Da’i rabbani membentuk para aktivis dakwah yang tangguh, sedangkan influencer agama hanya membentuk para pengemar.
Da’i rabbani dicatat oleh langit dalam lembaran orang-orang yang kekal pengaruhnya, sedangkan influencer terlupakan seiring memudarnya citra dan popularitasnya.
Da’i rabbani menghidupkan hati, sedangkan influencer agama hanya menyita perhatian mata.
Ucapan seorang da’i rabbani membuat orang yang bertaubat meneteskan air mata, sedangkan ucapan influencer hanyalah tren yang padam dalam semalam.
Da’i rabbani meninggalkan pengaruh yang hidup di dalam hati hingga setelah ia wafat, sedangkan influencer agama hanya meninggalkan kegaduhan di media sosial yang lenyap bahkan sebelum jasadnya dikuburkan.
Jika engkau mendapati seseorang yang menumbuhkan dalam dirimu rasa takut kepada Allah, harapan kepada-Nya, dan cinta kepada-Nya, maka dialah seorang da’i rabbani.
Namun jika engkau mendapati seseorang yang justru membuatmu bergantung dan terikat dengan dirinya, bukan bergantung kepada Allah, maka ia hanyalah seorang influencer







0 komentar:
Posting Komentar