Selasa, 19 Mei 2020

TATA CARA SHOLAT IED DI RUMAH





Tata cara shalat íed di rumah 
Firanda Andirja Abidin 

Sebelum shalat íed 

Pertama : Mandi terlebih dahulu. Disukai untuk mandi setelah terbit fajar karena hari íed dimulai sejak terbit fajar, namun sebagian ulama membolehkan untuk mandi sebelum fajar karena tujuannya adalah bersih-bersih, dan hal itu sudah tercapai meski mandi sebelum fajar(1) . Meskipun tidak ada dalil khusus yang shahih tentang hal ini akan tetapi para ulama mengqiaskan dengan shalat jum’at, padahal shalat ‘ied adalah perkumpulan yang lebih besar dan agung daripada shalat jum’at, demikian juga hari raya ‘ied lebih agung dari hari raya pekanan hari jum’at. Oleh karenanya para ahli fikih sepakat akan dianjurkannya mandi untuk shalat ‘ied. Dan telah datang dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu bahwasanya beliau mandi untuk shalat ‘ied(2) . 

Kedua : Memakan kurma dalam jumlah ganjil. Anas bin Malik berkata : “Adalah Rasulullah shallallahu álaihi wasallam tidaklah berangkat (dari rumah) pada hari íedul Fithr hingga beliau makan beberapa butir kurma…dan beliau memakannya dalam jumlah ganjil” (3) Disunnahkan untuk memakan kurma sebelum berangkat untuk menunjukan bahwa hari tersebut sudah tidak berpuasa lagi, dan dianjurkan untuk segera menunjukan ketaatan kepada Allah yang memerintahkan untuk berbuka pada hari itu. Selain itu disunnahkan makan kurma karena kebiasaan Nabi shallallahu álaihi wasallam berbuka puasa dengan kurma(4). Jika tidak ada kurma maka selain kurma juga tidak mengapa, dan sebagian ulama memandang makanan tersebut yang manis-manis(5) .


Berkaitan dengan shalat íed di rumah

Pertama : Jumhur úlama berpendapat disyariátkannya shalat íed bagi wanita, budak, orang sakit, dan musafir meskipun sendirian dan di rumah(6) . Al-Imam Al-Bukhari berkata :  : Jika seseorang terluput dari shalat íed maka ia shalat dua rakaát, demikian juga para wanita, dan orang-orang yang ada di rumah-rumah dan juga di kampung-kampung. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu álaihi wasallam, “Ini adalah adalah íed (hari raya) kita kaum muslimin” (7). Anas bin Malik memerintahkan budaknya Ibnu Abi Útbah di Az-Zawiyah(8), maka beliaupun mengumpulkan keluarganya dan anak-anaknya dan shalat seperti shalat orang-orang di kota dan sesuai dengan takbir mereka” (9). Íkrimah berkata, “Penduduk pelosok (demikian juga para petani) berkumpul tatkala íed, lalu mereka shalat dua rakaát sebagaimana yang dilakukan oleh penguasa (yang shalat íed di kota)”. Áthoo berkata, “Jika seseorang luput dari shalat íed maka ia shalat dua rakaát” (10) Atsar Anas bin Malik di atas, dan juga atsar-atsar para tabiín dijadikan dalil oleh Jumhur (mayoritas) ulama bahwasanya barang siapa yang terluput dari shalat íed, maka hendaknya ia mengqodho’nya. Yaitu ia mengqodho’ nya dengan shalat dua rakaát dan bertakbir sebagaimana shalat íed biasanya.

Kedua : Waktu pelaksanaan shalat íed adalah setelah hilang waktu terlarang shalat sunnah, yaitu kurang lebih 15 menit setelah sunrise (matahari terbit), yaitu awal waktu shalat dhuha ketika warna merah di langit telah hilang. Waktu shalat íed berakhir sebelum waktu terlarang shalat sunnah berikutnya yaitu menjelang waktu dzuhur. Ini adalah hal yang disepakati oleh para ulama(11) . 

Ketiga : Takbir 7 kali di rakaát pertama dan 5 takbir pada rakaát kedua menurut mayoritas ulama (kecuali madzhab Hanafi(12)). Hal ini berdasarkan hadits : “Bahwasanya Rasulullah shallallahu álaihi wasallam bertakbir ketika íed 12 kali takbir, 7 kali di rakaát pertama dan 5 kali di rakaát kedua” (13) 
Dan juga atsar dari Abu Hurairah. Naafi’ maula Ibnu Úmar berkata :“Aku menghadiri shalat íed al-Adhaa dan íed al-Fithr bersama Abu Hurairah, maka beliau bertakbir di rakaát pertama 7 takbir sebelum al-qiroah (sebelum membaca al-Fatihah) dan di rakaát kedua beliau bertakbir 5 takbir sebelum al-qiroáh” (14) 
Untuk takbir pada rakaát kedua maka para ulama sepakat bahwa takbiratul intiqool (takbir perpindahan dari rukun yang satu ke rukun berikutnya, seperti dari berdiri ke ruku, atau dari sujud ke berdiri) tidak masuk hitungan. Adapun untuk 7 takbir pada rakaát pertama maka para ulama berselisih apakah takbiratul ihram termasuk dalam 7 takbir tersebut atau tidak termasuk hitungan?. Madzhab Maliki dan Hanbali berpendapat bahwa takbir-takbir tersebut termasuk takbiratul ihram (15). Berbeda dengan madzhab syafií yang tidak memasukan takbiratul ihram dalam hitungan, sehingga menurut madzhab Syafi’i total takbir di raka’at pertama 8 takbir (1 takbiratul ihram ditambah 7 takbir zawaid(16)/tambahan) (17) . 

Keempat : Kapankah bertakbir dengan takbir zawaid? Jumhur ulama (madzhab Hanafi, Syafi’i dan Hanbali) (18) berpendapat bahwa takbir zawaid tersebut dibaca setelah doa istiftah. Adapun madzhab Imam Maliki berpendapat bahwa di awal shalat langsung bertakbir dengan 7 takbir, baru setelah itu membaca istiftah(19). Penulis lebih condong kepada pendapat Imam Malik, terlebih lagi Imam Malik (Imamnya kota Madinah) berdalil dengan atsar Abu Hurairah yang tinggal di Madinah sehingga Imam Malik berdalil praktik para penduduk Madinah tentang hal ini. Wallahu a’lam. 

Kelima : Hendaknya ketujuh takbir tersebut dikerjakan berurutan namun diberi jeda sedikit agar bisa diikuti oleh makmum(20). Namun para ulama berselisih apakah diantara takbir-takbir tersebut ada sesuatu yang dibaca? Madzhab Maliki(21) dan Hanafi(22) berpendapat tidak ada yang dibaca karena tidak ada dalil yang menunjukan akan hal tersebut dan inilah pendapat yang lebih kuat. Sementara madzhab Syafií(23) dan Hanbali(24) berpendapat ada yang dibaca yaitu tahlil, takbir, dan tahmid(25) 

Keenam : Mengangkat tangan setiap kali bertakbir, dan ini pendapat mayoritas ulama(26). Tidak ada hadits yang sharih (jelas) tentang hal ini, akan tetapi sebagian ulama berdalil dengan qias terhadap atsar Ibnu Umar yang ketika shalat janazah beliau mengangkat setiap kali takbir. Sisi pengqiasannya yaitu sama-sama takbir yang berulang dalam posisi berdiri. 

Ketujuh : Jika lupa takbir zawaid dan baru ingat ketika sedang membaca al-Fatihah? Jumhur ulama berpendapat bahwa tidak perlu sujud sahwi jika meninggalkan takbir zawaid, apakah dengan sengaja ataukah karena lupa(27). Jika ingatnya ketika sedang membaca al-Fatihah maka apa yang dilakukan?.Sebaiknya ia melanjutkan bacaannya dan tidak perlu mengulangi takbir zawaidnya, hal ini karena takbir tersebut hukumnya sunnah(28) 

 Kedelapan : Setelah membaca al-Fatihah maka disunnahkan membaca pada rakaat pertama surah al-A’la dan pada rakaát  kedua surah al-Ghosyiah(29), atau rakaát pertama membaca surah Qoof dan pada rakaát kedua surah al-Qomar(30)

Kesembilan : Tidak perlu khutbah setelah shalat. (31)




_________________________________________________________

(1) Lihat al-Mughni, Ibnu Qudamah 2/275 
(2) Lihat al-Majmu’, An-Nawawi 5/7. An-Nawawi menjelaskan telah datang hadits-hadits bahwa Nabi shallallahu álaihi wasallam mandi untuk shalat íed akan tetapi sanadnya lemah.
(3) HR al-Bukhari no 953 
(4) Lihat al-Mughni, Ibnu Qudamah 2/275 
(5) Lihat Hasyiah Ibni Ábidin al-Hanafi 2/168
(6) Madzhab Maliki tidak mengapa untuk shalat sendirian atau berjamaáh jika tidak hadir di lapangan untuk shalat íed. Dan wanita yang tidak menghadiri shalat íed maka dianjurkan untuk shalat íed di rumah (Lihat At-Taaj wal Ikliil, al-Mawwaaq 2/580) 
(7) Maksud al-Imam Al-Bukhari berdalil dengan hadits ini adalah bahwasanya íed adalah hari raya semua kaum muslimin, karenanya mereka semua berhak untuk beríed sehingga mereka semua (baik wanita, budak, dll) semuanya juga berhak untuk shalat íed (lihat Fathul Baari 2/475)
(8) Az-Zawiyah adalah nama lokasi dekat Bashroh, di situ dahulu ada qoshr (rumah) nya Anas bin Malik (lihat Fathul Baari 2/475) 
(9) Atsar ini disambung oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushonnaf (no 5803). Maksudnya yaitu Anas mengumpulkan keluarganya dan memerintahkan budaknya untuk menjadi imam, dan mereka shalat dua rakaát sebagaimana shalatnya imam kaum muslimin. 
(10) Shahih al-Bukhari 2/22-23
(11) Lihat al-Mughni, Ibnu Qudamah al-Hanbali 2/280, at-Taaj wa al-Ikliil, alMawwaaq al-Maliki 2/569, Hasyiah Ibni Ábidin al-Hanafi 2/171 
(12) Ada dua perbedaan mendasar Madzhab Hanafi dibandingkan madzhab jumhur ulama : Pertama : Madzhab Hanafi berpendapat baik rakaát pertama maupun rakaát kedua bertakbir 3 kali takbir zawaid (takbir tambahan, selain takbiratul ihram dan selain takbir al-intiqool), karena inilah yang dipraktikan oleh Ibnu Masúd. (Lihat Hasyiah Ibni Ábidin 2/172) Kedua : Pada rakaát kedua tidak bertakbir dulu, tapi takbil al-intiqol lalu membaca al-Fatihah dan surah, lalu baru bertakbir 3 kali (dengan takbir zawaid) lalu takbir yang ke 4 untuk ruku’. (Lihat Badaaí as-Shanaaí, al-Kasani 1/277) 
(13) HR Abu Daud no 1151, Ibnu Majah no 1278, Ahmad no 6688, dan dihasankan oleh Al-Albani di Shahih Ibnu Majah dan juga oleh Ahmad Syakir dan para pentahqiq al-Musnad (cetakan ar-Risalah)
(14) Atsar riwayat Malik di al-Muwattho’ no 619 dengan sanad yang shahih, yaitu dari Malik, dari Nafi’ (15) Madzhab Maliki : 7 takbir (termasuk di dalamnya takbiratul ihram) adapun 5 takbir tidak termasuk takbir al-intiqol (Lihat Syarh Mukhtashor Kholil, alKhurosyi 2/100 dan At-Taaj wal Ikliil, al-Mawwaaq 2/572)
Madzhab Hanbali : ada beberapa riwayat, ada yang mengatakan bahwa 7 takbir terlebih dahulu lalu baru membaca doa istiftah, ada juga yang mengatakan setelah istiftah baru bertakbir 6 kali, dan ada yang mengatakan setelah taáwwudz baru bertakbir 6 kali. Ada yang berpendapat 4 takbir setelah istiftah atau setelah taáwwudz. Dan diriwayatkan dari Imam Ahmad memilih diantara pendapat-pendapat tersebut. Dalam hal pendapat madzhab Hambali mirip dengan pendapat Madzhab Maliki yang menganggap takbiratul ihram termasuk dalam 7 takbir. (Lihat al-Inshoof, al-Mardawi 2/427) 
(16) Yang dimaksud dengan دُ ِ ائ َ زو ُت الَّ ا َ ِيرْ َّ ْكب الت” Takbir-takbir tambahan” adalah takbir-takbir selain takbiratul ihram dan selain takbir al-intiqool (takbir perpindahan dari rukun shalat ke rukun berikutnya) 
(17) Lihat penjelasan imam Asy-Syafi’i di al-Umm 1/270 Dalil keduanya adalah sama akan tetapi berbeda dalam memahami dalil. Imam Malik memahami atsar Abu Hurairah bahwa takbiratul ihram termasuk dari 7 takbir dengan amal (praktik) yang beliau dapatkan dari penduduk kota Madinah. (Lihat Bidayatul Mujtahid 1/228). Adapun menurut Asy-Syafi’i bahwa para perawi yang meriwayatkan tentang jumlah takbir shalat ‘ied mereka sedang menghikayatkan tentang takbir yang berbeda dari shalatshalat biasanya, sehingga tidak termasuk takbiratul ihram (karena ini ada pada semua shalat) sebagaimana tidak termasuk takbiratul intiqol pada raka’at kedua (karena ini ada pada semua shalat) (Lihat al-Umm, Asy-Syafi’i 1/272).
(18) Menurut imam Asy-Syafi’i setelah takbiratul ihram membaca terlebih dahulu doa istiftah lalu setelah itu baru bertakbir dengan 7 takbir zawaid, baru membaca ta’awwudz dan al-Fatihah (Lihat al-Umm, Asy-Syafi’i 1/270). Demikian pula pendapat madzhab Hanbali bahwa takbir zawaid dibaca setelah doa istiftah, dan sebagian mereka berpendapat setelah istiftah dan ta’awwudz. bahwasanya tidak langsung membaca takbir zawaid (Lihat alInshoof, al-Mardawi 2/427), dan inilah (takbir zawaid dibaca setelah istiftah dan ta’awwudz) yang dipilih oleh madzhab Hanafi (Badai’ as-Shonaai’, alKasani 1/277) 
(19) Lihat at-Taaj wal ikliil 2/570 
(20) Sebagaimana yang dijelaskan oleh madzhab Maliki (Lihat At-Taaj wal Ikliil, al-Mawwaaq al-Maliki 2/572). Adapun madzhab Hanafi berpendapat je(21) Lihat Syarh Mukhtashor Kholil, al-Khurosyi 2/100 (22) Lihat Badai’ as-Shonai’ 1/277 (23) Lihat al-Umm, asy-Syafií 1/270 dan al-Majmu’, An-Nawawi 5/21 (24) Lihat al-Mughni, Ibnu Qudamah 2/283 
(25) seperti membaca : Atau membaca dzikir-dzikir yang lainnya. (Lihat al-Mughni, Ibnu Qudamah 2/283) (26) Lihat : Badaí as-Shonaí, al-Kasani al-Hanafi 1/277, al-Majmu’, an-Nawawi asy-Syafií 5/21, al-Mughni, Ibnu Qudamah al-Hanbali 2/283. Adapun Imam Malik berpendapat tidak disunnahkan mengangkat kedua tangan ketika takbir zawaid, karena menurut beliau ini seperti takbir di tengah-tengah shalat seperti takbir hendak sujud.da tersebut seukuran membaca 3 tasbih (Lihat Badaai’ as-Shonaa’i, al-Kasani 1/277) 
(27) Ini adalah pendapat madzhab Asy-Syafií (Lihat al-Umm, Asy-Syafi’i 1/272) dan madzhab Hanbali (Lihat al-Inshoof, al-Mardawi 2/431). Adapun madzhab Maliki maka disyariátkan sujud sahwi dengan perincian berikut: Jika lupa bertakbir 7 kali, maka (1) Jika ingat setelah baca dan sebelum ruku’, maka kembali bertakbir lalu membaca dan sujud sahwi setelah salam, (2) jika ingat setelah ruku’ maka ia lanjutkan shalatnya dan sujud sahwi sebelum salam. Namun ini hanya berlaku bagi imam atau yang shalat sendirian, adapun makmum maka tidak perlu sujud sahwi jika lupa (Lihat Syarh Mukhtashor Kholil, Al-Khurosyi 2/101 dan At-Taaj wal Ikliil, al-Mawwaaq 2/572)
(28) Jika seseorang sudah terlanjur baca al-Fatihah lalu ingat bahwa ia belum bertakbir zawaid maka tidak mengapa jika ia memutuskan bacaannya lalu kembali bertakbir lagi lalu membaca ulang, namun tidak perlu sujud sahwi. Jika dia lanjutkan bacaannya dan tidak kembali bertakbir juga tidak mengapa dan tidak perlu sujud sahwi (Lihat al-Umm, Asy-Syafi’i 1/272).
(29) an-Nu’man bin Basyiir berkata : “Adalah Rasulullah shallallahu álaihi wasallam dalam shalat íed al-Fithr, íed al-Adha, dan juga shalat Jumát membaca
(30) Abu Waqid al-Laitsi berkata “Nabi shallallahu álaihi wasallam pada shalat íedul Fithr dan íedul Adha membaca surah Qof dan surah al-Qomar” (HR Muslim no 891) 
(31) Lihat Fataawa al-Lajnah ad-Daaimah 8/306, hal ini karena ketika Anas bin Malik shalat íed di rumah maka tanpa disertai khutbah. Namun sebagian ulama memandang jika memungkinkan maka boleh untuk berkhutbah. Ibnu Qosim (Maliki) berkata tentang penduduk pedalaman yang tidak wajib menghadiri shalat íed,  “Tidak mengapa mereka berkumpul dan shalat (íed) tanpa khutbah, dan jika khutbah maka bagus” (Lihat At-Taaj wal Ikliil, al-Mawwaaq 2/580) Demikian juga pendapat madzhab hambali bahwa penduduk pedalaman shalat 4 rakaát (jika tidak ikut shalat íed) kecuali ada seseorang yang berkhutbah maka mereka shalat 2 rakaát (Lihat al-Inshoof, al-Mardawi 2/428). 




  



  






Minggu, 10 Mei 2020

BAYAN DSP PKS TENTANG PELAKSANAAN ITIKAF DAN SHOLAT IED DI MASA WABAH



Berikut BAYAN DSP PKS TENTANG 
PELAKSANAAN ITIKAF DAN SHOLAT IED DI MASA WABAH







Matsurat







Do'a Al Ma'tsurat adalah kumpulan doa-doa yang dibaca setiap pagi dan sore sesuai dengan tuntunan  Nabi Muhammad SAW .  Do'a do'a ini mempunyai banyak keutamaan.   Silahkan Anda print dan hapalkan do'a ini untuk da pat dibaca setiap setelah Sholat Subuh dan Maghrib.  Mudah-mudahan kita semua mendapatkan semua keutamaan do'a - do'a tersebut dan hanya ridho Allah  lah tujuan kita semua.  A min ya Robbal 'Alamin
image
A'udzubillaahis samii'il 'aliimi minassyaithoonirrojiim  
"Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha  Mengetahui dari syaithan yang terkutuk."  
image
Bismillahirrohmaanirrohiim - Al hamdulillaahirobbil 'aalamiin - Ar rohmaanir  rohiim - Maaliki yaumid diin - Iyya ka na'budu wa iyya ka nasta 'iin -Iihdinash  shiroothol mustaqiim - Shirootol ladzina an'amta 'alaihim ghoiril magh dhuu  bi 'alaihim wa ladh dhool liin  
(1)Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha  Penyayang.  (2) Segala puji bagi A llah, Tuhan semesta alam, (3) Maha  Pemurah lagi Maha Penyayang,  (4) Yang menguasai hari pembalasan. (5)  Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah  kami mohon pertolongan (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) (yaitu)  jalan orang-orang yang telah Engkau  anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan)  mereka yang sesat (Nasrani). (Al-Fatihah:1-7)  
10 Ayat dari Surat Al Baqarah  - 5 Ayat Pertama
image
Bismillaahirrohmaanirrohiim - Alif Laam Miim - Dza likal kitaabu laaroi  bafiihi hudal lilmuttaqiin - Al ladziina yu'minuna bil ghoibi wa  yuqiimunassholaata wa mimma rozaqnaahum yum fiquun - Walladziina yu'  minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila ming qoblika wa bil aakhiroti hum  yuu qinuun - Ulaa ika 'ala hudam mir  robbihim wa ulaa ika humul muflihuun
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  (1)Alif Laam Miim.(2) Kitab (Al Qur' an) ini tidak ada keraguan padanya;  petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,(3) (yaitu) mereka yang beriman  kepada yang gaib, yang mendirikan  shalat dan menafkahkan sebahagian  rezki yang Kami anugerahkan kepada  mereka,(4) dan mereka yang beriman  kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah  diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab  yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya  (kehidupan) akhirat.(5) Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari  Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-Baqarah:  1-5) 
- Ayat Kursi dan 2 Ayat setelahnya
image
image
Alloohu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuumu laa ta'khuzuhuu sinatuw walaa  naumun lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardhi man dzalladzii yasyfa'u  'indahu illa bi idznihi ya'lamu maa ba ina aidiihim wa maa kholfahum wa laa  yuhiithuuna bisyai-in min  'ilmihi illaa bi maa syaa -a wasi'a kursiyyuhus-samawaati wal ardhi wa laa yauuduhu hi fzuhuma wahuwal 'ali yyul 'azhiim. La  ikroha fid-diini qot tabayyanar-rusydu minal ghoyyi famay yakfur bith-thooghuuti wa yu' minu billahi faqo dis tamsaka bil 'urwatil wutsqoo lan  fishooma laha wallohu samii'un aliim . Allohu waliyyul ladziina aamanuu  yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-n uuri walladziina kafaruu awliyaa-u  humuth-thooghutu yukhri-juunahum minan-nuuri ilazh-zhulumaati ulaa-ika  ash-haabun-naarihum fiihaa khooliduun 
(255)Allah, tidak ada Tuhan (yang be rhak disembah) melainkan Dia Yang  Hidup kekal lagi terus menerus mengur us (makhluk-Nya); tidak mengantuk  dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang  dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak  mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.  Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat  memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (256) Tidak  ada paksaan untuk (memas uki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas  jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang  ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia  telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.  Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (257) Allah Pelindung  orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan  (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaithan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya  kepada kegelapan (kekafiran). Mereka  itu adalah penghuni neraka; mereka  kekal di dalamnya.  (Al-Baqarah: 255-257)
3 Ayat terakhir
image
image
Lillahi maa fis-samawaati wa maa fil ardhi wa in tubduu ma fii anfusikum aw  tukhfuuhu yuhaasibkum bi hillaahu fayaghfiru limay-yasyaa-u wa yu'adzibu  may-yasyaa-u wallohu 'alaa kulli syai-in  qodiir. Aamanar rosuulu bima unzila  ilaihi mir-robbihi wal mu'minuuna kullu n aamana billahi wa malaaikatihi wa  kutubihi wa rusulihi laa nufarriqu baina ahadim-mir-rusulihi waqoluu sami'na  wa atho'naa ghufronaka robbana wa ilaikal-mashiiru. Laa yukallifullohu  nafsan illa wus'ahaa lahaa maa kasaba t wa 'alaiha maktasabat, robbana laa  tuaakhidznaa in nasiina aw akhtho'naa, robbana walaa tahmil 'alainaa ishron  kama hamaltahu 'alal-ladziina min qobl inaa, robbana wa laa tuhammilnaa maa  laa thooqotalanaa bihi wa'fu 'annaa waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa  fanshurnaa 'alal-qoumil-kaafiriin 
(284)Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada  di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau  kamu menyembunyikannya, niscaya  Allah akan membuat perhitungan  dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa  yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan  Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(285) Rasul telah beriman kepada Al  Qur'an yang diturunkan kepadanya da ri Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami  tidak membeda-bedakan antara seseoran g pun (dengan yang lain) dari rasul  rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat".  (Mereka berdoa):"Ampunilah kami ya  Tuhan kami dan kepada Engkaulah  tempat kembali".(286) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai  dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang  diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.  (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, ja nganlah Engkau hukum kami jika  kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan  kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada  orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau  pikulkan kepada kami apa yang ta k sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong  kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Al-Baqarah: 284-286) 
image
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul huwalloohu ahad. Alloohush-shomad.  Lam yalid walam yuulad. Walam ya kul-lahuu kufuwan ahad (3x) 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah  lagi Maha Penyayang.  (1)Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (2)Allah adalah Tuhan yang  bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (3)Dia tiada beranak dan tiada  pula diperanakkan, (4)dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".  (Dibaca 3x) 
image
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a'uudzu birobbil-falaq. Min syarri maa  kholaq. Wamin syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wamin Syarrin-naffaatsaati fil-'uqod. Wamin syarri haas idin idzaa hasad (3x) 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  (1)Katakanlah: "Aku berlindung kepa da Tuhan Yang Menguasai subuh, (2) dari kejahatan makhluk-Nya, (3)dan dari kejahatan malam apabila telah  gelap gulita,(4) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang  menghembus pada buhul-buhul, (5)dan dari kejahatan orang yang dengki  apabila ia dengki" (Dibaca 3x) 
image
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a'uudzu birobbin-naas. Malikin-naas.  Ilaahin-naas. Minsyarril-waswaasil-k hon-naas. Alladzii yuwaswisu fii  shuduurin-naas. Minal-jinnati wan-naas (3x)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  (1)Katakanlah: "Aku berlindung ke pada Tuhan (yang memelihara dan  menguasai) manusia. (2)Raja manusia. (3)Sembahan manusia. (4) dari  kejahatan (bisikan) syaithan yang bi asa bersembunyi,(5 )yang membisikkan  (kejahatan) ke dalam dada manusia.  (6)dari (golongan) jin dan manusia.  (Dibaca 3x)
image 


“Ashbahnaa wa ashbahal (Amsaina wa amsaa) mulku Lillahi walhamdu Lillahi Laa Syarii kalah Laa ilaaha illa huwa Wa illaihin nusyur” (3 kali ) 
“Kami berpagi hari dan berpagi hari pula kerajaan milik Allah, Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia dan kepada-Nya tempat kembali”
image 
“Ashbahnaa (amsainaa) ‘ala fithrotil Islam wa kalimatil ikhlash wa ‘ala diini nabiyinaa Muhammadin shollawllahu ‘alaihi wasalam wa ‘ala millati abiinaa Ibroohima haniifan wa maa kana minal musyrikiin “ (3 kali )
“Kami berpagi/bersore hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat ikhas, di atas agama nabi kami: Muhammad saw, dan di atas millah (agama) bapak kami : Ibrahim yang hanif. Dan ia bukan termasuk golongan orang-orang musyrik.
  
image 
“Allahumma innii ashbahtu (amsaitu) minka , fii ni’matin wa‘aa fiyatin wa sitrin fa A timma ‘alaiya ni’mataka  wa‘aa  fiyataka wasitroka fiddunyaa wal aakhirah. (3 kali )
“Ya Allah, sesungguhnya aku berpagi/bersore hari dari-Mu dalam kenikmatan, kesehatan dan perlindungan. Maka sempurnakanlah bagiku kenikmatan, kesehatan dan perlindunga-Mu di dunia dan akhirat. “
image 
“Allahumma maa ashbaha (amsaa) bii min ni’matin awbiahadin min kholqika faminka wahdaka laa syarikalaka falakal hamdu walakasyukru” (3 kali ) 
“Ya Allah, segala kenikmatan yang berpagi/bersore hari (terjadi) bersamaku atau bersama salah seorang dari makhluk-Mu, adalah dari-Mu semata; tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu rasa syukur”
  
image 
Yaa robbi lakal hamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa’adhziimi sulthonik (3 kali ) 
Ya Robbi, bagi-Mu segala puji sebaimana seyogyanya bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasan-Mu
image
Rodhii tu billahi robba wa bil islamidiina wa bi Muhammadin nabiyaw warosuula (3 kali )
“Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, Muhammad sebagai Nabi dan Rasul”
image
Subhaanallahi wa bihamdihi ‘adada kholqihi wa ridhoo nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midadaa kalimaatihi (3 kali ) 
Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya sejumlah makhluk-Nya, serela diri-Nya, seberat arsy-Nya dan sebanyak tinta (bagi) kalimah Nya. 
  
image
Bismillahil ladzii laa ya dhurru ma’asmihi syaiun fiil ar dhi walaa fisamaa I wa huwas samii’ul ‘aliim  (3 kali ) 
“Dengan nama Allah, yang bersama namaNya tidak akan membahayakan sesuatupun yang ada di bumi dan langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi maha Mengetahui
image
Allahumma inna na’uzdu bika min an nusyrika bika syai an na’lamuhu wa nastaqfiruka lima laa na’lamuh (3 kali ) 
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kamu mohon ampun kepada-Mu untuk sesuatu yang tidak kami ketahui”
image
A’udzu bika limaatil llahit tammaa ti min syarri maa kholaq (3 kali )
Aku berlindung dengan kalimat Allah yang maha sempurna dari kejahatan (makhluk) yang ia ciptakan.
image
Allahumma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazan wa a’uzuu bika minal ‘ajzi wal kasal wa ‘auuzu bika minal jubni wal bukhl wa a’uzuu bika min gholabati daini wa kohrirrijal (3 kali ) 
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari beban hutang dan kesewenang-wenangan orang lain.
image
Allahumma ‘aafinii fii badanii, Allahumma ‘aafinii fii sam’ii, Allahumma ‘aa finii fii bashorii (3 kali )
Ya Allah, sehatkanlah badanku; ya Allah sehatkanlah pendengaranku; ya Allah sehatkalah pengelihatanku 
image
Allahumma innii ‘auudzu bika minal kufri wal faqr, Allahumma inni ‘auudzu bika min ‘adzabil qobri, laa ilaaha illa anta (3 kali )
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran ; ya Alah aku berlindung kepda-Mu dari azab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.
image
Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta kholaqtanii wa a naa ‘abduka wa a naa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika maastatho’tu a’udzubika min syarrimaa shona’tu abuu u laka bini’matika ‘alaiya wa a buu u bizanbii faagfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta (3 kali )
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmat-Mu (yang Engkau anugrahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosa kecuali Engkau. 
image
Astagfirullahal ladzii laa ilaaha illa huwal haiyul qoiyuum wa atuu bu ilaih (3 kali ) 
Aku mohon ampun kepada Allah, yang tiada Tuhan kecuali Dia, yang Maha Hidup Kekal dan senantiasa mengurus (mahluk-Nya) dan Kepada_nya aku bertaubat.
image
Alloohumma sholli 'alaa muhammadin wa 'alaa alii muhammad, kamaa  shollaita 'alaa ibroohiima wa 'alaa aali ibroohiim, wa baarik 'alaa  muhammadin wa 'alaa alii  muhammad, kamaa baarokta 'alaa ibroohiima wa  'alaa aali ibroohiim, fil 'aalamiina  innaka hamiidum majiid (10x) 
Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya , sebagimana Engkau berikan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berikanlah barakah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau berikan kepada Ibrahim dan keluarganya, di alam ini. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha mulia.
image
Subhaanallah wal hamdu lillahi wa laa ilaa ha illallahu waw llahu akbar (100 kali)
Maha suci Allah, segala puji pagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Mahabesar.
image
Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu  yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir (10x)
Tiada Tuhan melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.
image
Subhaanakalloohumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illaa anta  astaghfiruka wa atuubu ilaik (3 kali )
Mahasuci Engaku, ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
image
Alloohumma sholli 'alaa sayyidina muhammadin 'abdika wa nabiyyika wa  rosuulikan-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallama tasliiman  'adada maa ahaatho bihi 'ilmuka wa kh oth tho bihi qolamuka wa ahshoohu  kitaabuk, wardholloohumma 'an saadaatinaa abii bakrin wa 'umaro wa  'utsmaana wa 'aliyy, wa 'anishshohaabat i ajma'iin, wa 'anit-taabi'iina wa  taabi'iihim bi ihsaanin ilaa yaumid-diin 
Ya Allah, Berikanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebagai; hamba-Mu, nabi-Mu, dan rasul-Mu; nabi yang ummi. Juga kepada keluarga dan para sahabatnya serta berikanlah keselamatan sebanyak yang terjangkau oleh ilmu-Mu; yang tergores oleh pena-Mu; dan terangkum oleh kitab-Mu. Ridhailah ya Allah, para pemimpin kami: Abu bakar, Umar, Ustman dan Ali, semua sahabat, semua tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka sampai hari pembalasan. Mahasuci Tuhan-Mu; Tuhan kemuliaan, dari apa-apa yang mereka sifatkan. Dan keselamatan semoga tercurah kepada para utusan dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

Jumat, 08 Mei 2020

Kajian Ramadhan 1441 H


Kajian Ramadhan 1441 H 











Insyallah kajian live bersama KH. Zaenudin Sulaiman, LC

Akan dimulai pukul 09.00 WITA

Langsung di:

https://youtu.be/LkRbt383EjE

*Jangan lupa Subcribe, like, coment and share*

Dan juga di FB : 
https://www.facebook.com/ikadi.ntb.5

Fanspage Ikadi NTB:
https://www.facebook.com/1ikadintb/

Bantu sebarkan

Selasa, 05 Mei 2020

Pemimpin Kompeten & Sholeh





Setidaknya ada 3 hal yang harus dimiliki pemimpin ke depan utk meraih cita cita mensejahterakan rakyatnya yaitu :

1. Performa
Performa kebangkitan signifikan yang dihasilkan dari aura  pemimpin yang siap bertempur melawan kemiskinan dan keterpurukan. Siap menampilkan wajah  yang benar benar menjadi solusi sekaligus teduh dan menarik, setidaknya dapat membangkitkan asa masyarakat akan munculnya kesejahteraan.

2. Kompetensi
Tidak hanya bermodalkan performa, tapi selalu me refresh kompetensi dalam melayani ummat, menjawab tantangan kehidupan sekaligus memberdayakan segala potensi yg ada pada masyarakat
Output pelayanan pun harus berdasarkan pada standard quality control yang terukur, sehingga peningkatan kapasitas atau kompetensi harus dilakukan secara berkala bagi SDM pelayan rakyat yang tangguh.

3. Semangat
Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Selaras  bukan melulu konsep di atas kertas yang tak berkait dengan tindakan-tindakan real. Dia merupakan suatu kerja yang terarah dan untuk mengarahkannya, dilandasi konsep yang benar. Bersifat aktif dan kontinyu. Untuk itu kita butuh sejuta semangat sebagai bahan bakar kerja nyata, sejuta langkah tegap dalam memperjuangkan visi perubahan dan sejuta pengorbanan yg menjamin tercapainya kesejahteraan rakyat !!! 

Minggu, 26 April 2020

Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Republik Indonesia.
Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Nusa Tenggara Barat (NTB)
Kota Administrasi/Kotamadya : Mataram

1. Kecamatan Ampenan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ampenan di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) :
- Kelurahan/Desa Ampenan Tengah (Kodepos : 83112)
- Kelurahan/Desa Pejeruk (Kodepos : 83113)
- Kelurahan/Desa Ampenan Selatan (Kodepos : 83114)
- Kelurahan/Desa Banjar (Kodepos : 83118)
- Kelurahan/Desa Bintaro (Kodepos : 83118)
- Kelurahan/Desa Doyan Peken (Kodepos : 83118)
- Kelurahan/Desa Kebunsari (Kodepos : 83118)
- Kelurahan/Desa Pajarakan Karya (Kodepos : 83118)
- Kelurahan/Desa Tamansari (Kodepos : 83118)
- Kelurahan/Desa Ampenan Utara (Kodepos : 83511)
2. Kecamatan Cakranegara
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cakranegara di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) :
- Kelurahan/Desa Cilinaya (Kodepos : 83238)
- Kelurahan/Desa Karang Taliwang (Kodepos : 83238)
- Kelurahan/Desa Mayura (Kodepos : 83238)
- Kelurahan/Desa Sapta Marga (Kodepos : 83238)
- Kelurahan/Desa Cakranegara Barat (Kodepos : 83239)
- Kelurahan/Desa Cakranegara Selatan (Kodepos : 83239)
- Kelurahan/Desa Cakranegara Selatan Baru (Kodepos : 83239)
- Kelurahan/Desa Cakranegara Timur (Kodepos : 83239)
- Kelurahan/Desa Cakranegara Utara (Kodepos : 83239)
- Kelurahan/Desa Sayang Sayang (Kodepos : 83239)
3. Kecamatan Mataram
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mataram di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) :
- Kelurahan/Desa Pagutan (Kodepos : 83117)
- Kelurahan/Desa Mataram Timur (Kodepos : 83121)
- Kelurahan/Desa Pagesangan (Kodepos : 83127)
- Kelurahan/Desa Pagesangan Barat (Kodepos : 83127)
- Kelurahan/Desa Pagesangan Timur (Kodepos : 83127)
- Kelurahan/Desa Pagutan Barat (Kodepos : 83127)
- Kelurahan/Desa Pagutan Timur (Kodepos : 83127)
- Kelurahan/Desa Pejanggik (Kodepos : 83127)
- Kelurahan/Desa Punia (Kodepos : 83127)
4. Kecamatan Sandubaya / Sandujaya
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sandubaya / Sandujaya di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) :
- Kelurahan/Desa Dasan Cermen (Kodepos : 83232)
- Kelurahan/Desa Babakan (Kodepos : 83233)
- Kelurahan/Desa Bertais (Kodepos : 83236)
- Kelurahan/Desa Abian Tubuh Baru (Kodepos : 83237)
- Kelurahan/Desa Mandalika (Kodepos : 83237)
- Kelurahan/Desa Selagalas (Kodepos : 83237)
- Kelurahan/Desa Turida (Kodepos : 83237)
5. Kecamatan Sekarbela
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sekarbela di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) :
- Kelurahan/Desa Tanjung Karang (Kodepos : 83115)
- Kelurahan/Desa Jempang Baru (Kodepos : 83116)
- Kelurahan/Desa Karang Pule (Kodepos : 83116)
- Kelurahan/Desa Kekalik Jaya (Kodepos : 83116)
- Kelurahan/Desa Tanjung Karang Permai (Kodepos : 83116)
6. Kecamatan Selaparang / Selaprang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Selaparang / Selaprang di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) :
- Kelurahan/Desa Monjok (Kodepos : 83122)
- Kelurahan/Desa Monjok Barat (Kodepos : 83122)
- Kelurahan/Desa Monjok Timur (Kodepos : 83122)
- Kelurahan/Desa Karang Baru (Kodepos : 83123)
- Kelurahan/Desa Rembiga (Kodepos : 83124)
- Kelurahan/Desa Dasan Agung (Kodepos : 83125)
- Kelurahan/Desa Dasan Agung Baru (Kodepos : 83125)
- Kelurahan/Desa Gomong (Kodepos : 83126)
- Kelurahan/Desa Mataram Barat (Kodepos : 83126)

Rabu, 22 April 2020

BUKU RUMAH FIQH





Silahkan Download GRATIS buku-buku islam ada 138 buku dalam format pdf (hibah dari Rumah Fiqih).

Silahkan di download, semoga bermanfaat


Buku Rumah Fiqh

Note :
1. Buku pdf ini diformat untuk nyaman dibaca pakai HP, meski tetap bisa dengan laptop, desktop atau tablet.

2. Buku ini waqaf dari pengarangnya. Doakan agar beliau-beliau selalu mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Aamiin.

3. Silahkan share link ini biar kita pun ikut kebagian pahala menyebarkan ilmu agama.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.🙏🙏

Kata Optimis Menjadi Kaya



Jangan sampai ada perasaan skeptis atau tidak mungkin akan berbagai hal, karena ini juga bertindak sebagai mindblock yang akan menghancurkan semua yang kamu ingin wujudkan.


KATA AFIRMASI BRAINWAVE MENARIK UANG

  • Saya kaya
  • Saya kaya dan bahagia
  • Saya adalah magnet uang
  • Saya menarik uang, rezeki, kekayaan dan kemakmuran secara alami
  • Saya menarik uang, rezeki, kekayaan dan kemakmuran setiap hari
  • Saya menerima uang, rezeki, kekayaan dan kemakmuran sekarang
  • Uang mengalir ke saya dengan mudah
  • Hidup itu sangat mudah
  • Menghasilkan uang sangat mudah
  • Menarik rezeki berlimpah itu sangat mudah
  • Uang datang dengan mudah dan lancar.
  • Uang itu bagus, Uang adalah energi
  • Uang mengalir dengan bebas dan melimpah ke dalam hidupku
  • Uang datang kepadaku setiap hari
  • Uang datang kepadaku sekarang pada saat ini
  • Saya punya lebih dari cukup uang
  • Saya selalu punya banyak rezeki
  • Saya punya uang lebih dari yang saya butuhkan
  • Saya menarik kelimpahan rezeki
  • Saya selalu berpikir positif tentang uang
  • Saya memiliki banyak peluang untuk mendapatkan rezeki
  • Saya selalu menemukan cara untuk mendapat keuntungan besar
  • Saya kaya, makmur dan sejahtera
  • Saya fokus pada pencapaian kekayaan dan kemakmuran hidup.
  • Saya dengan mudah menarik kelimpahan dam kesejahteraan
  • Saya pantas menjadi kaya, makmur dan bahagia.
  • Saya sangat fokus untuk mencapai kesuksesan finansial
  • Saya sepenuhnya percaya pada kemampuan saya untuk menarik uang
  • Saya sepenuhnya percaya pada kemampuan saya untuk menarik kekayaan
  • Saya secara alami menarik uang dan kelimpahan materi
  • Saya seperti magnet terhadap uang
  • Saya memiliki persediaan uang tunai tanpa batas.
  • Saya menarik uang dan rezeki ke mana pun saya pergi
  • Menarik uang, rezeki, kekayaan dan kemakmuran itu mudah
  • Pikiran saya tersetel untuk menarik kekayaan besar
  • Hidupku penuh dengan rezeki dan kelimpahan
  • Uang sekarang datang kepada saya dari sumber yang terduga dan tidak terduga
  • Saya memiliki banyak sumber penghasilan
  • Penghasilan saya tumbuh lebih tinggi dan lebih tinggi
  • Saya peka dengan uang dan mengelolanya dengan bijak
  • Penghasilan saya secara otomatis naik lebih tinggi dan lebih tinggi
  • Saldo di rekening bank saya meningkat setiap hari
  • Rekening bank saya tidak pernah berhenti tumbuh
  • Keberhasilan finansial adalah milik saya, saya menerimanya sekarang
  • Kesuksesan finansial datang dengan mudah dan mudah
  • Saya bersemangat membangun kekayaan, kemakmuran dan kesejahteraan
  • Kekayaan mendatangi saya dengan mudah & mudah
  • Pikiranku terbuka untuk persediaan kekayaan yang tak terbatas
  • Kekayaan Besar mengalir padaku SEKARANG
  • Pikiran positif saya tentang uang menjadi kenyataan