Rabu, 08 April 2020

BERPIKIR KREATIF



Penguin raksasa, burung gajah, adalah sebagian dari binatang yang tidak akan pernah lagi di lihat didunia, saat ini ada 400 species dalam daftar tunggu yang akan segera punah. Bagaimana dengan manusia? Secara species tidak punah, tetapi institusi mereka yang punah dan tersingkir!
Beberapa tahun terakhir ini ada beberapa institusi besar yang menghilang dari peredaran, perusahaan pesawat terbang Fokker telah bangkrut. Dan masih banyak lagi lainnya. Hal ini disebabkan tingginya kompetisi, meningkatnya permintaan pelanggan, kontrol lingkungan semakin ketat, permintaan SDM unggul dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Semua faktor tersebut bergabung menyatu untuk mengancam dan menantang. Yang mati adalah mereka yang gagal mengatasi, gagal beradaptasi atau gagal berubah sesuai dengan zamannya.


Kini yang pasti adalah ketidakpastian, semuanya akan berubah, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Setiap saat yang dihadapi oleh ummat manusia adalah perubahan.
Dalam kondisi seperti ini sangat diperlukan kemampuan berfikir kreatif untuk dapat mempertahankan hidup, dan bagi mereka yang bergerak serta hidup dalam gelombang perubahan yang sangat cepat ini.
Kegiatan Berfikir Kreatif

Dari beberapa definisi berfiir kreatif tersebut ternyata saling melengkapi dan mempunyai fokus yang sama, yaitu bertemunya antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional. Adapun istilah yang berdekatan adalah inovasi, improvisasi, discovery, dll
Segi Mental Orang Kreatif

Kreatifitas bukanlah monopoli hak orang genius saja. Ternyata IQ tidak menjadikan jaminan terhadap orang yang mempunyai kemampuan berfikir secara praktis, cekatan, orisinil dan kreatif. Sikap kreatif harus didukung oleh kecerdasan emosional - EQ.

 Adapun segi-segi mental orang kreatif adalah  :
Hasrat, untuk mengubah hal-hal disekelilingnya menjadi lebih baik.
Kepekaan, bersikap terbuka dan tanggap terhadap segala sesuatu.
Minat, untuk menggali lebih dalam dari yang tampak dipermukaan.
Rasa ingin tahu, semangat yang tak pernah mandeg untuk mempertanyakan.
Mendalam dalam berfikir, sikap yang mengarahkan untuk pemahaman yang dalam pula.
Konsentrasi, mampu menekuni suatu permasalahan hingga menguasai seluruh bagiannya.
Siap mencoba dan melaksanakan, bersedia mencurahkan waktu dan tenaga untuk mencari dan mengembangkan.
Kesabaran, untuk memecahkan permasalahan dalam detailnya.
Optimisme, memadukan antusiasme (kegairahan).
Mampu bekerja sama, sanggup berfikir secara produktif bersama orang lain.

Ruang Lingkup Berfikir Kreatif
Hendaknya kreatifitas ditinjau dari perspektif yang luas, bukan sekedar menghasilkan ide-ide baru, yang dapat diterjemahkan dalam (Umi Pujihastuti, 1996) :
·         Kemampuan memenuhi tuntutan profesi.
·         Menciptakan kemungkinan dan terobosan-terobosan baru.
·         Menyelesaikan masalah atau problem
Sedangkan menurut D. H. Weiss, 1990, ruang lingkup berfikir secara artistik yang banyak memanfaatkan otak kiri adalah dengan memulai asumsi dengan :
·         Dapatkah kita mengerjakan segala sesuatu dengan cara baru ...
·         Menggantikan apa yang kita lakukan dengan sesuatu yang lain ...
·         Meminjam atau mengadaptasi apa yang dilakukan orang lain ...
·         Memberikan sentuhan baru dengan cara lama ...
·         Melakukannya dengan cara terbaik ...
Semua akhirnya kembali kepada naluri kita, jika ide itu dapat menghasilkan manfaat dan kita merasakan adanya sentuhan kreatif. Karena tidak jarang atau seringkali sikap kreatif tidak bisa dinikmati orang lain.

Proses Berfikir Kreatif
Ketika anda mendapatkan sebuah masalah atau memang anda ingin membuat ide baru, maka kemampuan anda untuk memunculkan ide kreatif sangat diperlukan. Dalam proses kreatif biasanya kita akan melewati 5 fase utama, yaitu : persiapan, konsentrasi kreatif, bermain dengan gagasan, menyilangkan dua konsep dan mengukur kelaikan ide. Adapun proses tersebut secara ringkas dapat dijabarkan sebagai berikut :
PERSIAPAN. Pada fase ini perilaku pemikiran kita sangat divergen, yaitu menyebar ke segala arah. Yang anda perlukan adalah kemampuan memiliki konsep, informasi yang banyak, mempunyai fakta yang cukup dan anda telah mempunyai pengalaman atau lebih jauh anda perlu meneliti ulang.
KONSENTRASI KREATIF. Pada fase ini perilaku pemikiran anda bergerak dari divergen ke konvergen, sehingga masalahnya menjadi fokus dan memerlukan konsentrasi tinggi. Pada fase ini anda merumuskan masalah berdasarkan segala sesuatu yang anda miliki pada fase persiapan. Perlu adanya segmentasi permasalahan, definisikan tentang apa yang anda butuhkan - single need. Yang lebih penting lagi adalah kemampuan mengaitkan seluruh fakta dan data menjadi satu kesatuan sehingga menimbulkan persepsi kreatif (Gestalt psychology).
BERMAIN DENGAN GAGASAN. Pada fase ini perilaku pemikiran anda sangat divergen. Anda perlu membuka seluruh memori di otak anda, tidak cukup STM tapi LTM. Cobalah cari kaitan dari luar fakta dari apa yang telah anda peroleh. Cobalah anda meninggalkan cara berfikir rutinitas anda. Anda juga perlu sesekali meninggalkan fokus fikiran, sehingga perlu menggunakan konsep “seandainya”. Gunakan pula konsep “berfikir lateral”, jangan khawatir dengan kesalahan karena pada fase akhir anda harus menguji kelaikan pilihan anda. Perilaku yang sering digunakan yaitu dengan cara mengecilkan, membesarkan, memadukan, membalikkan, gunakan secara baru atau sesuaikan dengan kondisi yang ada untuk membuat “trigger session”
MENYILANGKAN DUA KONSEP. Pada fase ini perilaku pemikiran anda berubah-ubah dari divergen dan konvergen. Pada fase ini anda perlu membuat sintesa dan rekaan baru, maka cobalah ide-ide lateral anda yang liar untuk difokuskan.
MENGUKUR KELAIKAN IDE. Pada fase ini perilaku pemikiran anda sangat konvergen. Disini anda perlu memfokuskan ide, anda harus obyektif dan cermat. Gunakan analisa matriks untuk menghindari alternatif yang tercecer. Kalau anda cukup waktu, gunakan instrumen untuk mengukur kelaikan ide.
Agar Anda Lebih Kreatif Dan Inovatif .....
1. Belajarlah untuk menjadi seorang inovator yang terbaik: Seorang yang selalu mencari, menyesuaikan dan mengimplemantasikan ide-ide, baik yang baru maupun yang sudah lama. Carilah ide-ide secara aktif melalui cara membaca, pembacaan sepintas, membuat intisari dan lain sebagainya atas katalog-katalog, buku-buku laporan-laporan dan lain sebagainya. Demikain juga berusahalah melakukan :
  1. Percobaan
  2. Meneliti
  3. Melakukan perjalanan
  4. Berdiskusi
  5. Mengunjungi pameran dan konferensi
  6. Menggunakan program-program komputer
  7. Melihat-lihat barang yang ada di toko
  8. Menciptakan rasa kebutuhan
2. Ubahlah Kebiasaan dan citra diri anda: Jadilah seorang yang progresif, kembangkanlah atribut-atribut dan motivasi yang di butuhkan. Kembangkanlah sikap mencintai ide-ide, hal-hal, cara-cara, sistem-sistem dan teknologi-teknologi baru. Tuangkanlah ide-ide anda ke dalam bentuk tulisan.
3. Lakukanlah tindakan: Milikilah keberanian dan keparcayaan diri untuk menjadi inovator. Jadilah orang yang berbeda. Kegagalan memang akan muncul, namun kita akan belajar dari adanya suatu kesalahan. Emosi akan dapat membantu munculnya kreatifitas ---Kendalikanlah stress. Tekunlah selalu!!
4. Terimalah perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka. Jadilah seorang dengan pikiran yang terbuka dan fleksibel.
5. Terapkanlah ide-ide pada setiap sudut kehidupan anda: Dalam kehidupan pribadi anda, karir, sekolah, bisnis dan di manapun juga. Ajukanlah selalu pertanyaan: “Dengan jalan lain yang bagaimana saya dapat melakukannya?” Hasilkan suatu pemecahan masalah, ide-ide, konsep dan teori-tori yang inovatif dan kreatif. Kembangkanlah sifat humor anda. Jadilah peka terhadap setiap kesempatan-kesempatan baik.
6. Pelajarilah tentang inovasi, perubahan dan kreatifitas sebagaimana anda berusaha untuk memenangkan diterimanya ide anda. Didiklah diri anda sendiri. Ambillah kursus-kursus yang tersedia. Kembangkanlah gairah terhadap adanya masalah yang anda hadapi. Belajarlah menjadi anggota suatu tim kerja, pemimpin dan inovator yang baik.
7. Milikilah selalu rasa ingin tahu dan jadilah seorang pengamat: Kembangkanlah semangat anda untuk mencari informasi. Inilah satu-satunya cara untuk dapat mengenali awal mula masalah yang sebenarnya. Hindarilah pertentangan cara berfikir anda. Temukanlah faktor-faktor yang dapat dijadikan kunci utama.
8. Bertanyalah Mengapa, Apa, Yang Mana, Di Mana, Kapan, Siapa, Bagaimana, Apabila: Refleksikanlah selalu terhadap setiap aspek dari masalah anda. Jangan terlalu capat berprasangka terhadap ide-ide.
9. Kembangkan daya berfikir reflektif dan kemampuan-kemampuan berfikir anda: Bermimpilah siang hari tentang masalah anda. Meloncatlah kesana kemari di antara daya nalar, kritis, khayalan dan berfikir melantur. Perbaikilah tingkat kemampuan berfikir anda melalui cara mempelajari sesuatu dan mempraktekkannya.
10. Bangunlah dasar pengetahuan dan intuisi anda melalui kegiatan membaca dan lain-lainnya: Jagalah kerapian arsip anda. Belajarlah tentang cara bagaimana melakukan penelitian dan cara memvisualisasikan.
11. Dengan pikiran yang terbebani, gunakan pemicu-pemicu untuk menstimulasi ide-ide, pendangan dan iluminasi: Manfaatkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam item no. 1 di atas untuk memicu gudang ingatan anda dan mengkaitkannya dengan apa yang anda baca, lihat atau pikirkan. Dengan cara ini, anda akan memproduksi ide-ide malalui cara iluminasi yang berkembang secara bertahap. Pekalah terhadap setiap kesempatan-kesempatan baik.
12. Bebanlah pikiran anda dengan data, prinsip-prinsip dasar, teori-teori dan konsep-konsep dari masalah anda: Kemudian ---BERISTIRAHATLAH--- dan pastikanlah diri anda untuk memulai memikirkan kembali masalah anda. Dengan mendadak, suatu loncatan imajinasi akan mungkin terjadi dalam diri anda.
Penutup
Pada bagian ini akan saya berikan “tips” untuk sikap kreatif sehingga bermanfaat untuk anda kembangkan dengan belajar sendiri. Sikap kreatif jangan terbatas pada membaca dan seminar, ikutilah workshop atau lakukan modeling kreatifitas.
Kita perlu memiliki pengetahuan umum seluas mungkin, bacalah bidang apa saja. Belajar apapun tidak ada ruginya, jika anda mampu menggunakan asas manfaat. Mulailah dengan rajin mencatat, membuat dokumentasi dan jagalah kerapian arsip anda. Milikilah konsep-konsep pemandu atau “pisau-pisau tajam” untuk membedah permasalahan.

Rabu, 01 April 2020

Marhaban Yaa Ramadhan



Insya Allah Ramadhan akan segera tiba, oleh karenanya Setidaknya ada 5 hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut Ramadhan, apa saja 5 persiapan tersebut?

1. Mempersiapan Nurani (Ruhiyah)

Persiapan ruhiyah atau mempersiapkan nurani untuk menyambut bulan Ramadhan merupakan persiapan yang sudah seharusnya dipersiapkan. Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan cara tazkiyatun nafs/membersihkan hati dari penyakit-penyakit dalam jiwanya sehingga hati nurani akan bersih dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu ibadah di bulan Ramadhan nantinya. “Dan beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya ” (Asy-Syams:9)

2. Mempersiapan Ilmu Ramadhan (ilmiyah)

Ibadah di bulan Ramdhan akan lebih maksimal jika kita mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan yang dapat membekali kita untuk menjalani ibadah di bulan ini, terutama ilmu-ilmu tentang amalan di bulan Ramadhan seperti hikmah puasa Ramadhan, tadarus Al-Quran, shalat Tarawih, i’tikaf di masjid hingga zakat.
Kita dapat mengetahui ilmu yang dapat menjadi bekal ramadhan nantinya melalui banyak cara. Bisa dengan mengikuti pengajian/majelis, membaca buku tentang Ramadhan, bertanya kepada ahlinya, bisa juga mencari melalui media internet. Dengan mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Ramadhan kita akan lebih siap melaksanakan amalan-amalan di bulan Ramadhan.

3. Mempersiapkan Fisik (Persiapan Jasadiyah)

Puasa identik dengan ibadah yang memerlukan fisik yang prima. Orang yang fisiknya kuat akan lancar dalam menjalankan puasa. Oleh karen itu, kita perlu mempersiapkan fisik kita untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan lancar walaupun saat bekerja.
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR.Muslim, Baihaki, Ibnu Majah)

4. Mempersiapkan Harta (Persiapan Maliyah)

Mempersiapkan harta di bulan Ramadhan bukan berarti untuk membeli makanan yang banyak, melainkan untuk amal ibadah seperti infak/shadaqah, zakat mal maupun zakat fitrah, atau memberi makanan buka puasa untuk orang lain.
Dengan melakukan persiapan di atas semoga ibadah kita di bulan Ramahan nantinya akan lebih maksimal dan tentunya mendapat pahala dari Allah Ta’ala. Pada akhirnya, Selamat menyambut bulan Ramadhan bagi umat muslim di seluruh dunia.

5. Jangan Lupa, Perbarui Taubat!

Nabi SAW telah mengingatkan kita pada sabdanya:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون
“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”
Taubat di sini mengisyaratkan tata cara seseorang menghadapi bulan ramadhan. Dia menyambut bulan ramadhan tanpa beberapa sekat yang akan mengotri bulan ramadhan. Oleh karena itu muslim yang memperhatikan hal ini akan selalu berusah untuk memohon ampunan kepada Allah SWT agar suci dari dosa. Sebagaiaman yang disebutkan dalam firman Allah SWT:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [QS. An Nuur: 31]
Taubat yang dibutuhkan bukanlah seperti taubat yang sering kita kerjakan. Kita bertaubat, lidah kita mengucapkan, “Saya memohon ampun kepada Allah”, akan tetapi hati kita lalai, akan tetapi setelah ucapan tersebut, dosa itu kembali terulang. Namun, yang dibutuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat.
Jangan pula taubat tersebut hanya dilakukan di bulan Ramadhan sementara di luar Ramadhan kemaksiatan kembali digalakkan. Ingat! Ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.



Selasa, 31 Maret 2020

Doa Rasulullah agar Terhindar dari Wabah Penyakit






wabah atau penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah orang di daerah yang luas melalui kontak kulit langsung. Covid-19 di awal 2020 telah merenggut banyak korban meninggal di Indonesia setelah sebelumnya di China dan Iran. Dalam situasi seperti ini, kita dianjurkan berdoa kepada Allah sebagai tempat berlindung dari segala kejahatan dan keburukan yang ada di muka bumi. Lafal doa berikut ini pernah diajarkan oleh Rasulullah untuk berlindung dari wabah dan penyakit mengerikan lainnya.


 اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ


Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.”



Namun, di balik itu, ada beberapa hal yang dapat memberi harapan di tengah pandemi covid-19

1. Tingkat polusi menjadi turun
Saat sejumlah negara menutup wilayah mereka guna menghentikan penyebaran virus corona, tingkat polusi pun menurun secara signifikan.

2. Air kanal-kanal semakin jernih
Seiring dengan menurunnya polusi udara, warga Venesia di Italia melihat kualitas air pada kanal-kanal di kota mereka semakin baik. Ini karena tiadanya wisatawan yang berkunjung ke kota itu, lalu lintas di kanal-kanal pun menurun drastis sehingga sedimen dapat berkumpul.

3. Ketulusan
Wabah tersebut juga mendorong ketulusan warga dan aksi kebaikan yakni berbagi di seluruh dunia.

4. Timbul kebersamaan
Di tengah pandemi ini juga, ada solidaritas yang terbangun di dalam komunitas-komunitas di banyak tempat.


5. Terjadi gelombang kreativitas
Ketika jutaan orang berada dalam isolasi, banyak di antara mereka yang menggunakan momen itu untuk berkreatifitas. Para warga berbagi mengenai hobi mereka, termasuk membaca, membuat kue, merajut, dan melukis di media sosial.


Senin, 09 Maret 2020

DAFTAR ISI

.mbtTOC{border:5px solid #f7f0b8;box-shadow:1px 1px 0 #EDE396;background-color:#FFFFE0;color:#707037;line-height:1.4em;margin:30px auto;padding:20px 30px 20px 10px; font-family:oswald, arial;display: block;width: 70%;} .mbtTOC ol,.mbtTOC ul {margin:0;padding:0;} .mbtTOC ul {list-style:none;} .mbtTOC ol li,.mbtTOC ul li {padding:15px 0 0; margin:0 0 0 30px;font-size:15px;} .mbtTOC a{color:#0080ff;text-decoration:none;} .mbtTOC a:hover{text-decoration:underline; } .mbtTOC button{background:#FFFFE0; font-family:oswald, arial; font-size:20px;position:relative; outline:none;cursor:pointer; border:none; color:#707037;padding:0 0 0 15px;} .mbtTOC button:after{content: "\f0dc"; font-family:FontAwesome; position:relative; left:10px; font-size:20px;}

Rabu, 26 Februari 2020

PRINSIP 5,8,9



Prinsip 5 
"Pendapat imam atau wakilnya tentang sesuatu yang tidak ada teks hukumnya, tentang sesuatu yang mengandung ragam interpretasi, dan tentang sesuatu yang membawa kemaslahatan umum bisa diamalkan sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah umum syariat. Ia mungkin berubah seiring dengan perubahan situasi, kondisi, dan tradisi setempat. Yang prinsip, ibadah itu diamalkan dengan kepasrahan total tanpa mempertimbangkan makna. Sedangkan dalam urusan selain ibadah (adat istiadat) maka harus mempertimbangkan maksud dan tujuannya."

Dalam pasal yang kelima ini, Hasan al-Banna ingin mengatakan bahwa semua pendapat imam yang tidak ada teks hukumnya boleh kita amalkan jika memang itu membawa kemaslahatan ummat. Dari sini juga, semua manusia bisa menggunakan ijtihadnya masing-masing. Jadi dalam mengambil keputusan yang didalamnya tidak mengandung atau tidak ada dalil sebagai landasan hukumnya, maka kita boleh mengambil pendapat imam yang kita yakini atau kita punya ijtihad sendiri.

Namun, dalam bukunya "Membina Angkatan Mujahid" - yang dijadikan rujukan utama oleh penulis - dikatakan bahwa kenapa seorang imam ? Imam disini adalah kepala tertinggi dalam suatu negara. Kalau negara itu demokrasi, maka imam itu adalah presiden. Jadi, ketika ada permasalahan yang tidak ada didalam al-quran dan hadits, maka presiden berhak memilih dari berbagai pendapat dari ulama fiqh yang dianggap membawa mashlahat, karena tujuan kita adalah mewujudkan agama islam sebagai rahmatan lil 'alamin.

Namun dalam suatu kondisi dan tradisi tertentu, maka pendapat yang bersifat ijtihadi boleh kemudian kita atau presiden mengubah pendapatnya dan kemudian memilih pendapat dari ulama lain mengenai masalah tersebut. Jadi kemudian bagaimana bisa membawa islam ini jauh lebih mudah dipahami. Asalkan tidak mengandung interpretasi yang kemudian bisa menurunkan wibawa islam.

Dalam mengambil keputusan mana yang akan dijadikan pijakan hukum setelah al-quran dan hadits, maka harus ditetapkan dengan mengumpulkan orang-orang yang ahli dalam bidang fiqhiyah, dan bidang-bidang yang bersangkutan dengan permaslahan tersebut. Seperti contoh misalkan adalah bagaimana menyikapi halal atau haramnya kopi luwak. Imam negara ini harus mampu untuk memutuskan. Oleh karena itu, dibentuklah atau pendapat-pendapat tadi dibingkai oleh musyawarah ahlu syura di negara islam dalam persepektif kemashlahatan islam

Adapun ungkapan "Yang prinsip, ibadah itu diamalkan dengan kepasrahan total tanpa mempertimbangkan makna. Sedangkan dalam urusan selain ibadah (adat istiadat) maka harus mempertimbangkan maksud dan tujuannya." Adalah bahwa yang pokok dalam urusan syariat kehidupan kita harus mencari dalil dan hukum tentangnya. Kemudian dari sana kita membuat analogi untuk menghasilkan kaidah-kaidah baru dan kemashlahatan sebagai pemahaman secara umum. Adapun urusan peribadatan, yang pokok adalah sikap menerima dan komitmen.(Said Hawwa, membina angkatan mujahid, hal.145)


Prinsip 8 
"Khilaf dalam masalah furu'(cabang) hendaknya tidak menjadi faktor pemecah belah agama, tidak menyebabkan permusuhan, dan tidak menyebabkan kebencian. Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya, sementara itu tidak ada larangan melakukan studi ilmiah yang jujur terhadap persoalan khilafiyah dalam naungan kasih sayang dan saling membantu karena Allah untuk menuju kepada kebenaran. Semua itu tanpa melahirkan sikap egois dan fanatik"

Dalam pasal kedelapan ini, ada beberapa poin yang bisa atau dapat kita ambil pelajaran darinya. Yang pertama : permasalahan khilafiyah yang kemudian tidak menjadi pemecah belah, permusuhan dan kebencian. yang kedua : Setiap mujtahid mendapatkan pahala atas apa yang telah di-ijtihad-kan. Yang ketiga : boleh untuk melakukan studi ilmiah yang jujur dalam masalah khilafiyah. Output dari ketiganya adalah tidak ada sikap egoisme dan fanatikisme.

Permasalahan khilafiyah tentu saja sudah menjadi bahan diskusi kita, baik di kelas maupun di ruangan kuliah sekalipun. Tentu ada beberapa hal yang kemudian tahu tentang bagaimana menyikapi perbedaan dalam masalah furu'iyah dan tentu ada juga yang sebenarnya paham, namun dirinya tidak paham dalam menyikapi masalah ini. Dan inilah yang kemudian harus dipahami. Mungkin, masyarakat luas di Indonesia ini masih dalam tahap yang kedua. Sehingga ketika mereka berdiskusi dan tidak ada penengah dalam hal ini, maka mereka sesungguhnya sudah terjerumus ke dalam hasutan syetan. Karena apa ? Karena hasil akhir dari diskusi itu nantinya hanya akan menimbulkan perpecahan dan terjadi class-isasi yang terasa terkotak-kotak. Golongan A bergaul dengan golongan A yang se-fikroh, golongan B bergaul dengan golongannya. Inilah yang kemudian Hasan al-Banna mewanti-wanti. Apakah kemudian kita tidak boleh membuka diskusi untuk porsi yang seperti ini ? Boleh, hanya saja kita harus lebih bersikap dewasa dan kemudian tidak terjadi pengkelasan masyarakat.

Prinsip dalam memahami masalah khilafiyah (perbedaan) adalah seperti apa yang dikatakan oleh Allah dalam surat al-Kafirun : Lakum diinukum waliya diin.. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Bagimu mazhabmu, bagiku mazhabku. Itu saja, selesai urusan. Jangan kemudian hanya berbeda pendapat, kita melupakan hal yang wajib yaitu menjaga persatuan dan kesatuan (baca : Ukhuwwah). Padahal,kan sudah jelas kalau dalam al-quran itu, Allah lebih menekankan kepada ukhuwwah ? Lalu adakah kemudian para sahabat menyikapi masalah khilafiyah ini juga dengan sikap kebencian dengan mazhab yang lain ? Khilafiyah dalam beribadah akan lebih baiknya mungkin kita serahkan kepad orang yang memang berkompeten dalam bidangnya. Dan tentu, merujuk dalam Pasal ke-6 mengatakan bahwa pendapat setiap orang boleh ditolak, boleh diterima.

"Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya". Seperti yang telah penulis jelaskan pada pasal-pasal awal, bahwa seorang mujtahid jika benar akan mendapatkan pahala dan ketika salah atau dalam mengutip sebuah hadits ternyata hadits itu dhaif, maka tidak ada dosa baginya, wallahu a'lam apakah kemudian dia juga mendapatkan pahala atas apa yang diijtihadkan ataukah hanya sebatas tidak ada dosa atasnya. Karena sudah jelas permasalahan disini, bahwa ragam interpretasi dari perkataan Allah (al-Quran) yang bersifatnya masih global dan perkataan Nabi (hadits) pasti akan banyak. Sehingga tidak dapat kita pungkiri lagi, bahwa wajar kalau kemudian muncul mazhab-mazhab dalam ibadah. Sejenak kita merefleksikan diri kita dan kemudian kita kembali pada zaman penjajahan. Bagaimana para ulama bisa berkumpul, bersatu padu mulai dari ulama wahabbi hingga ulama nasionalis, misalkan. Mereka kemudian berkumpul membentuk organisasi M.I.A.I (Majlis Islam A'la Indonesia). Majelis ini sungguh sangat dihormati oleh semua kalangan masayrakat. Dan majelis ini, adalah perkumpulan dari ulama-ulama yang membahas tentang permasalahan khilafiyah. Lalu bagaimana dengan potret MUI (Majelis Ulama Indonesia) sekarang ini ? Sebagian fatwa-fatwanya tidak didengarkan oleh masyarakat luas. Inilah yang membuat umat islam mundur dari kejayaan. Masyarakat Islam Indonesia tidak lagi mendengarkan arahan atau fatwa-fatwa MUI. Akhirnya, fungsi MUI hanya terlihat sangat sempit dari yang sebelumnya.

"Sementara itu tidak ada larangan untuk melakukan studi ilmiah yang jujur terhadap persoalan khilafiyah dalam naungan kasih sayang dan saling membantu karena allah untuk menuju kepada kebenaran". Studi ilmiah yang seperti inilah yang akan membawa angin segar bagi kita semua. Kenapa angin segar ? Karena, dengan studi ilmiah akan terlihat lebih jelas semua permasalahan-permasalahan yang ada di dalam elemen masyarakat. Kemudian disini mengkaji tentang perbandingan mazhab dan satu kasus diselesaikan tidak hanya dengan sudut pandang satu mazhab saja, akan tetapi beberapa mazhab yang memang kuat di masyarakat luas. Asalkan ada syaratnya yaitu ia jujur terhadapa persoalan khilafiyah. Artinya bahwa ketika melakukan studi ilmiah ini, ia tidak memojokkan mazhab tertentu. Dan memang sengaja untuk menunjukkan bahwa mazhab-mazhab yang lain itu tidak salah. Karena mereka sudah punya dalilnya. Maka sangat tidak etis sekali kalau kita menjelek-jelekan mazhab lainnya.

"Semua itu tanpa melahirkan sikap egois dan fanatik". Inilah output yang diinginkan Hasan al-Banna dalam pasal ini. Dan mungkin implementasinya harus kepada yang lain. Disini sudah jelas, bahwa sikap egois dan fanatik akan membawa kepada perpecahan, permusuhan, dan perpecah-belahan. Kalau semua ketika kita dalam melakukan sebuah diskusi yang mungkin menelaah tentang khilafiyah, sifat inilah (tidak egois dan tidak fanatik) yang pertama kali harus kita tanamkan jikalau kita ingin berdiskusi ringan.





Prinsip 9
"Setiap masalah yang amal tidak dibangun diatasnya, sehingga menimbulkan perbincangan yang tidak perlu, adalah kegiatan yang dilarang secara syar'i. Misalnya memperbincangkan berbagai hukum tentang masalah yang tidak benar-benar terjadi atau memperbincangkan makna ayat-ayat al-Quran yang kandungan maknanya tidak dipahami oleh akal pikiran, atau memperbincangkan perihal perbandingan keutamaan sahabat-sahabat Nabi dan perselisihan yang terjadi diantara mereka, padahal masing-masing dari mereka memiliki keutamaan sebagai sahabat nabi dan pahala niatnya. Dengan ta'wil (menafsiri baik perilaku para sahabat) kita terlepas dari persoalan."

Disini Hasan al-Banna ingin mencoba untuk melepaskan kita dari perdebatan panjang dan berlarut-larut yang tiada manfaatnya. Mendiskusikan masalah memang ada baiknya, namun jika diskusi yang tidak membawa manfaat, maka sebaiknya dikurangi atau mungkin dihindari. Karena sesungguhnya kita hanya mampu berdiskusi tanpa beramal. Padahal, harapan dari setiap diskusi adalah amal atau kerja. Setelah berdiskusi tentu kita akan bergerak dan melakukan apa yang didiskusikan tadi.

Dalam pasal kesembilan ini, Hasan al-Banna memberikan contoh yaitu; 1). memperbincangkan berbagai hukum tentang masalah yang tidak benar-benar terjadi atau 2) memperbincangkan makna ayat-ayat al-Quran yang kandungan maknanya tidak dipahami oleh akal pikiran, atau 3) memperbincangkan perihal perbandingan keutamaan shabat-sahabat Nabi dan perselesihan yang terjadi diantara mereka. Mungkin tiga poin inilah yang kemudian menjadi sebab jatuhnya islam.

Permasalahan yang sebenarnya belum terjadi sesungguhnya tidak perlu kita untuk mendiskusikan. Hanya akan menambah beban kita sebagai seorang muslim. Perilaku para sahabat yang patut kita contoh adalah, mereka senatiasa tidak mendiskusikan permasalahan yang belum terjadi. Ketika sudah terjadi, maka mereka baru mencari landasannya di al-Quran dan Hadits. Kalaupun tidak ditemukan, maka mereka baru berdiskusi tentang hukumnya tersebut. Bagaimana tentang cerita yang di Bani Quraidhah, Rasulullah menyuruh untuk sholat ashar pas disana, namun ternyata ditengah perjalanan telah masuk ashar. Ada sebagian sahabat yang meneruskan perjalanannya dan ada sebagian berhenti untuk sholat dulu. Apa sebelum ada kasus seperti ini, para sahabat sudah mendiskusikannya ?? Inilah makna dari apa yang disampaikan oleh Imam Hasan al-Banna. Sahabat umar dahulu melaknat orang yang bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi.

Dalam bukunya Said Hawwa 'Membina Angkatan Mujahid' halaman 147. Bahwa ada beberapa masalah yang bukan termasuk wilayah aqidah yang dibebankan kepada kita, masalah itu juga tidak termasuk dalam fiqh yang kita perlukan, dia juga bukan termasuk masalah perilaku yang harus kita rujuk kepada al-Kitab dan Sunnah, bukan pula persolan penting bagi kehidupan dunia dan akhirat. Dan seyogyanya kita tidak usah membahasnya, karena ia tidak akan keluar dari wujudnya sebagai sikap mengikuti hawa nafsu, memuaskan logika semata, dan menyia-nyiakan waktu, bahkan ia termasuk dalam berilaku banyak omong (OmDo) dan memaksakan diri. Allah berfirman dalam surat Shad : 86 "Katakanlah (Hai Muhammad) ,'Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahKu dan aku bukanlah termasuk golongan orang-orang yang memberat-beratkan". Bagaimana kemudian Rasulullah meneruskan ayat ini dengan sabdanya : "Aku dan kemashlahatan ummatku bersih dari memberat-beratkan diri".
Bahasan kedua dari pasal 9 ini, ustadz Hasan al-Banna mencoba mengingatkan kepada kita bahwa ada beberapa ayat di al-Quran yang memang tidak perlu penafsiran lebih dan juga ada ayat-ayat yang mutasyabihat. Dan menafsirkan ayat-ayat ini (ayat-ayat yang penafsirannya belum dipahami oleh manusia) termasuk contoh dari beberapa masalah yang tidak membuahkan amal dan tidak termasuk yang dibahas dalam ayat-ayat al-Quran yang jelas tafsirnya. Dan ini merupakan etika para ulama di setiap masa.

Fenomena dari memperbincangkan makna ayat-ayat al-Quran yang kandungan makna belum dipahami oleh akal adalah meyakini secara pasti sesuatu yang tidak seyogyanya diyakini demikian atau mendebatkan masalah yang tidak seharusnya dibahas dengan perdebatan. Sebagai contoh adalah ayat berikut :

"Bahwasannya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah diatas tangan mereka "

Apakah yang dimaksud dengan tangan Allah dalam ayat diatas ? apakah tangan Allah memang seperti tangan kita sebagai makhluk atau seperti apa ?? Kita haruslah paham, bahwa sesungguhnya Allah itu tidak akan pernah menyerupai makhluk-Nya. Siapapun itu dan apapun bentuknya. Kita juga jangan terlalu mendebatkan permasalahan ini. Memperbincangkan dan mendiskusikan secara berlebihan dengan mengungkapkan berbagai kemungkinan atas nash adalah perbuatan memaksakan diri dan dapat menjerumuskan kedalam kesesatan.

Selanjutnya ustadz Hasan al-Banna mengatakan : "... atau memperbincangkan perihal perbandingan keutamaan dan perselisihan yang terjadi diantara para sahabat, padahal masing-masing dari mereka memiliki keutamaannya sebagai sahabat nabi dan pahala niatnya. Dengan takwil kita terlepas dari persoalan"

Memperbincangkan masalah membanding-bandingkan sahabat apakah sabahat ini baik, apakah sahabat itu buruk sifatnya adalah sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena mereka sudah mempunyai pahala atas niatnya masing-masing. Penulis mencoba menganalasis bahwa mendiskusikan masalah ini datang ketika ada fitnah yang menimpa sahabat ali dengan muawiyah dalam perang shiffinnya. Dan juga fitnah yang menimpa sahabat ali dengan ummul mukminin 'Aisyah dalam perang jamal.

Banyak orang-orang yang kemudian mempertanyakan misalnya dalam perang shiffin, Muawiyah adalah orang yang curang ketika dalam perang tersebut dan bla...bla...bla... Kita sebenarnya tidak ingin berlarut-larut untuk menanyakan atau mendiskusikan kira-kira siapa yang salah dalam perang shiffin yang menyebabkan orang-orang muslim bertumpah darah dengan orang-orang muslimnya. Kita cukup sampai batasan memahami hikmah dibalik peristiwa tersebut. Dan tidak usah saling menyalahkan.

Dalam hal ini, Said Hawwa punya beberapa pendapat :
1. Terdapat beberapa nash qath'iyyud dalalah (jelas maknanya) dan qath'iyyuts tsubut (jelas derajat riwayatnya) tentang keistimewaan sebagai sahabat dari sebagian yang lain. Ini bagian dari urusan aqidah yang sepatutnya diketahui oleh setiap muslim.
2. Perselisihan antara sahabat merupakan perselisihan yang-pada situasi tertentu- kadang-kadang mengakibatkan lahirnya peperangan. Namun perselisihan semacam itu hendaknya tidak berdampak bagi kesatuan umat islam di masa kini. Hanya saja jelas bahwa sebagian bentuk perselisihan itu telah diputuskan dalam nash. Hal ini tidak termasuk dalam berbagai masalah yang dilarang oleh Hasan al-Banna, karena merupakan bagian dari masalah-masalah aqidah. Nash yang menyatakan jelas dan tegas bahwa orang-orang yang menentang ali dari kalangan khawarij adalah kaum sesat. Nash menyatakan dengan jelas juga bahwa muawiyah adalah kelompok yang memberontak kepada ali. Jadi, sepanjang perkataan itu dibangun diatas pondasi argumentasi yang jelas, ia bukan termasuk sikap memaksakan diri, bahkan termasuk indikasi orang yang paham terhadap nash itu sendiri.
3. Perselisihan yang terjadi di kalangan sahabat itu tidak menafikkan keutamaan mereka. Oleh karenanya kita tidak boleh melemparkan tuduhan negatif tanpa dalil, tetapi hendaknya kita men-takwil kejadian yang menimpa kehidupan mereka bahwa hal itu terjadi karena berbeda ijtihad diantara mereka. Sebagian benar dan sebagian keliru. Itu lebih semangat bagi kita.

Jumat, 20 Desember 2019

PT SHAFFAN BERKAH BERSAMA






General Contractor, Pengadaan, Interior, Eksterior, Landscape

perusahaan yang bergerak dibidang perencanaan dan kontraktor, pengadaan, interior, eksterior & landscape  (desain, rancang dan bangun) 

Siap untuk  proyek hunian manapun, komersil dari mulai proses desain (2d & 3D) sampai dengan proses pengerjaan lapangan. 

Desain kreatif, workshop yang handal dan didukung tenaga kerja ahli yang profesional membuat kami dapat selalu menyajikan desain terbaik sesuai kebutuhan anda



Kantor : Komp. Ruko Kodya Asri, Jl. Gajah Mada No.B13 Jempong Baru, Kec. Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat 83116

https://goo.gl/maps/wwqdDEnb5vSgJgdWA







LANDSCAPE

EXTERIOR

GENERAL CONTRACTOR

BUILDING CONSTRUCTION

DESIGN & SUPERVISION




Selasa, 17 Desember 2019

DIRGAHAYU NTB yg ke 61








Dirgahayu NTB yg ke - 61
17 Desember 1958 - 17 Desember 2019




Kamis, 05 Desember 2019

Perbedaan Si Cerdas dan Si Bodoh





berikut lima perbedaaan fundamental antara orang cerdas dan orang bodoh.
1. Orang bodoh menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri
Kebiasaan menyalahkan orang lain adalah perilaku tidak profesional yang tidak akan pernah dilakukan orang cerdas. Orang yang secara konsisten menutupi kesalahannya dengan menyalahkan orang lain menunjukkan betapa tidak bertanggung jawabnya dia.
2. Orang bodoh merasa paling benar sepanjang waktu
Dalam sebuah konflik, orang yang cerdas lebih mampu berempati pada orang lain dan mengerti argumentasi mereka. Orang cerdas mampu mengintegrasikan pendapat orang lain dengan pikirannya tanpa meremehkan pandangan orang lain.
Sebaliknya orang bodoh selalu merasa perlu untuk berargumentasi dengan orang lain untuk memastikan bahwa dirinya yang paling benar. Bias kognitif yang dialami orang bodoh membuatnya tidak mampu untuk melihat kemampuan sendiri sehingga selalu merasa dirinya superior.
3. Orang bodoh bereaksi terhadap konflik dengan kemarahan
Si cerdas juga bisa marah, tetapi marah yang bijaksana. Berbeda dengan orang bodoh yang bereaksi berlebihan dalam segala hal yang tidak menyenangkan hatinya.
4. Orang bodoh mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain
Orang cerdas cenderung mampu berempati dengan keadaan orang lain. Tetapi, orang bodoh selalu mementingkan dirinya sendiri. Dia cenderung tidak mampu untuk melihat kebutuhan dan perasaan orang lain dengan karena egonya.
5. Orang bodoh merasa lebih baik dari siapa pun
Orang cerdas cenderung mampu memotivasi atau menolong orang lain. Hal ini dilakukan karena mereka percaya diri akan kemampuan sendiri tanpa takut dikalahkan orang lain. Sedangkan orang bodoh akan melakukan segala cara agar dirinya terlihat lebih baik dari orang lain. Mereka percaya bahwa dirinya jauh lebih baik dari semua orang.

Rabu, 20 November 2019

Seminar *4 Langkah Melunasi Hutang Riba* dan *Launching Cabang Elang Motor Mataram*




















Bingung mencari Solusi Hutang Riba ?
Apakah Anda ingin segera melunasi Hutang Riba ?

Jawabannya ada pada:

WORKSHOP: *4 LANGKAH MELUNASI HUTANG RIBA* dan *MARKETING FORUM ELANG MOTOR INDONESIA*
InsyaAllah semua orang bisa melunasi hutang Riba

Pemateri:
*ADE EKA SAPUTRA*
( @adekacoach )
Certified Business Practitioner NLP
10 tahun mantan praktisi Perbankan Syariah & Konvensional
Penulis buku “*Yuk Hijrah!*” dan “*Millenial StartUp*”
Direksi Elang Motor Indonesia

Waktu :
Selasa, 03 Desember 2019
08.00 – 11.45 WIB

Biaya : 100rb/orang
Free coffee break

Tempat :
Mataram Square Hotel *)
Jalan R Soeprapto No 21 A Mataram, Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, 83112

Untuk hasil yang lebih Maksimal disarankan bersama pasangan Suami & Istri
*Terbuka peluang* menjadi MARKETING FREELENCE dengan *penghasilan jutaan rupiah perbulan*. Daftar di tempat.

SEGERA DAFTAR, TEMPAT TERBATAS
——
*) dalam konfirmasi

Informasi & Pendafataran:
Admin Elang Mataram – 0819-1310-0200
Facebook: Komunitas Syariah Tanpa Riba
Instagram: @komunitassyariahtanpariba
website: www.komunitassyariahtanpariba.com

Minggu, 10 November 2019

Zero Waste



Berapa lama barang2 ini terurai ?

Tissue kertas  - 2-4 minggu
Kulit pisang- 3-4 mgg
Kantung kertas - 1 bulan
Koran - 1.5 bulan
Inti apel - 2 bulan
Kardus - 2 bulan
Sarung tangan katun - 3 bulan
Kulit jeruk  - 6 bulan
Tripleks - 1-3 tahun
Kaos kaki wol - 1-5tahun
Karton susu- 5 tahun
Puntung rokok - 10-12 tahun
Sepatu kulit - 25-40 tahun
Kaleng baja - 50 tahun
Gelas plastik busa - 50 tahun
Sol sepatu karet - 50-80 tahun
Kontainer plastik - 50-80 tahun
Kaleng aluminium - 200-500 tahun
Botol plastik - 450tahun
Popok sekali pakai - 550 tahun
 pancing monofilamen- 600 tahun
Kantong plastik - 200-1000 tahun.

Kami meminta anda untuk membagikan informasi ini dengan jaringan anda sebanyak mungkin.

Ini akan menciptakan kesadaran di antara orang-orang bahwa plastik adalah salah satu alasan utama terkait efek rumah kaca global.

Ayo dukung lingkungan yg hijau. 🌵🌲🌳🌴🌿🍀☘🍃🌾