ADA orang yang dalam sehari mampu menyelesaikan begitu banyak pekerjaan. Ia bisa bekerja, membaca, mengajar, berdakwah, beribadah, dan tetap memiliki waktu untuk keluarga.
Sebaliknya, ada orang yang merasa waktu 24 jam tidak pernah cukup. Hari demi hari berlalu tanpa hasil yang berarti.
Apa bedanya?
Jawabannya mungkin bukan karena mereka memiliki waktu lebih banyak. Tetapi karena mereka memiliki keberkahan waktu.
Rasulullah saw mengabarkan bahwa salah satu tanda dekatnya kiamat adalah waktu terasa semakin singkat.
"Tidak akan tiba hari kiamat hingga waktu semakin singkat." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah jam yang berkurang atau bumi yang berputar lebih cepat. Yang dimaksud adalah hilangnya keberkahan waktu. Satu hari tetap 24 jam, tetapi manfaat yang dihasilkan dari 24 jam itu semakin sedikit.
Lalu apa ciri-ciri kita mendapatkan keberkahan waktu?
1. Banyak hasil dalam waktu yang sedikit.
Orang yang mendapatkan keberkahan waktu mampu menghasilkan pekerjaan besar dalam waktu yang relatif singkat.
Ia fokus, produktif, dan tidak mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak berguna. Allah SWT berfirman :
"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain" (QS. Al-Insyirah: 7)
2. Mudah melakukan kebaikan.
Keberkahan waktu membuat seseorang ringan untuk shalat, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, bekerja, berdakwah, dan membina orang lain.
Sebaliknya, enggan dan tidak tertarik untuk melakukan kemaksiatan atau hal-hal yang tak bermanfaat. Rasulullah saw bersabda :
"Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat)." (HR. Muslim)
3. Sedikit waktu yang terbuang sia-sia
Orang yang diberkahi waktunya sangat menghargai setiap menit kehidupannya. Ia sadar bahwa umur adalah modal yang tidak bisa kembali.
Karena itu ia tidak suka tenggelam dalam aktivitas yang tidak mendekatkannya kepada Allah atau tidak memberi manfaat bagi kehidupan. Allah Ta'ala berfirman :
"Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna" (QS.Al-Mu'minun: 3)
4. Hidupnya penuh prestasi dan amal.
Lihatlah para ulama terdahulu:
Imam An-Nawawi wafat pada usia 45 tahun, tetapi karya-karyanya masih dipelajari hingga hari ini.
Imam Al-Ghazali hidup hanya sekitar 55 tahun, namun pengaruh ilmunya melintasi berabad-abad.
Mereka memiliki jumlah jam yang sama dengan kita, tetapi keberkahan waktu membuat hasil hidup mereka luar biasa.
Lalu apa yang menghilangkan keberkahan waktu?
Para ulama menjelaskan bahwa di antara penyebab hilangnya keberkahan adalah:
1. Lemahnya iman.
2. Banyaknya maksiat.
3. Makanan dan penghasilan yang haram atau syubhat.
4. Riba dan kecurangan dalam bekerja.
5. Kebiasaan menunda-nunda.
6. Terlena melakukan hal yang tidak bermanfaat.
Allah SWT menegaskan:
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96)
Keberkahan waktu bukan berarti memiliki waktu lebih banyak daripada orang lain. Keberkahan waktu adalah ketika Allah menjadikan waktu yang sedikit menghasilkan manfaat yang besar, amal yang banyak, dan keberhasilan yang melampaui perkiraan manusia.
Karena itu, jangan hanya meminta umur yang panjang. Mintalah juga umur yang berkah. Sebab yang akan mengubah dunia bukanlah orang yang hidup paling lama, tetapi orang yang paling banyak memanfaatkan waktunya untuk kebaikan. Wallahu 'alam







0 komentar:
Posting Komentar