Senin, 25 Mei 2026

BERKURBAN BIAR SEMAKIN DEKAT

 


Dalam film petualangan Indiana Jones and the Temple of Doom, prekuel Raiders of the Lost Ark (1984), dikisahkan tentang sekte Thuggee yang menyembah dewi kegelapan (Dewi Kaliguna). Sekte ini, biasa mempersembahkan kurban manusia. Bahkan mereka, suku Thuggee, juga ingin mengorbankan/ menumbalkan sang Indy girl, Wilhelmina Scott.


Ibadah kurban sesungguhnya bukan hanya ibadahnya umat Islam, tetapi ibadah yang dilakukan oleh seluruh umat manusia. Karena kebutuhan manusia untuk mengabdi kepada Yang Maha Kuasa. Tetapi kemudian karena kejahilan manusia, pelaksanaan ibadah kurban mengalami penyimpangan.


“Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserah dirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah).” (Al Hajj: 34).


Ibadah kurban bahkan termasuk ibadah tertua, karena sudah disyariatkan pada masa nabi Adam, yakni ketika Allah memerintahkan Habil dan Qabil untuk berkurban. Dalam Al Maidah: 27, Allah berfirman: "Ceritakanlah kepada mereka kisah dua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata, 'Pasti aku akan membunuhmu!' Ia (Habil) berkata, 'Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.'" (QS. Al Maidah: 27).


Ibadah kurban dalam Islam, melanjutkan risalah para nabi sebelumnya termasuk nabi Ibrahim, yakni mengurbankan hewan ternak dengan ketentuan dan syarat tertentu.


Dengan kata lain ibadah kurban bukanlah syariat yang baru, melainkan tradisi ketakwaan lama yang selalu diwajibkan kepada para nabi terdahulu dan pengikutnya sebagai bentuk syukur atas limpahan nikmat dan rezeki hewan ternak.


Perintah kurban bagi umat Islam adalah manifestasi rasa syukur atas nikmat yang tak terhitung. Cobalah sekali kali merenungkan tentang nikmat Allah yang ada dalam tubuh kita. Tidak usah menghitung nikmat yang diluar tubuh kita. Maka kita akan menemukan ternyata manfaatnya  sudah tak terhitung lagi. Saking banyaknya! Karena itu sangat wajar bila Allah memerintahkan kita untuk berkurban dalam surat Al Kautsar ayat 2:


"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah)."


Karena dalam ayat 1 nya Allah mengingatkan: "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak."


Kata kurban (atau qurban) berasal dari bahasa Arab, yaitu qurba atau qaruba yang berarti dekat. Secara istilah, ibadah kurban bermakna melakukan penyembelihan hewan ternak (udhiyah) untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Swt. Karena dekatnya, saudara inti sering disebut dengan serapan kata tersebut yakni, karib kerabat.


Semoga Allah meringankan hati kita untuk melaksanakan pada hari raya kurban tahun ini dan selanjutnya. Wallahu a'lam bi shawab

0 komentar:

Posting Komentar