Selasa, 08 September 2026

BLUEPRINT MENUJU WALI KOTA MATARAM

 


1. Tentukan positioning kepemimpinan

Bangun identitas sebagai calon pemimpin yang:

“Dekat dengan rakyat – kuat dalam gagasan – bersih dalam tata kelola – nyata dalam kerja.”

Jangan hanya dikenal karena jabatan atau organisasi. Targetnya: ketika nama Anda disebut, masyarakat langsung mengaitkannya dengan kerja nyata untuk Kota Mataram.

2. Kuasai persoalan Kota Mataram

Jadikan RPJMD Kota Mataram 2025–2029 sebagai salah satu dokumen utama untuk dipelajari. RPJMD tersebut sudah menjadi Perda Kota Mataram Nomor 3 Tahun 2025. �

Peraturan BPK

Lima misi pembangunan yang sekarang menjadi arah Kota Mataram adalah:

SDM berkualitas dan berkarakter

Kemandirian ekonomi dan daya saing

Tata kelola pemerintahan yang akuntabel

Resiliensi dan kondusivitas wilayah

Lingkungan dan infrastruktur yang berkeadilan �

Mataram Kota

Artinya, calon Wali Kota harus mempunyai jawaban yang lebih baik terhadap persoalan-persoalan tersebut.

3. Buat “Mataram 2035”

Jangan hanya membuat slogan.

Buat dokumen pribadi:

“MATARAM 2035 – Kota Modern, Religius, Inklusif dan Sejahtera”

Isinya minimal 10 bidang:

🏫 Pendidikan

🏥 Kesehatan

💼 UMKM dan ekonomi kreatif

🕌 Kehidupan sosial-keagamaan

👨‍👩‍👧‍👦 Perlindungan keluarga dan anak

🏙️ Infrastruktur dan tata kota

🌳 Lingkungan

🚨 Keamanan dan ketertiban

💻 Digitalisasi pemerintahan

🌊 Penanganan banjir dan bencana

Setiap program harus mempunyai angka target, bukan sekadar janji.

4. Bangun rekam jejak 3–5 tahun

Ini bagian yang paling penting.

Sebelum meminta masyarakat memberikan suara, bangun bukti bahwa Anda sudah bekerja untuk masyarakat.

Buat program yang bisa diukur, misalnya:

TEAM AHLI → GERAKAN MATARAM BERKARYA

Program:

pendampingan UMKM

kegiatan olahraga masyarakat

pelatihan anak muda

bantuan pendidikan

kegiatan lingkungan

pemberdayaan ekonomi keluarga

kegiatan sosial

forum diskusi pembangunan kota

Dokumentasikan hasilnya, bukan sekadar foto kegiatan.

5. Bangun “Tim Ahli” yang benar-benar ahli

Bukan hanya tim politik.

Bentuk minimal:

A. Tim Ekonomi

UMKM, investasi, pasar, ekonomi kreatif.

B. Tim Infrastruktur

Jalan, drainase, banjir, tata ruang, transportasi.

C. Tim Pendidikan & SDM

D. Tim Kesehatan

E. Tim Digital & Pemerintahan

F. Tim Sosial-Keagamaan

G. Tim Lingkungan

H. Tim Hukum & Regulasi

Targetnya: ketika ada persoalan Mataram, Anda bisa menjelaskan masalah → data → solusi → biaya → indikator keberhasilan.

6. Bangun hubungan dengan seluruh elemen masyarakat

Jangan hanya membangun hubungan dengan politisi.

Bangun komunikasi yang sehat dengan:

tokoh agama → tokoh masyarakat → akademisi → pengusaha → UMKM → pemuda → komunitas olahraga → perempuan → organisasi sosial → seniman → media → kelompok profesi → masyarakat kelurahan.

Prinsipnya:

Datang untuk mendengar sebelum datang untuk meminta dukungan.

7. Kuasai 6 kecamatan dan 50 kelurahan

Kota Mataram harus dipahami sampai tingkat kelurahan.

Buat Peta Masalah Mataram:

Wilayah

Masalah utama

Potensi

Solusi

Kecamatan A

Banjir

UMKM

Drainase

Kecamatan B

Sampah

Komunitas

Bank sampah

Kecamatan C

Pengangguran

Pemuda

Pelatihan

dst.




Jangan mengandalkan asumsi. Gunakan data dan dialog langsung dengan masyarakat.

8. Bangun kapasitas komunikasi

Seorang Wali Kota harus mampu:

berbicara seperti pengacara → berpikir seperti ilmuwan → bergerak seperti atlet → mendengar seperti terapis → merencanakan seperti jenderal → bekerja seperti seniman → hidup seperti stoik.

Ini bahkan bisa menjadi DNA kepemimpinan TEAM AHLI.

Formula komunikasi:

Masalah → Data → Solusi → Manfaat → Target

Contoh:

“Banjir bukan sekadar persoalan hujan. Kita harus melihat kapasitas drainase, tata ruang, sedimentasi dan titik genangan. Solusinya harus berbasis peta dan data, dengan target pengurangan titik genangan yang terukur.”

Itu jauh lebih kuat daripada sekadar:

“Saya akan mengatasi banjir.”

9. Bangun jaringan politik secara elegan

Untuk maju sebagai Wali Kota, selain memenuhi persyaratan sebagai calon, diperlukan jalur pencalonan yang sesuai ketentuan Pilkada.

Regulasi KPU mengatur pencalonan melalui partai politik/gabungan partai politik, dan juga mekanisme pasangan calon perseorangan. �

JDIH KPU +1

Persyaratan calon antara lain minimal lulusan SLTA/sederajat dan berusia minimal 25 tahun, disertai berbagai persyaratan hukum, kesehatan, dan administrasi lainnya. �

JDIH KPU

Karena aturan Pilkada dapat berubah, ketika mendekati pencalonan harus dilakukan audit hukum terbaru berdasarkan regulasi KPU dan putusan pengadilan yang berlaku saat itu.

10. Cari pasangan Wakil Wali Kota yang melengkapi

Jangan mencari wakil hanya karena popularitas.

Cari pasangan berdasarkan:

Integritas + kompetensi + penerimaan masyarakat + kemampuan bekerja sama.

Idealnya:

Wali Kota = visi dan kepemimpinan

Wakil Wali Kota = penguatan jaringan, koordinasi dan eksekusi

Yang paling penting adalah chemistry dan pembagian tugas yang jelas.

11. Bangun mesin organisasi

Struktur besar:

CALON WALI KOTA

Dewan Strategi

Tim Ahli

Tim Data

Tim Program

Tim Komunikasi

Koordinator Kecamatan

Koordinator Kelurahan

Tetapi semuanya harus bekerja secara legal, transparan, dan menghormati aturan Pilkada.

12. Jangan buru-buru deklarasi

Tahap awal sebaiknya:

2026–2027

Membangun kapasitas + rekam jejak

2027–2028

Memperkuat jaringan + program masyarakat + riset Kota Mataram

2028–2029

Menyusun platform pemerintahan + konsolidasi pencalonan

Menjelang Pilkada berikutnya

Audit persyaratan → pasangan → jalur pencalonan → strategi kampanye yang sesuai aturan

Jadwal resmi Pilkada berikutnya harus mengikuti ketetapan KPU pada waktunya, bukan diasumsikan dari sekarang.

13. Buat 5 program unggulan

Saya akan menyarankan konsep awal:

MATARAM CERDAS

Pendidikan, beasiswa, keterampilan dan digitalisasi.

MATARAM SEHAT

Pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah.

MATARAM BERDAYA

UMKM, ekonomi kreatif, lapangan kerja dan kewirausahaan.

MATARAM NYAMAN

Drainase, jalan, sampah, ruang publik dan lingkungan.

MATARAM MELAYANI

Birokrasi cepat, transparan, digital dan bebas pungli.

Kelima program tersebut bisa dikembangkan agar selaras dengan arah pembangunan Kota Mataram yang saat ini mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, tata kelola, lingkungan dan infrastruktur. �

Mataram Kota +1

⭐ FORMULA BESARNYA

KAPASITAS

REKAM JEJAK

GAGASAN

PELAYANAN MASYARAKAT

KEPERCAYAAN PUBLIK

JARINGAN

PENCALONAN

KAMPANYE YANG BERINTEGRITAS

MATARAM YANG LEBIH BAIK

Dan menurut saya, kalau ini memang ingin dijadikan proyek serius, jangan mulai dengan “bagaimana memenangkan Pilkada?”

Mulailah dengan:

“Apa yang harus saya lakukan selama 3 tahun ke depan sehingga masyarakat Mataram mempunyai alasan yang kuat untuk mempercayai saya memimpin kota ini?”


Kalau tujuan Anda adalah membangun kepercayaan masyarakat Mataram dalam 3 tahun, saya sarankan jangan memulai dari pertanyaan “bagaimana supaya saya menang?”, tetapi dari:

“Apa yang harus saya kerjakan sehingga pada saat masyarakat menilai saya, mereka punya bukti nyata bahwa saya layak memimpin?”

Ini sangat penting karena Mataram sudah mempunyai arah pembangunan resmi 2025–2029: Mataram HARUM — Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri, dengan fokus antara lain SDM, ekonomi, tata kelola, ketahanan kota, lingkungan, dan infrastruktur. �

Mataram Kota +1

BLUEPRINT 3 TAHUN: “BUKAN JANJI, TAPI JEJAK”

Saya akan membaginya menjadi 3 tahap: Kenal masalah → Buktikan kemampuan → Tawarkan kepemimpinan.

TAHUN 1 — 2026–2027

“KENALI MATARAM SECARA MENDALAM”

Jangan buru-buru bicara sebagai calon wali kota.

Jadilah orang yang paling serius mempelajari Mataram.

1. Turun ke seluruh wilayah

Buat program:

“Mendengar Mataram”

Bukan acara besar. Datangi masyarakat, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, komunitas olahraga, tokoh masyarakat, pengusaha, pekerja informal, dan kelompok sosial.

Setiap pertemuan hanya cari jawaban:

Apa masalah terbesar di tempat ini?

Apa yang sudah dilakukan pemerintah?

Apa yang belum berhasil?

Apa solusi yang menurut masyarakat paling realistis?

Apa yang bisa saya bantu tanpa menunggu jabatan?

Target internal: bangun Database Masalah Mataram yang objektif dan terukur.

2. Buat “Peta Masalah Mataram”

Jangan hanya punya opini.

Buat dashboard sederhana:

Bidang

Masalah

Lokasi

Data

Solusi

Status

UMKM

akses pasar

kelurahan X

data

pendampingan

berjalan

Sampah

pengangkutan

kelurahan Y

data

solusi 3R

evaluasi

Pemuda

lapangan kerja

kecamatan Z

data

pelatihan

berjalan

Banjir

titik genangan

lokasi

data

kajian

belum

Pendidikan

kebutuhan

lokasi

data

program

selesai

Ini akan membuat Anda berbicara berdasarkan data, bukan sekadar retorika.

Dan memang pendekatan teknokratik berbasis data serta partisipatif merupakan bagian dari pendekatan penyusunan RPJMD Mataram. �

Mataram Kota

3. Bangun “TIM AHLI” — bukan “TIM POLITIK”

Ini menurut saya salah satu investasi terpenting.

Bentuk tim kecil:

Ahli ekonomi & UMKM

Ahli pendidikan

Ahli kesehatan

Ahli infrastruktur

Ahli tata kota

Ahli lingkungan

Ahli pemerintahan

Ahli hukum

Ahli digital

Ahli sosial kemasyarakatan

Ahli komunikasi

Tugas mereka bukan membuat slogan Anda, tetapi menguji gagasan Anda.

Prinsipnya:

Kalau gagasan saya salah, tim harus berani mengatakan salah.

Itulah yang akan membedakan pemimpin dengan sekadar kandidat.

4. Jalankan 3–5 PROGRAM KECIL YANG BENAR-BENAR BERMANFAAT

Ini kuncinya.

Jangan langsung membuat program raksasa.

Pilih program yang:

kecil → konkret → terukur → berulang → bisa dibuktikan.

Misalnya:

MATARAM BERDAYA

Pendampingan UMKM kecil:

kemasan

pemasaran digital

pencatatan keuangan

akses pasar

legalitas usaha

MATARAM CERDAS

Kelas gratis:

komputer

bahasa Inggris

desain

digital marketing

kewirausahaan

keterampilan kerja

MATARAM SEHAT

Kegiatan olahraga masyarakat secara rutin.

MATARAM BERSIH

Gerakan lingkungan berbasis komunitas.

MATARAM PEDULI

Program sosial yang transparan dan tepat sasaran.

Jangan membuat 50 program.

Lebih baik 5 program yang berhasil daripada 50 program yang hanya menjadi spanduk.

TAHUN 2 — 2027–2028

“UBAH AKTIVITAS MENJADI REKAM JEJAK”

Pada tahun kedua, masyarakat harus mulai bisa mengatakan:

“Saya tahu orang ini. Saya pernah melihat pekerjaannya.”

Bukan:

“Saya sering melihat posternya.”

Itu perbedaan besar.

5. Dokumentasikan semua hasil

Buat laporan tahunan:

“LAPORAN KERJA UNTUK MATARAM”

Misalnya:

UMKM

250 pelaku usaha didampingi

100 naik kelas digital

50 mendapatkan pasar baru

Pemuda

300 mengikuti pelatihan

100 mendapatkan sertifikasi

40 masuk dunia kerja

Lingkungan

20 komunitas terlibat

X ton sampah terkelola

Angka harus benar-benar berasal dari kegiatan, bukan angka promosi.

6. Jadilah “problem solver”, bukan komentator

Ini sangat penting.

Ketika terjadi masalah di Mataram, jangan selalu bertanya:

“Siapa yang salah?”

Biasakan bertanya:

“Apa solusi yang bisa kita kerjakan?”

Misalnya terjadi persoalan sampah.

Anda tidak perlu mengatakan:

“Pemerintah gagal.”

Lebih baik:

“Mari kita pelajari masalahnya. Ini datanya. Ini tiga alternatif solusinya. Ini biaya dan konsekuensinya.”

Itu membangun kredibilitas intelektual.

7. Bangun reputasi integritas sejak sekarang

Kalau suatu hari Anda ingin dipercaya mengelola APBD, masyarakat harus melihat bahwa mengelola uang kecil pun Anda transparan.

Untuk setiap program:

Dana masuk → sumber dana → penggunaan → penerima manfaat → hasil → laporan.

Bahkan kalau Anda mengeluarkan Rp10 juta untuk sebuah kegiatan, biasakan ada laporan.

Karena pertanyaan masyarakat kelak bukan hanya:

“Apa programnya?”

Tetapi:

“Kalau diberi APBD, apakah dia bisa dipercaya?”

TAHUN 3 — 2028–2029

“DARI PEKERJA MENJADI PEMIMPIN”

Pada tahap ini jangan lagi hanya menunjukkan kegiatan.

Mulailah menunjukkan kapasitas memimpin kota.

8. Susun “MATARAM 2035”

Bukan sekadar visi politik.

Buat dokumen profesional sekitar 50–100 halaman:

MATARAM 2035

Kota yang produktif, nyaman, sehat, berdaya saing dan berkeadilan.

Isinya:

Mataram seperti apa sekarang?

Masalah terbesar apa?

Apa penyebabnya?

Target 2030

Target 2035

Program prioritas

Indikator keberhasilan

Perkiraan kebutuhan anggaran

Sumber pembiayaan

Risiko

Timeline

Cara mengukur keberhasilan

Dan pastikan selaras dengan dokumen pembangunan resmi yang sudah ada, bukan membuat visi yang seolah-olah mengabaikan pekerjaan pemerintah sebelumnya. RPJMD 2025–2029 sendiri menjadi pedoman pembangunan dan APBD tahunan. �

Mataram Kota

9. Berani mengatakan apa yang TIDAK akan Anda lakukan

Ini justru bisa meningkatkan kepercayaan.

Contoh:

“Saya tidak akan menjanjikan semua masalah selesai dalam satu periode.”

“Saya tidak akan menjanjikan program yang tidak mempunyai sumber anggaran.”

“Saya tidak akan menggunakan isu SARA untuk mendapatkan dukungan.”

“Saya tidak akan menggunakan uang untuk membeli dukungan masyarakat.”

“Saya akan membuka indikator kinerja agar masyarakat bisa menilai.”

Pemimpin yang dipercaya bukan yang menjanjikan paling banyak.

Pemimpin yang dipercaya adalah yang berani memberikan batas pada janjinya.

10. Latih kemampuan Anda menjadi wali kota

Gunakan 7 keterampilan yang sebelumnya Anda jadikan poster “7 Keterampilan Menuju Sukses” sebagai kurikulum pribadi:

1. Berbicara seperti pengacara

→ argumentasi jelas.

2. Berpikir seperti ilmuwan

→ data sebelum kesimpulan.

3. Bergerak seperti atlet

→ disiplin dan stamina.

4. Mendengarkan seperti terapis

→ pahami masyarakat sebelum menawarkan solusi.

5. Berencana seperti jenderal

→ strategi dan prioritas.

6. Bekerja seperti seniman

→ kualitas dan kreativitas.

7. Hidup seperti stoik

→ tidak mudah terpancing.

Saya justru akan menambahkan satu lagi:

8. Mengabdi seperti pelayan

Karena wali kota bukan “penguasa Mataram”.

Wali kota adalah pelayan masyarakat Mataram.

11. Buat “RAPOR DIRI” setiap 3 bulan

Setiap 3 bulan, tanyakan kepada diri sendiri:

INTEGRITAS

Apakah ada keputusan saya yang tidak transparan?

Apakah keuangan program saya bisa diaudit?

KOMPETENSI

Apa yang saya pelajari?

Apa yang saya belum pahami?

HASIL

Berapa orang benar-benar terbantu?

Apa hasil terukurnya?

KEPEMIMPINAN

Berapa banyak orang berkualitas yang berhasil saya satukan?

MATARAM

Masalah baru apa yang saya temukan?

Solusi apa yang sudah diuji?

Kalau setelah 3 tahun Anda mempunyai 36 rapor bulanan/kuartalan, Anda akan memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga daripada baliho:

rekam jejak.

TARGET AKHIR 3 TAHUN

Menurut saya, jangan menetapkan target:

❌ “Saya harus terkenal.”

❌ “Saya harus viral.”

❌ “Saya harus punya banyak baliho.”

Tetapkan target:

“Saya harus mempunyai alasan objektif mengapa masyarakat layak mempercayai saya.”

Pada akhir 2029, idealnya Anda mempunyai:

① Rekam jejak pelayanan

② Data masalah Mataram

③ Tim ahli yang kompeten

④ Program yang sudah terbukti

⑤ Laporan keuangan yang transparan

⑥ Dokumen Mataram 2035

⑦ Kemampuan berbicara dan mendengar

⑧ Reputasi integritas

⑨ Jaringan lintas komunitas yang sehat dan terbuka

⑩ Gagasan pemerintahan yang realistis

Dan ada satu prinsip yang menurut saya paling penting:

JANGAN MENUNGGU JADI WALI KOTA UNTUK MULAI BEKERJA UNTUK MATARAM.

Kalau selama tiga tahun masyarakat melihat Anda datang ketika ada masalah, mendengar sebelum berbicara, membantu tanpa banyak klaim, menggunakan data, transparan dengan uang, dan konsisten menyelesaikan pekerjaan, maka ketika suatu hari Anda mengatakan:

“Saya siap mengabdikan diri memimpin Kota Mataram.”

masyarakat tidak perlu hanya percaya kepada kata-kata Anda.

Mereka bisa melihat bukti selama tiga tahun.

Dan itu adalah fondasi kepercayaan yang jauh lebih kuat.

**Kalau saya menyusun ini untuk Anda, langkah berikutnya yang paling berguna adalah �⁠membuat “ROADMAP 36 BULAN MENUJU MATARAM 2029” — bulan demi bulan, lengkap dengan program konkret, target hasil, pembentukan Tim AHLI, anggaran, indikator keberhasilan, dan evaluasi tiap 3 bulan.**