebagai pusat ekspresi seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Kota Mataram.


Tantangan Pengelolaan Kawasan Pesisir


Di balik berbagai keberhasilan revitalisasi, kawasan pesisir Ampenan masih menghadapi tantangan berupa ancaman banjir rob dan gelombang pasang yang secara periodik melanda wilayah pesisir, khususnya Kampung Bugis dan Bintaro.


Pemerintah Kota Mataram terus melakukan berbagai upaya mitigasi melalui pembangunan tanggul darurat, pemasangan geobag, penataan kawasan pesisir, serta perencanaan pengembangan konsep waterfront city sebagai solusi jangka panjang dalam menghadapi perubahan lingkungan pesisir.


Penutup


Ampenan merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Pulau Lombok. Dari sebuah bandar dagang pada masa Kerajaan Karangasem, berkembang menjadi pelabuhan utama Hindia Belanda, kemudian mengalami kemunduran setelah aktivitas pelabuhan dipindahkan ke Lembar, hingga kini bangkit kembali sebagai kawasan wisata sejarah dan pusat ekonomi kreatif.


Revitalisasi Kota Tua dan Eks Pelabuhan Ampenan menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya tidak harus berhenti pada upaya konservasi bangunan semata. Dengan penataan yang tepat, kawasan bersejarah dapat menjadi ruang publik yang hidup, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa kehilangan nilai historisnya.


Ke depan, keberhasilan pengelolaan Ampenan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara pelestarian warisan budaya, pengembangan pariwisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta adaptasi terhadap tantangan lingkungan pesisir. Dengan demikian, Ampenan tidak hanya dikenang sebagai kota pelabuhan masa lalu, tetapi juga menjadi contoh bagaimana sejarah dapat menjadi fondasi pembangunan kota yang berkelanjutan.


Catatan Reflektif Penulis


Bagi penulis, Ampenan bukan sekadar ruang yang menyimpan jejak sejarah, melainkan juga bagian dari perjalanan hidup. Pada dekade 1980-an, ketika masih menempuh pendidikan sebagai mahasiswa, kawasan Pantai Ampenan menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi, terutama pada malam Minggu bersama teman-teman.


Saat itu, suasana pantai masih sangat sederhana. Deretan lampu di sepanjang pesisir belum seramai sekarang, namun justru menghadirkan ketenangan yang khas. Debur ombak yang memecah di bekas dermaga, semilir angin dari Selat Lombok, serta siluet kapal-kapal yang sesekali tampak di kejauhan menjadi pemandangan yang membekas dalam ingatan. Banyak mahasiswa, keluarga, dan masyarakat berkumpul sekadar menikmati malam, berbincang, atau menghabiskan waktu bersama tanpa hiruk-pikuk kehidupan perkotaan seperti saat ini.


Di sekitar kawasan pelabuhan lama masih terlihat bangunan-bangunan tua yang menjadi saksi masa kejayaan Ampenan sebagai pelabuhan utama Pulau Lombok. Meski saat itu sebagian aktivitas pelabuhan telah berpindah ke Pelabuhan Lembar, nuansa sejarah masih sangat terasa. Bagi generasi yang pernah mengalaminya, Ampenan bukan hanya sebuah kawasan pesisir, tetapi juga ruang yang menyimpan kenangan, persahabatan, dan dinamika kehidupan masyarakat pada zamannya.


Kini, ketika kawasan Kota Tua dan Eks Pelabuhan Ampenan telah direvitalisasi menjadi ruang publik yang lebih tertata dan modern, penulis melihat perubahan tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah sekaligus upaya menghidupkan kembali kawasan yang pernah menjadi denyut nadi perdagangan Pulau Lombok. Wajahnya boleh berubah mengikuti perkembangan zaman, tetapi nilai sejarah dan kenangan yang melekat di dalamnya tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Ampenan.


Referensi


1. Pemerintah Kota Mataram. Revitalisasi Pantai Ampenan: Ikhtiar Panjang Wujudkan Destinasi Wisata Baru di Tengah Kota Mataram.

2. Pemerintah Kota Mataram. Festival Kota Toea Ampenan.

3. Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kota Tua Ampenan.

4. ANTARA NTB. Revitalisasi Pantai Ampenan Mataram Selesai Sesuai Kontrak.

5. ANTARA NTB. Promosi Wisata Ampenan Heritage Walk.

6. RRI Mataram. Revitalisasi Pantai Eks Pelabuhan Ampenan Sukses Dongkrak Kunjungan.

7. Lombok Post. Bangunan Kota Tua Ampenan Akan Dicat.

8. Inside Lombok. Revitalisasi Pantai Ampenan dan Penataan Kawasan.

9. Suara NTB. Mitigasi Banjir Rob di Kawasan 

Rabu, 01 Juli 2026

PERBEDAAN ANTARA DA'I RABBANI DAN INFLUENCER AGAMA

 




Da’i rabbani membentuk para aktivis dakwah yang tangguh, sedangkan influencer agama hanya membentuk para pengemar.


Da’i rabbani dicatat oleh langit dalam lembaran orang-orang yang kekal pengaruhnya, sedangkan influencer terlupakan seiring memudarnya citra dan popularitasnya.


Da’i rabbani menghidupkan hati, sedangkan influencer agama hanya menyita perhatian mata.


Ucapan seorang da’i rabbani membuat orang yang bertaubat meneteskan air mata, sedangkan ucapan influencer hanyalah tren yang padam dalam semalam.


Da’i rabbani meninggalkan pengaruh yang hidup di dalam hati hingga setelah ia wafat, sedangkan influencer agama hanya meninggalkan kegaduhan di media sosial yang lenyap bahkan sebelum jasadnya dikuburkan.


Jika engkau mendapati seseorang yang menumbuhkan dalam dirimu rasa takut kepada Allah, harapan kepada-Nya, dan cinta kepada-Nya, maka dialah seorang da’i rabbani.


Namun jika engkau mendapati seseorang yang justru membuatmu bergantung dan terikat dengan dirinya, bukan bergantung kepada Allah, maka ia hanyalah seorang influencer 

Selasa, 30 Juni 2026

7 Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari untuk Kesehatan

 




1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

2. Membantu Menurunkan dan Menjaga Berat Badan

3. Memperkuat Tulang, Otot, dan Persendian

4. Meningkatkan Suasana Hati dan Mengurangi Stres

5. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

6. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

7. Memperbaiki Kualitas Tidur di Malam Hari


Tips Menjadikan Jalan Kaki Sebagai Rutinitas

Di era modern yang serba instan dan serba digital ini, gaya hidup sedenter atau kurang gerak telah menjadi salah satu masalah kesehatan global yang serius. Banyak dari kita menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer, mengemudi di tengah kemacetan, atau sekadar bersantai di sofa sambil bermain ponsel. Padahal, tubuh manusia secara alami dirancang untuk terus bergerak aktif. Kurangnya aktivitas fisik ini diam-diam dapat memicu berbagai risiko penyakit kronis, mulai dari obesitas, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 2. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mulai menyisihkan waktu agar tubuh tetap aktif bergerak setiap harinya.


Kabar baiknya, kamu tidak selalu harus melakukan olahraga berat, mengangkat beban di pusat kebugaran, atau berlari maraton untuk mendapatkan tubuh yang bugar. Salah satu aktivitas fisik yang paling sederhana, mudah, tanpa biaya, dan sangat efektif adalah jalan kaki. Manfaat jalan kaki setiap hari sering kali diremehkan, padahal aktivitas ini merupakan pondasi yang sangat baik untuk membangun kesehatan fisik dan mental yang optimal. Berjalan kaki tidak memerlukan peralatan khusus, dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan cocok untuk semua kelompok usia maupun berbagai tingkat kebugaran.


World Health Organization (WHO) merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang, seperti jalan kaki cepat, setidaknya 150 hingga 300 menit per minggu. Jika dibagi rata, kamu hanya perlu meluangkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit setiap hari untuk berjalan kaki. Jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu, kekhawatiran mengenai intensitas olahraga yang aman, atau sekadar ingin berkonsultasi mengenai rencana kebugaranmu, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dengan pendekatan yang tepat, kebiasaan sederhana ini akan membawa perubahan besar bagi kualitas hidupmu. Mari kita bahas secara mendalam berbagai manfaat jalan kaki setiap hari yang bisa kamu rasakan.



7 Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari untuk Kesehatan

Meski terlihat sangat sederhana, berjalan kaki melibatkan banyak kelompok otot besar di dalam tubuh dan memicu berbagai respons fisiologis yang positif. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang akan kamu dapatkan jika rutin berjalan kaki setiap hari:


1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Jantung adalah otot yang perlu dilatih agar tetap kuat memompa darah ke seluruh tubuh. Jalan kaki, terutama jalan cepat (brisk walking), adalah latihan kardiovaskular yang luar biasa. Saat kamu berjalan dengan tempo yang sedikit lebih cepat dari biasanya, detak jantung akan meningkat, yang pada gilirannya akan melatih otot jantung menjadi lebih efisien. Rutinitas ini membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).


Sirkulasi darah yang lancar berkat jalan kaki juga membantu mencegah penumpukan plak di arteri. Hal ini secara signifikan dapat menurunkan risiko terjadinya serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Jika kamu melakukan jalan kaki setiap hari selama setidaknya 30 menit, kamu sedang memberikan perlindungan jangka panjang untuk organ paling vital di tubuhmu.


2. Membantu Menurunkan dan Menjaga Berat Badan

Banyak orang mengira bahwa untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan, mereka harus melakukan olahraga berintensitas tinggi hingga kehabisan napas. Nyatanya, jalan kaki adalah cara yang sangat efektif untuk membakar kalori berlebih tanpa memberikan tekanan yang berlebihan pada tubuh. Berjalan kaki setiap hari dengan kecepatan sedang selama satu jam dapat membakar sekitar 200 hingga 300 kalori, tergantung pada berat badan dan kecepatan langkahmu.


Selain membakar kalori selama aktivitas berlangsung, jalan kaki juga membantu meningkatkan laju metabolisme basal, sehingga tubuhmu tetap efisien dalam memproses nutrisi bahkan saat kamu sedang beristirahat. Untuk hasil yang optimal dalam program penurunan berat badan, kombinasikan rutinitas jalan kaki harianmu dengan pola makan sehat dan seimbang yang kaya akan serat, protein tanpa lemak, serta vitamin esensial.


Faktor Pemicu Cedera atau Ketidaknyamanan Saat Jalan Kaki

Pemilihan Sepatu yang Salah: Menggunakan sepatu dengan sol yang tipis, kaku, atau tidak memberikan dukungan lengkungan yang baik dapat memicu nyeri pada tumit (plantar fasciitis) dan masalah persendian.

Tidak Melakukan Pemanasan: Meski ringan, mengabaikan peregangan sebelum jalan cepat bisa membuat otot kaget dan rentan mengalami kram atau tegang, terutama di area betis.

Postur Tubuh yang Buruk: Berjalan sambil menunduk menatap ponsel, membungkuk, atau mengayunkan tangan secara tidak wajar bisa menyebabkan ketegangan pada leher, bahu, dan punggung bawah.

Terlalu Memaksakan Diri: Langsung berjalan dengan jarak yang sangat jauh atau durasi yang lama saat baru memulai rutinitas dapat memicu kelelahan otot yang parah dan peradangan sendi.

3. Memperkuat Tulang, Otot, dan Persendian

Semakin bertambahnya usia, kepadatan tulang dan kekuatan sendi cenderung menurun. Jalan kaki termasuk dalam kategori olahraga menahan beban (weight-bearing exercise) yang ringan namun efektif. Aktivitas ini memaksa tulang dan otot tubuh bagian bawah, seperti panggul, paha, dan betis, untuk bekerja menopang berat badanmu. Stimulasi mekanis ini merangsang sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) untuk bekerja lebih aktif, sehingga membantu mencegah keropos tulang atau osteoporosis.


Di samping itu, berjalan kaki sangat bermanfaat bagi kesehatan persendian, terutama lutut dan pinggul. Tidak seperti tulang yang memiliki suplai darah melimpah, tulang rawan pada persendian tidak memiliki pembuluh darah secara langsung. Tulang rawan mendapatkan nutrisi dari cairan sinovial yang beredar ketika sendi bergerak. Dengan berjalan kaki, kamu “memeras” persendianmu, sehingga cairan pelumas dan nutrisi bisa masuk memelihara tulang rawan, mencegah kekakuan, dan meredakan nyeri pada penderita radang sendi ringan.


4. Meningkatkan Suasana Hati dan Mengurangi Stres

Manfaat jalan kaki setiap hari tidak hanya berdampak pada fisik, melainkan juga pada kesehatan mental. Ketika kamu berjalan kaki, terlebih jika dilakukan di luar ruangan dengan pemandangan alam dan udara segar, tubuh akan melepaskan hormon endorfin. Endorfin adalah zat kimia alami di otak yang bertindak sebagai obat penghilang rasa sakit dan perangsang rasa bahagia.


Aktivitas fisik ini juga mampu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres di dalam darah. Banyak studi menunjukkan bahwa berjalan kaki rutin selama 20 hingga 30 menit dapat secara efektif mengurangi gejala kecemasan (anxiety) dan depresi. Bagi kamu yang sering merasa penat setelah seharian bekerja keras, menjadikan jalan kaki sebagai rutinitas sore hari bisa menjadi sarana pelepasan stres (stress relief) yang sangat mujarab untuk menjernihkan pikiran.


5. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Bagi orang dengan risiko diabetes tipe 2 atau yang ingin menjaga kestabilan energi sepanjang hari, jalan kaki adalah kunci yang mudah diaplikasikan. Melakukan jalan kaki ringan selama 10 hingga 15 menit setiap selesai makan besar (terutama setelah makan siang atau makan malam) terbukti sangat efektif untuk mengontrol lonjakan gula darah postprandial.


Saat kamu berjalan, otot-otot di seluruh tubuh membutuhkan energi. Untuk mendapatkan energi tersebut, otot akan menyerap glukosa dari dalam darah. Proses ini membuat sensitivitas sel tubuh terhadap hormon insulin meningkat secara signifikan. Dengan demikian, tubuhmu akan lebih mudah dan efisien dalam memproses gula menjadi energi, alih-alih membiarkannya menumpuk di aliran darah yang berisiko memicu diabetes di kemudian hari.


6. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Jika kamu merasa mudah lelah atau sering terkena flu, cobalah untuk lebih rutin berjalan kaki. Olahraga intensitas sedang seperti jalan kaki cepat dapat membantu meningkatkan sirkulasi sel darah putih dan antibodi ke seluruh tubuh. Dengan sirkulasi yang lebih cepat, sistem kekebalan tubuh dapat mendeteksi dan melawan bakteri, virus, atau zat asing penyebab penyakit dengan lebih sigap sebelum mereka berkembang biak.


Selain itu, kenaikan suhu tubuh sementara yang terjadi ketika kamu aktif berjalan juga diyakini dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu di dalam tubuh, mirip dengan mekanisme demam alami. Penelitian mencatat bahwa individu yang berjalan kaki minimal 20 menit sehari dalam lima hari seminggu, memiliki jumlah hari sakit (sick days) yang jauh lebih sedikit dibandingkan mereka yang bergaya hidup sedenter.

Sponsored

Web_Ads_PastiMurahPD_June2026


7. Memperbaiki Kualitas Tidur di Malam Hari

Berjuang melawan insomnia atau sering terbangun di malam hari? Jalan kaki secara rutin bisa menjadi obat tidur alami untukmu. Aktivitas fisik yang konsisten membantu menyeimbangkan kembali ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis internal yang mengatur siklus tidur dan bangun harianmu. Berjalan di bawah paparan sinar matahari pagi dapat memberikan sinyal yang kuat pada otak untuk memproduksi melatonin (hormon tidur) di waktu yang tepat saat malam tiba.


Jalan kaki juga membantu membuang sisa energi serta meredakan ketegangan otot dan saraf, sehingga tubuhmu berada dalam keadaan yang lebih relaks ketika bersiap untuk tidur. Kamu akan cenderung lebih mudah terlelap dan memasuki fase tidur dalam (deep sleep) yang esensial untuk perbaikan sel-sel tubuh dan pemulihan kognitif, membuatmu bangun lebih segar keesokan harinya.


Tips Menjadikan Jalan Kaki Sebagai Rutinitas

Meskipun jalan kaki itu mudah, menjadikannya sebagai kebiasaan yang konsisten setiap hari terkadang menjadi tantangan tersendiri. Agar kamu tidak mudah bosan dan tetap termotivasi, cobalah untuk menetapkan target yang realistis. Kamu tidak harus langsung mematok target 10.000 langkah di hari pertama. Mulailah dengan 10 hingga 15 menit per hari, lalu secara bertahap tambah durasinya seiring dengan peningkatan kebugaranmu.


Selain itu, carilah celah dalam aktivitas sehari-harimu untuk memperbanyak langkah. Misalnya, parkirkan kendaraan lebih jauh dari pintu masuk kantor atau pusat perbelanjaan, pilih menggunakan tangga daripada eskalator atau lift jika hanya naik satu atau dua lantai, atau buatlah jadwal jalan kaki bersama keluarga maupun hewan peliharaan di sore hari. Agar lebih menyenangkan, kamu bisa berjalan kaki sambil mendengarkan musik favorit, podcast, atau audiobook yang menginspirasi.



Kapan Harus ke Dokter?

Jalan kaki memang aktivitas fisik yang aman bagi kebanyakan orang, namun kamu tetap harus mengenali sinyal yang diberikan oleh tubuhmu. Jika saat berjalan kaki kamu tiba-tiba mengalami nyeri dada yang menjalar, sesak napas ekstrem, pusing hebat hingga pandangan kabur, atau nyeri sendi tajam yang membuatmu tidak bisa berpijak, segera hentikan aktivitasmu. Jika gejalamu tidak membaik setelah beristirahat atau justru semakin parah, segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc untuk pemeriksaan lebih 





Studi Terkait

Sebuah pembaruan pedoman klinis dan studi longitudinal ekstensif yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity pada awal tahun 2026 menyoroti dampak jangka panjang mikro-aktivitas harian terhadap angka harapan hidup. Studi tersebut mengkonfirmasi bahwa akumulasi jalan kaki intensitas sedang sekecil 20 menit per hari berhasil memangkas risiko mortalitas kardiovaskular secara keseluruhan hingga 31% pada populasi dewasa urban. Hal ini mengukuhkan fakta medis bahwa konsistensi dalam bergerak, sekalipun dalam durasi singkat, jauh lebih bernilai bagi kesehatan organ dalam dibandingkan intensitas olahraga sesekali yang berat.


FAQ

1. Berapa langkah yang ideal untuk didapatkan setiap harinya?

Meski banyak orang terpaku pada angka 10.000 langkah, berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa berjalan sebanyak 7.000 hingga 8.000 langkah sehari sudah sangat cukup untuk memberikan manfaat kesehatan yang optimal dan menurunkan risiko kematian dini secara signifikan.


2. Apakah jalan kaki di tempat atau menggunakan treadmill sama efektifnya dengan di luar ruangan?

Secara fisik dan pembakaran kalori, berjalan di treadmill atau berjalan di tempat memberikan manfaat kardiovaskular yang serupa. Namun, berjalan di luar ruangan memberikan tambahan manfaat berupa paparan vitamin D dari sinar matahari pagi dan relaksasi mental dari pemandangan alam.


3. Kapan waktu terbaik untuk berjalan kaki?

Tidak ada aturan baku yang mutlak; waktu terbaik adalah waktu di mana kamu bisa melakukannya secara konsisten. Jalan pagi sangat baik untuk mengatur ritme sirkadian dan menyegarkan pikiran, sementara jalan kaki sore atau setelah makan efektif untuk mengontrol gula darah dan melepas penat.


4. Apakah jalan kaki bisa membentuk otot?

Jalan kaki lebih dominan sebagai latihan kardio ketimbang latihan pembentukan otot. Namun, jalan kaki secara teratur—terutama jika menanjak bukit atau menggunakan sedikit beban tambahan—dapat membantu mengencangkan otot paha, betis, dan glutes (bokong), serta memperkuat inti tubuh (core).


Itulah penjelasan komprehensif mengenai berbagai manfaat jalan kaki setiap hari bagi fisik maupun mentalmu. Jangan tunda lagi, mulailah langkah pertamamu hari ini juga! Jika kamu membutuhkan vitamin pendukung kebugaran otot atau obat pereda nyeri ringan saat memulai rutinitas olahraga, kamu bisa menemukan berbagai produk kesehatan terpercaya di Toko Kesehatan Halodoc. Selalu jaga kebugaranmu karena investasi terbaik adalah tubuh yang sehat.


Referensi:

1. World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Physical activity.

Mayo Clinic. 

Diakses pada 2024. Walking: Trim your waistline, improve your health.

Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Manfaat Jalan Kaki Bagi Kesehatan Tubuh.

PubMed Central. Diakses pada 2024. Daily Step Count and All-Cause Mortality:

Senin, 29 Juni 2026

MENGAPA WAKTU SEBAGIAN ORANG SANGAT BERKAH ?





ADA orang yang dalam sehari mampu menyelesaikan begitu banyak pekerjaan. Ia bisa bekerja, membaca, mengajar, berdakwah, beribadah, dan tetap memiliki waktu untuk keluarga. 

Sebaliknya, ada orang yang merasa waktu 24 jam tidak pernah cukup. Hari demi hari berlalu tanpa hasil yang berarti.

Apa bedanya?

Jawabannya mungkin bukan karena mereka memiliki waktu lebih banyak. Tetapi karena mereka memiliki keberkahan waktu. 

Rasulullah saw mengabarkan bahwa salah satu tanda dekatnya kiamat adalah waktu terasa semakin singkat.

"Tidak akan tiba hari kiamat hingga waktu semakin singkat." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah jam yang berkurang atau bumi yang berputar lebih cepat. Yang dimaksud adalah hilangnya keberkahan waktu. Satu hari tetap 24 jam, tetapi manfaat yang dihasilkan dari 24 jam itu semakin sedikit.

Lalu apa ciri-ciri kita mendapatkan keberkahan waktu?

1. Banyak hasil dalam waktu yang sedikit.

Orang yang mendapatkan keberkahan waktu mampu menghasilkan pekerjaan besar dalam waktu yang relatif singkat. 

Ia fokus, produktif, dan tidak mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak berguna. Allah SWT berfirman :

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain" (QS. Al-Insyirah: 7)

2. Mudah melakukan kebaikan.

Keberkahan waktu membuat seseorang ringan untuk shalat, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, bekerja, berdakwah, dan membina orang lain.

Sebaliknya, enggan dan tidak tertarik untuk melakukan kemaksiatan atau hal-hal yang tak bermanfaat. Rasulullah saw bersabda : 

"Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat)." (HR. Muslim)

3. Sedikit waktu yang terbuang sia-sia

Orang yang diberkahi waktunya sangat menghargai setiap menit kehidupannya. Ia sadar bahwa umur adalah modal yang tidak bisa kembali.

Karena itu ia tidak suka tenggelam dalam aktivitas yang tidak mendekatkannya kepada Allah atau tidak memberi manfaat bagi kehidupan. Allah Ta'ala berfirman : 

"Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna" (QS.Al-Mu'minun: 3)

4. Hidupnya penuh prestasi dan amal.

Lihatlah para ulama terdahulu:

Imam An-Nawawi wafat pada usia 45 tahun, tetapi karya-karyanya masih dipelajari hingga hari ini.

Imam Al-Ghazali hidup hanya sekitar 55 tahun, namun pengaruh ilmunya melintasi berabad-abad.

Mereka memiliki jumlah jam yang sama dengan kita, tetapi keberkahan waktu membuat hasil hidup mereka luar biasa.

Lalu apa yang menghilangkan keberkahan waktu?

Para ulama menjelaskan bahwa di antara penyebab hilangnya keberkahan adalah:

1. Lemahnya iman.
2. Banyaknya maksiat.
3. Makanan dan penghasilan yang haram atau syubhat.
4. Riba dan kecurangan dalam bekerja.
5. Kebiasaan menunda-nunda.
6. Terlena melakukan hal yang tidak bermanfaat.

Allah SWT menegaskan:

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96)

Keberkahan waktu bukan berarti memiliki waktu lebih banyak daripada orang lain. Keberkahan waktu adalah ketika Allah menjadikan waktu yang sedikit menghasilkan manfaat yang besar, amal yang banyak, dan keberhasilan yang melampaui perkiraan manusia.

Karena itu, jangan hanya meminta umur yang panjang. Mintalah juga umur yang berkah. Sebab yang akan mengubah dunia bukanlah orang yang hidup paling lama, tetapi orang yang paling banyak memanfaatkan waktunya untuk kebaikan. Wallahu 'alam

MEMAKNAI HARI KELUARGA NASIONAL

 


Hari Keluarga Nasional  (Harganas) yang diperingati setiap tanggal 29 Juni adalah momentum penting untuk merefleksikan peran keluarga. 


Keluarga bukan hanya unit sosial terkecil, tetapi juga fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang tangguh, sehat, dan adaptif terhadap perubahan zaman.


Sejarah Hari Keluarga Nasional berkaitan dengan perjuangan pasca kemerdekaan Indonesia. Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 22 Juni 1949, para pejuang yang selamat kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya satu pekan kemudian, tepat pada 29 Juni 1949.


Momen itu kemudian menginspirasi Prof. Dr. Haryono Suyono saat menjabat Kepala BKKBN untuk mengabadikan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan dimulainya Gerakan Keluarga Berencana Nasional pada 1970. 


Selanjutnya, Harganas memperoleh legitimasi melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014 yang menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional.


Harganas lebih dari sekadar sejarah, peringatan ini menekankan pentingnya: 


1. Keluarga adalah benteng pertama dalam menciptakan generasi penerus yang cerdas dan berkarakter


2. Mengoptimalkan fungsi keluarga yang meliputi, keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, pendidikan, ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.


Di tengah kesibukan sehari-hari, menjaga keharmonisan keluarga membutuhkan usaha nyata. 


Di bawah ini merupakan beberapa langkah sederhana untuk menciptakan keluarga yang harmonis: 


1. Alokasikan Quality Time: Sediakan waktu khusus untuk berkumpul tanpa gangguan pekerjaan atau gawai guna membangun koneksi emosional yang mendalam. 


2. Komunikasi Terbuka: Dengarkan dan hargai pendapat setiap anggota keluarga.


3. Saling Mendukung: Berikan apresiasi atas pencapaian kecil setiap anggota keluarga untuk menumbuhkan rasa percaya diri.


Richard Bach, seorang penulis dari Amerika menyatakan bahwa:


"The bond that links your true family is not one of blood, but of respect and joy in each other's life." 


Artinya, ikatan yang menghubungkan keluarga sejatimu bukanlah ikatan darah, melainkan rasa hormat dan kebahagiaan atas kehidupan satu sama lain."


Maksudnya memiliki hubungan darah atau genetik yang sama tidak otomatis membuat seseorang menjadi "keluarga sejati" jika di dalamnya tidak ada kehangatan. 


Hubungan biologis hanyalah fakta medis, sedangkan esensi keluarga adalah hubungan emosional. 


Keluarga sejati dibangun di atas rasa saling menghormati. Ini berarti menerima pilihan hidup masing-masing, menghargai batasan privasi, dan tidak saling menghakimi meskipun ada perbedaan pandangan.  Ada nilai ketulusan, mereka ikut merasa bahagia dan merayakan setiap pencapaian serta kegembiraan yang dirasakan oleh anggota lainnya, tanpa ada rasa iri atau dengki.


Maka, nilai sebuah keluarga ditentukan oleh kualitas hubungan emosional, kasih sayang, dan perlakuan satu sama lain, bukan sekadar silsilah pohon keluarga atau status hukum semata.


Mari jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menghargai kehadiran orang-orang tercinta di rumah, karena dari keluarga yang kokoh akan lahir masyarakat yang sejahtera.


Selamat Hari Keluarga Nasional 2026. 

Wallahul Musta’an


Minggu, 21 Juni 2026

Kisah Sahabat Nabi Zubair Bin Awwam: Pejuang yang Berani dan Setia

 


Zubair bin Awwam adalah salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW yang memainkan peran penting dalam sejarah Islam. Dikenal karena keberanian, kesetiaan, dan keteguhannya di garis depan, hidupnya dipenuhi dengan pengorbanan dan perjuangan demi Allah dan Rasul-Nya. Kisah sahabat Nabi Zubair Bin Awwam menjadi inspirasi bagi generasi Muslim hingga saat ini.

Zubair bin Awwam lahir sekitar tahun 594 M di Mekah, dari keluarga yang terhormat dan mulia. Dia adalah putra Awwam bin Khuwaylid dan Shafiyyah binti Abdul Muttalib, yang merupakan bibi Nabi Muhammad SAW, menjadikan Zubair sebagai sepupu Nabi. Zubair juga termasuk dalam kelompok “Asharah Mubasyarah”, yaitu sepuluh sahabat yang dijanjikan surga oleh Nabi  Muhammad SAW. Zubair tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan disiplin dan keberanian. Ibunya, Shafiyyah, dikenal karena kekuatan dan keberaniannya. Sehingga, membentuk Zubair menjadi pemuda yang berani dan teguh dalam menghadapi kesulitan. Namun, di usia 66 tahun tepatnya pada tahun 36 H (656 M) dia mati terbunuh oleh  Amr bin Jurmuz saat sedang berdoa.

Zubair bin Awwam Memeluk Islam di Usia Muda

Zubair bin Awwam termasuk salah satu orang pertama yang memeluk Islam, bergabung dengan kelompok yang dikenal sebagai “As-Sabiqun al-Awwalun”, yaitu para pemeluk Islam awal. Dia memeluk Islam pada usia 15 tahun, sebuah keputusan yang membawa banyak tantangan, terutama karena anggota keluarganya belum memeluk Islam. Namun, Zubair tetap teguh dalam keimanannya meskipun menghadapi banyak rintangan.

Zubair bin Awwam Memeluk Islam di Usia Muda

Zubair bin Awwam termasuk salah satu orang pertama yang memeluk Islam, bergabung dengan kelompok yang dikenal sebagai “As-Sabiqun al-Awwalun”, yaitu para pemeluk Islam awal. Dia memeluk Islam pada usia 15 tahun, sebuah keputusan yang membawa banyak tantangan, terutama karena anggota keluarganya belum memeluk Islam. Namun, Zubair tetap teguh dalam keimanannya meskipun menghadapi banyak rintangan.

Keberanian Zubair bin Awwam di Medan Perang

Zubair dikenal karena keberaniannya di medan perang. Dia selalu berada di garis depan setiap pertempuran besar yang dihadapi kaum Muslim, dan kontribusinya sangat berharga. Berikut adalah beberapa peran penting Zubair dalam pertempuran kunci:

1. Pertempuran Badar

Dalam Pertempuran Badar, Zubair menonjol sebagai salah satu prajurit paling gagah berani. Dia mengenakan baju besi penuh sehingga hanya matanya yang terlihat, dan bertempur dengan gagah berani, mengalahkan banyak pasukan musuh. Keberaniannya dipuji langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

2. Pertempuran Uhud  

Selama Pertempuran Uhud, Zubair kembali menunjukkan kekuatan dan keberanian besar. Meski kaum Muslim mengalami kemunduran, Zubair tetap berada di sisi Nabi, melindungi beliau dari serangan musuh. Kesetiaannya dalam pertempuran ini membuatnya dihormati oleh semua sahabat.

3. Pertempuran Khandaq (Parit)  

Dalam Pertempuran Khandaq, ketika Quraisy dan sekutunya mengepung Madinah, Zubair secara sukarela mengintai pergerakan musuh, sebuah tugas yang sangat berisiko karena dikelilingi oleh pasukan lawan. Nabi Muhammad SAW memujinya dengan berkata, “Setiap nabi memiliki penolong, dan penolongku adalah Zubair bin Awwam,” menunjukkan kepercayaan besar Nabi kepadanya.

Keteguhan dan Ketegasan Zubair

Zubair menghadapi banyak cobaan besar karena komitmennya terhadap Islam. Dalam satu kejadian, pamannya berusaha memaksanya untuk meninggalkan Islam dengan mengurungnya di dalam ruangan yang penuh asap. Meskipun diperlakukan dengan keras, Zubair tetap teguh pada keimanannya, menunjukkan keteguhannya untuk menegakkan kebenaran.

Kontribusi Zubair setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Zubair tetap aktif dalam membela dan menyebarkan Islam. Dia berpartisipasi dalam kampanye militer di bawah kepemimpinan Abu Bakar dan Umar, serta menjadi penasihat yang terpercaya selama masa kekhalifahan Utsman bin Affan.

Namun, selama masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, terjadi fitnah atau perpecahan yang mengarah pada Pertempuran Jamal, di mana Zubair awalnya mendukung Aisyah. Namun, setelah berbicara dengan Ali, Zubair memutuskan untuk menarik diri dari pertempuran, menunjukkan kebijaksanaannya dan komitmennya terhadap perdamaian serta persatuan di antara kaum Muslim.

Zubair bin Awwam bukan hanya dikenal karena keberaniannya di medan perang, tetapi juga karena kedermawanannya yang luar biasa dalam menyokong dakwah Islam.

Sabtu, 20 Juni 2026

Produktif Kreatif Sistematis

 


Pola pikir produktif adalah kerangka mental yang berorientasi pada tujuan. Untuk meraihnya, adopsi 7 pola pikir utama ini: menjadi proaktif, fokus pada hasil akhir, dahulukan prioritas, berpikir menang-menang, dengar untuk memahami, ciptakan sinergi, dan evaluasi diri secara berkala.


Terapkan pola pikir tersebut melalui langkah-langkah konkret berikut:

1. Menjadi ProaktifBerhenti menyalahkan keadaan atau orang lain atas apa yang terjadi. Orang produktif selalu berfokus pada solusi dan hal-hal yang bisa mereka kendalikan.

2. Mulai dari Tujuan AkhirSelalu bayangkan hasil yang ingin kamu capai sebelum memulai. Ini akan menjadi peta jalan agar setiap tindakanmu terarah ke visi jangka panjang.

3. Dahulukan yang PrioritasLakukan pekerjaan yang benar-benar penting dan memiliki dampak besar terlebih dahulu. Gunakan metode seperti Eisenhower Matrix untuk mengelompokkan tugas.

4. Berpikir Menang-Menang (Win-Win)Dalam bekerja sama, selalu cari solusi yang menguntungkan semua pihak. Ini membangun hubungan yang langgeng dan saling percaya.

5. Mengerti Terlebih Dahulu, Baru DimengertiDengarkan orang lain sepenuhnya untuk memahami perspektif mereka, sebelum meminta mereka memahami sudut pandangmu. Hal ini meminimalkan konflik dan miskomunikasi.

6. Ciptakan SinergiPercayalah bahwa kolaborasi dan menggabungkan perbedaan kekuatan (the power of teamwork) bisa menghasilkan solusi yang jauh lebih besar daripada bekerja sendirian.

7. Evaluasi dan Perbaiki Diri Secara BerkalaSelalu luangkan waktu untuk mengasah kemampuan, mengistirahatkan mental, dan mengevaluasi apa yang sudah dicapai.

Jumat, 19 Juni 2026

CIRI-CIRI KEBERKAHAN WAKTU

 


DI AWAL tahun baru 1448 Hijriyah ini mari kita merenung, apakah waktu kita sudah termasuk waktu yang barokah (berkah) selama ini?  Sebab banyak orang mengeluh, "Waktu terasa begitu cepat berlalu."


Pagi baru saja dimulai, tiba-tiba sudah malam. Baru merasa awal bulan, tahu-tahu sudah akhir bulan. Baru merasa tahun ini dimulai, ternyata tahun sudah berganti lagi. Rasulullah saw telah mengabarkan fenomena ini jauh sebelum kita mengalaminya.


"Tidak akan tiba hari kiamat hingga waktu semakin singkat. Satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu minggu, satu minggu seperti satu hari..." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)


Para ulama seperti Imam An-Nawawi, Qadhi 'Iyadh, dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah berkurangnya jumlah jam dalam sehari, melainkan hilangnya keberkahan waktu. Hari tetap 24 jam. Tetapi manfaat yang dihasilkan dari 24 jam itu semakin sedikit.


Sebab waktu yang berkah berarti waktu yang zidayatul khair (kebaikannya bertambah-tambah). Orang yang waktunya berkah, manfaat hidupnya tinggi karena banyak mengumpulkan kebaikan dan pahala lebih daripada orang kebanyakan. 


Lalu, bagaimana ciri-ciri orang yang mendapatkan keberkahan waktu?


1. Mampu Menghasilkan Banyak Kebaikan dalam Waktu yang Sama.


Keberkahan waktu membuat seseorang mampu menyelesaikan banyak pekerjaan yang bermanfaat tanpa merasa terburu-buru.


Orang lain membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan satu pekerjaan, sedangkan ia dapat menyelesaikannya dalam waktu yang jauh lebih singkat dengan hasil yang baik.


Inilah yang terlihat pada kehidupan para ulama terdahulu.


Imam An-Nawawi hanya hidup sekitar 45 tahun, tetapi menghasilkan puluhan karya besar yang hingga hari ini masih dipelajari di seluruh dunia Islam.


Imam Al-Ghazali hidup sekitar 55 tahun, namun pengaruh ilmunya tetap hidup hingga hampir seribu tahun kemudian.


2. Tidak Suka Menyia-nyiakan Waktu


Orang yang diberi keberkahan waktu merasa rugi jika waktunya berlalu tanpa manfaat. Imam Abu Bakar bin 'Ayyasy berkata:


"Jika seseorang kehilangan sekeping emas, ia akan menyesal sepanjang hari. Tetapi jarang ada orang yang menyesal karena satu hari dari umurnya telah hilang."


Padahal waktu jauh lebih berharga daripada emas. Emas yang hilang masih bisa dicari. Waktu yang hilang tidak akan pernah kembali.


3. Selalu Mengisi Waktunya dengan Hal Bermanfaat.


Bukan berarti ia tidak beristirahat atau tidak bercanda. Namun sebagian besar waktunya diisi dengan hal yang mendekatkannya kepada Allah dan bermanfaat bagi manusia.


Dikisahkan bahwa Imam Al-Khatib Al-Baghdadi sering membaca buku sambil berjalan karena tidak ingin ada waktunya yang terbuang sia-sia.


Sedangkan Imam Zakaria Al-Anshari dikenal hampir tidak pernah melakukan aktivitas yang tidak berguna sepanjang hidupnya.


4. Ilmu dan Amal Bertambah Terus.


Keberkahan waktu bukan sekadar sibuk. Banyak orang sibuk tetapi tidak bertambah ilmunya, tidak bertambah amalnya, dan tidak bertambah manfaatnya.


Waktu yang berkah selalu menghasilkan pertumbuhan. Hari ini lebih baik daripada kemarin. Ibadah semakin baik, ilmu semakin luas, dan manfaat semakin besar.


5. Hatinya Tenang Meski Banyak Aktivitas.


Orang yang diberkahi waktunya tidak selalu terlihat tergesa-gesa. Ia justru lebih tenang karena Allah memudahkan urusannya.


Pekerjaan yang banyak tidak membuatnya panik, sebab Allah menanamkan keberkahan dalam waktu yang dimilikinya.


6. Selalu berdakwah tanpa lelah.


Para nabi adalah manusia yang paling berkah waktunya. Mereka berprofesi macam-macam, tapi selalu berdakwah dimana pun dan kapan pun. Tak terjebak dengan urusan dunia, sehingga lalai mengajak manusia kepada Allah Ta'ala. 


Walau dakwah para nabi menghadapi tantangan yang keras, tapi mereka tak gentar dan putus asa mengajak manusia kepada Allah.


7. Hartanya menjadi berkah.


Jika waktu berkah, maka otomatis harta yang dihasilkan juga berkah. Mungkin hartanya tak banyak, tapi bernilai berlipat ganda untuk konsumsi, investasi dan infaq.


Seakan hartanya pas-pasan. Pas butuh uang, pas Allah berikan rezekinya. Pas butuh uang sekolah, pas ada uangnya. Pas mau beli rumah, pas ada dananya. Tak terlihat bermewahan, tapi selalu ada saja rezekinya dari arah yang tak disangka-sangka.


Lalu apa yang menghilangkan keberkahan waktu?


Imam Ibnu Abi Jamrah menjelaskan bahwa salah satu penyebab hilangnya keberkahan waktu adalah lemahnya iman dan banyaknya maksiat. Beliau secara khusus mengingatkan tentang makanan dan penghasilan yang haram atau syubhat. Sebab hati yang gelap karena maksiat akan sulit produktif dalam kebaikan. Allah SWT berfirman:


"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96)


Karena itu, keberkahan waktu tidak hanya dicari dengan manajemen waktu yang baik, tetapi juga dengan memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbanyak taubat, menjaga kehalalan rezeki, dan menjauhi maksiat.


Akhirnya, semoga di tahun baru 1148 Hijriyah ini waktu kita semakin barokah. Waktu kita tetap 24 jam sehari. Namun menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar daripada yang dihasilkan kebanyakan manusia.


Maka jangan hanya bertanya, "Berapa lama aku hidup?" Tetapi tanyakanlah, "Berapa banyak kebaikan yang telah aku hasilkan dari umur yang Allah berikan?"


Sebab di akhirat nanti, yang menentukan nilai hidup kita bukan panjangnya umur, melainkan keberkahan yang Allah letakkan di dalam umur tersebut.


"Orang yang kehilangan uang masih bisa mencari gantinya. Tetapi orang yang kehilangan waktu sesungguhnya telah kehilangan bagian dari hidupnya yang tidak akan pernah kembali."