Kamis, 26 Februari 2026

JANGAN PERNAH LELAH BERDOA

 




Ada hamba yang lelah berdoa. Mengira doanya tak pernah diijabah. Padahal berdoa itu sendiri sebuah karunia dan rahmat yang tak terkira besarnya.


Ibnul Qayyim Al-Jauzi dalam kitab Al-Fawaid menukilkan pernyataan Umar bin Khathab, "Sesungguhnya bukan pengabulan doa yang mendorongku untuk berdoa, karena yang menjadi tekadku adalah untuk benar-benar berdoa. Karena, apabila aku diberi hidayah untuk dapat berdoa, maka pengabulan akan menyertai bersamanya".


Maka jangan pernah lelah meminta kepadaNya. Terlebih di bulan mulia.



Sabtu, 21 Februari 2026

Tadabbur Haraki Surah Al-‘Ashr: Manhaj Gerakan dan Rekonstruksi Komitmen di Bulan Ramadhan

 


@ Wildan Hakim

Surah Al-‘Ashr hanya tiga ayat, tetapi para ulama menyebutnya sebagai ringkasan manhaj keselamatan. 


Imam Syafi’i bahkan berkata;


 "لو تدبر الناس هذه السورة لوسعتهم"


“Seandainya manusia mentadabburi surah ini, niscaya ia akan mencukupi mereka.”


Atau dalam riwayat lain;


لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم


“Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah (argumentasi/petunjuk) kepada makhluk-Nya selain surah ini saja, niscaya surah ini telah mencukupi mereka.”


Dalam konteks Ramadhan, surah ini bukan sekadar nasihat spiritual—ia adalah peta kerja gerakan dan evaluasi total atas umur, amal, dan komitmen jama‘i.


🍁“Demi Masa” — Ramadhan adalah Momentum, Bukan Rutinitas


Allah bersumpah dengan waktu. Sumpah ini menunjukkan bahwa waktu adalah modal utama manusia.


Ramadhan adalah:


🌴Momentum percepatan ruhiyah


🌴Bulan pengkaderan kesabaran


🌴Madrasah pembentukan disiplin


🌴Waktu emas restrukturisasi niat dan arah perjuangan


Dalam perspektif haraki, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah personal, tetapi:


Bulan recharging visi dakwah dan penguatan barisan.


Jika waktu berlalu tanpa peningkatan iman dan kontribusi, maka kita masuk dalam kategori: “Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.”


Kerugian bukan hanya maksiat. Kerugian adalah stagnasi. Kerugian adalah tidak bertumbuh.


🍁Empat Pilar “Matriks Kemenangan” dalam Ramadhan


Surah ini menyebut empat syarat keselamatan. Dalam konteks Ramadhan dan dakwah, ia membentuk matriks kader ideal:


🔹 A. Iman — Fondasi Ruhiyah


Ramadhan menguji kualitas iman, bukan sekadar kuantitas ibadah.


Iman yang dimaksud bukan hanya pengakuan, tetapi:


🌴Keyakinan terhadap visi Islam


🌴Kepercayaan penuh pada janji kemenangan Allah


🌴Loyalitas terhadap manhaj


Ramadhan adalah bulan tatsbitul iman (peneguhan iman). Jika setelah Ramadhan semangat dakwah melemah, berarti ada yang salah pada fondasi iman.


🔹 B. Amal Shalih — Produktivitas, Bukan Seremonial


Iman harus terkonversi menjadi amal nyata.


Dalam konteks gerakan:


🌴Amal adalah kontribusi.


🌴Amal adalah pelayanan.


🌴Amal adalah pengorbanan.


Ramadhan melatih produktivitas dalam keterbatasan (lapar, lelah, kurang tidur). Ini simulasi ketahanan kader.


Jika kita bisa tetap produktif dalam kondisi puasa, berarti kita sedang dilatih untuk tetap istiqamah dalam tekanan.


🔹 C. Saling Menasihati dalam Kebenaran — Budaya Korektif


Kata “tawāshau” menunjukkan proses timbal balik.


Ramadhan harus menghidupkan:


🌴Budaya saling mengingatkan


🌴Evaluasi jama‘i


🌴Muhasabah struktural


Gerakan yang berhenti menasihati akan digerogoti ego. Ramadhan adalah momentum memperbaiki komunikasi, menghilangkan prasangka, dan menyatukan visi.


Tanpa budaya tawāshau, amal akan melemah dan iman akan terfragmentasi.


🔹 D. Saling Menasihati dalam Kesabaran — Ketahanan Ideologis


Sabar dalam dakwah berarti:


🌴Sabar terhadap tekanan eksternal


🌴Sabar menghadapi dinamika internal


🌴Sabar dalam proses panjang kemenangan


Ramadhan melatih sabar secara praktis:


🌴Menahan lapar


🌴Menahan emosi


🌴Menahan keinginan


Jika kita gagal menjaga lisan saat puasa, bagaimana menjaga konsistensi perjuangan saat tekanan datang?


Sabar bukan pasif. Sabar adalah stabilitas dalam badai.


🍁Ramadhan: Evaluasi Total Kader dan Gerakan


Surah Al-‘Ashr memberi pesan tegas:


Kerugian adalah default manusia. Kemenangan harus diperjuangkan.


Ramadhan adalah:


🌴Audit iman


🌴Audit amal


🌴Audit kontribusi


🌴Audit kesabaran


Pertanyaan haraki yang harus kita jawab di bulan ini:


🌴Apakah iman kita meningkat atau hanya ritual bertambah?


🌴Apakah amal kita berdampak atau hanya simbolik?


🌴Apakah kita membangun budaya nasihat atau memperkuat kubu?


🌴Apakah kita sabar dalam visi atau mudah lelah oleh opini?


🍁Karakter Kader “Al-‘Ashr” di Bulan Ramadhan


Kader Al-‘Ashr adalah:


🌴Menghargai waktu lebih dari harta


🌴Menjadikan Ramadhan sebagai akselerator perubahan


🌴Memahami bahwa keselamatan bersifat kolektif


🌴Menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan


Ramadhan bukan akhir perjalanan. Ia adalah titik loncat menuju 11 bulan berikutnya.


Jika setelah Ramadhan:


🌴Disiplin meningkat


🌴Komitmen menguat


🌴Ukhuwah membaik


🌴Produktivitas dakwah bertambah


Maka kita telah lulus dari madrasah Al-‘Ashr.


🍁Penutup: Ramadhan dan Janji Kemenangan


Surah Al-‘Ashr mengajarkan bahwa keselamatan bukan kebetulan. Ia hasil dari iman yang kokoh, amal yang nyata, nasihat yang hidup, dan sabar yang panjang.


Ramadhan adalah laboratorium empat nilai itu.


Jangan biarkan bulan ini berlalu hanya dengan rasa lapar. Biarkan ia berlalu dengan perubahan struktur jiwa dan arah gerakan.


Karena waktu terus berjalan. Dan demi masa — kita tidak punya kemewahan untuk kalah.



Jumat, 20 Februari 2026

CV SHAFFAN ENGINEERING







Paket Desain Kami Meliputi :

JASA DESAIN ARSITEK EXTERIOR/INTERIOR

Desain Berkualitas, harga terjangkau 
✅Berpengalaman selama lebih dari 15 tahun 
✅Desain dijamin sesuai keinginan
✅Dikerjakan langsung oleh ahli
✅Proses mudah dan aman
✅Mempermudah anda dalam pembangunan anda dan perencanaan anda.


☑️3d render exterior
☑️gambar  arsitek
☑️gambar 3D interior 
☑️denah 3d
☑️Denah 2d
☑️gambar potongan
☑️gambar detail bangunan 
☑️R.A.B 









Segera konsultasikan kebutuhan desain arsitek yang anda inginkan

Gambar 3D Exterior bangunan ( bentuk jadi bangunan dari rumah yang sedang di desain)

Gambar konstruksi bangunan komplit ( sudah dapat di gunakan sebagai acuan dalam membangun rumah & syarat dalam mengurus IMB)

Rencana Anggaran Biaya ( RAB )

Perhitungan Struktur bangunan 

Supervisi (Pengawasan) bangunan

Print Out Gambar



Harga jasa untuk produk tersebut adalah Rp 30.000,- per m2 luas bangunan




INFORMASI LEBIH LANJUT 

HUBUNGI

087864197009 (FADLY)


Office :
Jl. Gotong Royong Gg. Garuda No 1
Presak Tempit Ampenan
Kota Mataram


email : shaffanengineering@gmail.com




Denah Lokasi CV Shaffan Engineering silahkan klik 

lokasi Kantor CV Shaffan Engineering


Ramadhan: Madrasah Jihad Melawan Diri Dan Jalan Kemenangan Dakwah

 


Ibnu Rajab rahimahullah berkata:


_“Ketahuilah, bahwa seorang mukmin pada bulan Ramadhan akan menghadapi dua bentuk jihad terhadap dirinya sendiri: jihad pada siang hari melalui pelaksanaan puasa, dan jihad pada malam hari melalui ibadah qiyam (salat malam). Barang siapa mampu menggabungkan kedua jihad tersebut, menunaikan hak-haknya dengan sempurna, serta bersabar dalam menjalaninya, maka ia akan diberikan pahala secara sempurna tanpa batas perhitungan.”_

(Lathā’if al-Ma‘ārif, hlm. 171)


Ibnu Rajab rahimahullah mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar musim ibadah, melainkan musim mujahadah — medan jihad seorang mukmin terhadap dirinya sendiri. Siang hari menjadi arena pengendalian syahwat melalui puasa, sementara malam hari menjadi ruang penyucian ruh melalui qiyam. Dua jihad ini tidak berdiri sendiri; keduanya saling menguatkan, membentuk pribadi yang kokoh, sabar, dan layak memikul amanah perjuangan.


Seorang kader dakwah perlu memahami bahwa kemenangan besar tidak lahir dari gemuruh slogan, tetapi dari kemenangan yang sunyi di dalam dada. Puasa mendidik kita untuk berkata “tidak” kepada keinginan yang halal sekalipun; maka bagaimana mungkin seorang aktivis dakwah tidak mampu berkata “tidak” kepada hawa nafsu, ambisi pribadi, atau ego organisasi? Qiyamullail melatih kita berdiri lama di hadapan Allah, agar kelak kita mampu berdiri tegak di hadapan ujian umat tanpa kehilangan arah.


Ramadhan dengan demikian adalah madrasah pembentukan kader. Siang hari mengajarkan disiplin, ketahanan, dan kesabaran strategis. Malam hari menanamkan keikhlasan, kepekaan ruhiyah, dan kejernihan niat. Jika puasa hanya menghasilkan lapar, dan qiyam hanya menghasilkan lelah, maka ruh tarbiyah belum benar-benar bekerja. Tetapi jika keduanya melahirkan jiwa yang lebih tunduk kepada Allah dan lebih siap melayani umat, di situlah hakikat pendidikan Ramadhan mulai tampak.


Dalam perspektif harakah, jihad melawan diri adalah fondasi bagi jihad membangun jamaah. Banyak barisan melemah bukan karena kekurangan ide, melainkan karena rapuhnya jiwa. Ketika ego lebih besar daripada ukhuwah, ketika kenyamanan lebih dicintai daripada amanah, di situlah langkah dakwah melambat. Ramadhan datang setiap tahun untuk memperbaiki simpul itu: menyatukan kembali hati, meluruskan niat, dan mengembalikan orientasi perjuangan hanya kepada ridha Allah.


Puasa menumbuhkan empati sosial; seorang kader yang lapar akan lebih mudah memahami penderitaan umat. Qiyam menumbuhkan keberanian moral; seorang yang terbiasa menangis di sepertiga malam tidak mudah goyah oleh tekanan dunia. Dari perpaduan keduanya lahirlah pribadi yang lembut kepada sesama namun tegas terhadap kebatilan — ruh yang dibutuhkan oleh setiap gerakan dakwah yang ingin tetap hidup dan relevan.


Karena itu, Ramadhan bukan waktu untuk memperlambat langkah dakwah, tetapi untuk mengisi ulang tenaga ruhiyahnya. Aktivitas boleh berkurang secara lahiriah, namun kedalaman makna harus bertambah. Program boleh disederhanakan, tetapi kualitas hati harus ditinggikan. Seorang kader sejati tidak sekadar menghitung berapa banyak amal yang dilakukan, tetapi sejauh mana dirinya berubah setelah melewati madrasah ini.


Ibnu Rajab menutup nasihatnya dengan janji agung: siapa yang menggabungkan dua jihad ini dan menunaikan haknya dengan sabar, maka ia akan diberi pahala tanpa batas. Ini bukan hanya janji bagi individu, tetapi juga harapan bagi jamaah: ketika para kadernya menang atas dirinya sendiri, maka Allah akan membuka pintu-pintu kemenangan yang lebih luas.


Maka, wahai para mujahid  dakwah — jadikanlah Ramadhan sebagai momentum konsolidasi jiwa. Perkuat puasa agar lahir keteguhan. Hidupkan malam agar tumbuh keikhlasan. Satukan keduanya agar lahir generasi yang tidak hanya rajin beramal, tetapi juga matang dalam perjuangan.


Sebab kemenangan dakwah selalu bermula dari satu hal: jiwa yang telah menang atas dirinya sendiri.



Rabu, 18 Februari 2026

JADWAL IMSAKIYAH 1447 H ( 2026) Kota Mataram, NTB dan Sekitarnya






Kementerian Agama Republik Indonesia

Jadwal Imsakiyah 1447 H / 2026 M

Provinsi : NTB
Untuk Daerah : KOTA MATARAM







Informasi data jadwal imsakiyah untuk daerah lain 
silahkan klik 👇